Breaking News

ljazah lmitasi " Kembali Muncul, Disdik Begitu Mudah " Ada Apa " ???


Jakarta, Figurnews.com

Berdasarkan hasil temuan kami di lapangan prihal dugaan adanya ljazah imitasi terhadap salah seorang yang saat ini mendaftarkan sebagai Kontestasi dalam Pilkada di salah satu Kabupaten di Sulut, untuk memastikan dugaan tersebut, maka kami selaku awak media penanewsinvestigasi.com melakukan wawancara ke Dinas Pendidikan Jakarta Timur dan Yayasan SMU Pelita 3 Pulo Gadung ternyata pejabat terkait ini tidak memberikan tanggapan juga keterbukaan kepada kami selaku awak media terkait ijazah yang di duga imitasi yang berinisial SGR untuk maju di Pilbup Minahasa Utara.

Sebagaimana kita ketahui yang berinisial SGR ini telah melakukan pendaftaran ke KPU dengan memakai ijazah lmitasi yang telah dilegalisir oleh Dinas Pendidikan Jakarta timur, sebagaimana yang dilansir penanewsinvestigasi.com.

Pada saat kita melakukan wawancara dengan Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jakarta Timur membuka Database itu tidak ada atas nama yang berinisial SGR melakukan Legalisir Dinas Pendidikan tersebut.

Kader Nasdem yang berinisial SGR dalam pendaftaran ke KPU Sulut itu adalah ijazah imitasi yang akan di peruntukan sebagai persyaratan penting dalam kontestasi Pilkada di Pemilihan Bupati Kabupaten Minahasa Utara.

"Begitupun dengan penjelasan Kepala Sekolah Yayasan SMU Pelita 3 Pulo Gadung Jakarta timur tidak mau memberikan tanggapan juga penjelasan ( tertutup ) kepada awak media ketika kami Konfirmasi, dan hanya memberikan keterangan bahwasannya mereka sudah menyerahkannya urusan ini dan sudah di dijelaskannya kepada KPU, Bawaslu dan Tim Penyidik dari Mabes Polri. "Pungkasnya.

Ada apa Intansi terkait khususnya Dinas Pendidikan Jakarta Timur koq begitu mudah melegalisir ljazah lmitasi ??

Sementara SMU Pelita 3 Pulo Gadung masih ada berdiri ?? Di kemanakan peran serta Yayasan SMU Pelita 3 Pulo Gadung Jakarta Timur kalo nyatanya Dinas Pendidikan begitu mudah melegalisir tanpa adanya refferensi dari pihak Sekolah terkait ?? Jangan jangan ada kongkalingkong ??

Sebagai mana termaktub dalam Undang-Undang  Pemalsuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) khususnya tindak Pidana Pemalsuan surat atau ijazah sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 263:

Barang siapa yang dengan sengaja membuat Ijazah Palsu dapat dilihat pada Pasal 67 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai berikut:

Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara pendidikan yang memberikan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi tanpa hak dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun (10) dan/atau pidana denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Selanjutnya pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi,

Pasal 42:

Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi yang tanpa hak dilarang memberikan ijazah.

Pasal 93 :

Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi yang melanggar Pasal 28 ayat (6) atau ayat (7), Pasal 42 ayat (4), Pasal 43 ayat (3), Pasal 44 ayat (4), Pasal 60 ayat (2), dan Pasal 90 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Agar tidak terjadi hal yang serupa di kemudian hari, diharapkan kepada pihak terkait khusunya Kepolisian melalui penyelidik dan penyidik agar prihal ljazah lmitasi ini di usutnya.

# Sumber, Rls - Redaksi Penanewsinvestigasi.com

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre