Breaking News

loading...

Kronologi Banjir di Sao, Kaur Bosua: Alat Komunikasi HT Perlu Diperbaiki

Foto: Kondisi Sao pasca banjir

MENTAWAI. FN- Pasca banjir melanda dua dusun di desa Bosua, kecamatan Sipora selatan, kabupaten kepulauan Mentawai pada Kamis, 22 Oktober 2020 pukul 15.00 wib lalu, mengakibatkan 22 rumah Kepala Keluarga terendam banjir setinggi 70 cm.

Dua dusun terdampak banjir setinggi 70 hingga 80 cm itu diketahui melalui postingan akun Facebook salah satu warga setempat, Lasman Saumanuk setelah dua jam banjir melanda pada pukul 17.00 wib. 

Postingan itu mengungah perhatian pihak terkait, diantarannya Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Bosua Polsek Sipora, Brigadir Andol Sababalat.

"Setelah melihat postingan itu, Polisi Andol Sababalat menyampaikan informasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mentawai," ungkap Kaur Kesejahteraan Desa Bosua, Jupri Sababalat saat ditemui figurnews.com di desa setempat. Jumat, (23/10/2020).

Ia menambahkan, tepat pada Jumat, 23 Oktober 2020 pukul 13.00 wib bantuan sembako dari BPBD Mentawai tiba di Sao untuk 22 KK di dua dusun yakni dusun Huntap Sao dan dusun Paguguk.

"Memang saat ini kendala kita menyampaikan informasi kepada pihak terkait adalah handy talk atau HT alat komunikasi radio kelompok siaga bencana desa Bosua dalam kondisi rusak," tambah Jupri.

Menurutnya, dengan adanya kejadian banjir, tentu ini menjadi pembelajaran kedepan bahwa pentingnya peralatan siaga bencana disuatu wilayah seperti, alat komunikasi dan tenda pengungsian.

"Jadi apabila terjadi banjir kita dapat memberi informasi secepatnya kepada pihak terkait, dan kita juga punya tenda pengungsian sementara hingga pertolongan berikutnya datang," imbuhnya.

Keberadaan alat komunikasi bencana dikatakan Jupri sangat penting di setiap desa. Apalagi kondisi dan situasi di desa Bosua jauh dari pusat kota. Karena tidak adanya alat komunikasi khusus ini, ada dua dusun lain terkena banjir yakni, dusun monga Bosua dan dusun Tattanen.

"Kami tidak tau persis berapa rumah terkena banjir, namun air disana mencapai 1 meter, tetapi tidak ada warga yang memposting ke facebook, jadi tidak sampai ke BPBD Mentawai," terang Jupri salah satu dari korban banjir. 

Bagaimana kita bisa cek langsung kesana, sementara rumah kita terendam banjir, waktu itu saya lagi menyelamatkan kayu untuk rumah dari banjir, saya tidak terpikir kesana lagi, katanya.

Ia berharap dengan peristiwa ini Kelompok Siaga Bencana aktif kembali. Tentunya bukan KSB bagian gempa dan tsunami saja. Namun untuk bencana lain sesui kondisi desa. (ev)

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Bosua, Tiranus Saumanuk menyampaikan bahwa pentingnya alat komunikasi untuk ini. 

"Kemaren untung ada lasman memposting di facebooknya, kalau tidak tentu masyarakat kesulitan, dusun lain terkena banjir tidak diketahui karena tidak berkabar, padahal disana banyak anak sekolah memiliki hp android," sebut Tiranus.

Menurutnya, banjir terjadi karena meluapnya air sungai akibat adanya pohon tumbang sehingga tersumbatnya beberapa aliran ke muara. Apalagi terdapat tiga hulu sungai dengan satu Muara di Sao.

Kedepan pihaknya bersama pemerintah desa akan mencari solusi untuk itu diantaranya, membeli peralatan sinso. 

"Kita bersihkan kayu-kayu yang menghalangi sungai sehingga air di tiga hulu ini dapat mengalir lancar ke muara," terangnya.

Warga Sao menerima bantuan sembako dan peralatan rumah dari BPBD Mentawai berupa indomie 20 dus, beras 10 Kg sebanyak 25 karung, Gula 67 Kg, kopi 20 Kg, teh 8 kotak, roti 2 karton, 67 tikar dan 22 helai selimut. 

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun berdampak terhadap sebagian wilayah sawah dan kebun. Kemudian dari 22 KK terdapat 2 KK memiliki toko mengalami kerugian. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre