Breaking News

loading...

Warga Rokot Terbantu dengan Adanya Pamsimas, Sebulan Hanya Rp5 ribu

Foto: Pamsimas di Rokot, Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai

MENTAWAI. FN- Kehadiran Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Mentawai itu dibangun Satuan Pelaksana (Satlak) diakui sangat membantu warga rokot dalam memperoleh air.

Pamsimas melalui Kelompok Pengelola Sarana dan Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) disetiap desa itu, menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Sehingga secara finansial masyarakat terbantu.

Menurut salah satu Warga Rokot, Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Joni (45) Pamsimas diakui mampu meringankan beban masyarakat. Pasalnya warga rokot cukup membayar Rp5 ribu per bulan.

"Kebanyakan warga kalau sudah ada pamsimas tidak gali sumur lagi," ungkapnya kepada figurnews.com di kediamannya. Kamis, (15/10/2020).

Sementara itu ditempat yang berbeda, Kepala Bidang Kawasan Pemungkiman Dinas Perumahan Kawasan dan Pemungkiman (DPKP), Arjon Pasaribu bahwa disetiap lokasi Pamsimas terdapat KPSPAMS sebagai pengurus dan  pengelola setelah selesai di bangun sedangkan untuk pelaksanaan pembangunan dari Pamsimas terdapat Satlak (satuan pelaksana)

"Satlak ini membangun sesui dengan kontrak RAB dan spesifikasi bangunan, setelah selesai nanti dikelola oleh KPSPAMS," ujarnya.

KSPAMS merupakan bagian dari masyarakat nantinya ditunjuk dan diberi SK oleh Pemerintah Desa setempat. "Kalau di rokot KPSPAMSnya aktif, karena sebelumnya kita telah memberikan pembinaan melalui pertemuan sosialisasi, edukasi dan termasuk pelatihan teknis," tambah Arjon.

Apabila pihak KPSPAMS menerima pembayaran dari warga  setempat sebagai pengguna, semacam retribusi Rp5 ribu per bulan, dikatakan Arjon itu hal wajar. Tentu itu sesui kesepakatan telah dibuat KPSPAMS dengan pemerintah desa. Lalu uang itu dapat dimanfaatkan sebagai biaya perawatan dan perbaikan.

Arjon menambahkan secara Juknis pada saat pelaksanaan pembangunan diwajibkan pengguna Pamsimas membayar iuran karena Pamsimas merupakan program berkelanjutan. Artinya, Pamsimas jangan sampai terhenti setelah dibangun. 

Ia berharap kepada Kepala Desa dimasing-masing lokasi Pamsimas supaya memberi perhatian terhadap KPSPAMS. Apalagi Pamsimas sebagai sarana yang di bangun dan untuk di manfaatkan masyarakat setempat.

"Penyedian air minum melalui Pamasimas merupakan proposal dari desa yang kita terima, Pamsimas itu ada penyertaan modal dari APBDes, dimana wajib menganggarkan 10 persen dari keseluruhan anggaran yang ada dalam melengkapi dan menambah Pamsimas," terangnya.

Meski demikian, pihaknya mencatat beberapa lokasi Pamsimas tidak berfungsi (kategori merah) mesti di perbaiki karena bendungan dan pipa rusak. 

Saat ini terdapat 74 Lokasi Pamsimas tersebar di 9 dari 10 kecamatan kabupaten kepulauan Mentawai. Namun pada tahun 2020 ini , pihaknya sedang membangun 8 lokasi melalui Dana APBN di beberapa desa di 10 kecamatan yang belum mendapatkan Pamsimas. 

Sembilan kecamatan mendapatkan Pamsimas itu terdiri dari 74 lokasi itu terbagi, 4 di Kecamatan Siberut utara, 10 di Kecamatan Siberut tengah, 14 di kecamatan Siberut tengah, 9 di Siberut barat daya, 7 di kecamatan Sipora utara dan 9 di kecamatan Sipora selatan.

Kemudian, 5 lokasi di kecamatan Pagai utara, 9 lokasi di kecamatan Sikakap dan 10 di kecamatan Pagai selatan. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre