Breaking News

Tolak Omnibus Law, Pelajar SMK Pasbar Lempar Seyuman Pada Kakak Mahasiswa


Pasaman Barat, Figurnews.com
 

Tak hanya massa mahasiswa dan buruh yang menggelar demonstrasi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

Pelajar SMK Pasbar pun ikut turun jalan dan melakukan aksi lempar senyuman pada Kaka mahasiswa yang ikut Unras.

Aksi lempar senyuman itu terjadi saat rombongan pelajar SMK bertemu rombongan Aliansi mahasiswa- mahasiswi di depan kompleks gedung DPRD pasbar, Kamis (8/10/2020).

 Puluhan siswa- siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pasaman Barat ikut mendampingi Aliansi mahasiswa yang sedang berunjuk rasa dihalaman kantor DPRD Pasaman Barat,

"Kami tidak mengetahui apa yang dituntut oleh kakak mahasiswa, namun kami hadir disini berinisiatif sendiri untuk memberikan semangat," sebut Ibonk salah seorang pelajar dari SMK 1 N Pasaman ini.

Ia mengatakan mereka mengetahui adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh gabungan mahasiswa se Pasaman Barat dari postingan yang beredar di media sosial.

"Kami tidak ada koordinator untuk mengarahkan kami kesini, aksi ini kami ketahui dari media sosial. Sedangkan cara kami berkumpul cuma menyampaikan lewat mulut ke mulut kemudian diteruskan ke group-group medsos kami," katanya.

Menurutnya ia suatu saat dan pelajar lainnya akan menjadi mahasiswa dan akan turun kejalan jika ada kebijakan yang nantinya merugikan rakyat, seperti hari ini kami turun beraksi.

"Kami hadir disini hanya memberi semangat, kami tidak ingin membiarkan kakak kami berjuang sendiri, meski kami tidak tahu apa yang mereka perjuangkan," jelasnya.

"Semangat kakak-kakak, kami disini bersama kalian. Nanti juga kami akan seperi kalian yang akan menyampaikan aspirasi jika ada kebijakan yang merugikan rakyat," sambungnya.

Sebelumnya gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat mulai berkumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Pasaman Barat (Pasbar).

Aksi yang dilakukan oleh gabungan mahasiswa tersebut untuk menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang baru disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Ada 7 Poin Tuntutan Aliansi Mahasiswa berunjuk rasa menyampaikan sikap kepada DPRD Pasbar, Agar wakil rakyat di DPRD mendengarkan aspirasi Mahasiswa, menolak UU CIPTAKER (Omnibus Law) diantaranya : 

1. Menolak dengan tegas pengesahan UU Cipta Kerja, karena bertentangan dengan UU No. 15/2019 Bab II pasal 5 dan Bab XI pasal 96 tentang perubahan atas UU No. 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

2. Menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus Law, UU Cipta Kerja yang mencederai semangat reformasi dan otonomi daerah.

3. Menolak penyederhanaan regulasi terkait perizinan Amdal dan aturan pertambangan yang mengancam kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) jangka panjang serta mendesak untuk melaksanakan reforma agraria sejati.

4. Menjamin kehadiran negara dalam terciptanya ruang kerja yang aman, bebas diskriminatif dan dapat memenuhi hak maupun perlindungan terhadap buruh.

5. Menolak sentralisasi sistem pengupahan buruh, potensi maraknya tenaga kerja outsourcing, serta dikebirinya hak-hak buruh seperti cuti, jam kerja tidak jelas dan PHK sepihak.

6. Meminta DPRD bersama dengan Mahasiswa menyatakan sikap untuk melakukan penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja

7. Meminta DPRD Pasaman Barat untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak kepada Presiden RI untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang pencabutan Undang-undang Cipta Kerja.

Sampai sore UNRAS berjalan aman tertib tanpa lempar batu sembunyi tangan.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre