Breaking News

loading...

Kelompok Pengolahan VCO di Bosua Berharap Percepat Izin BPOM

Foto: Rumah Produksi Minyak Goreng dan VCO

MENTAWAI. FN- Rumah produksi kelompok pengolahan minyak goreng dan virgin coconut oil (VCO) di desa Bosua berharap percepat penerbitan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Hal itu bertujuan agar pemasaran minyak goreng kelapa dan VCO dapat menembus pasaran di luar kepulauan Mentawai. Apalagi saat ini kelompok belum memiliki label dan arah pemasaran yang pasti. 

Kelompok bernama Mukerei Sita Baga itu bermakna satu ide, satu gagasan dan kesepakatan bergerak di bidang pengolahan minyak terdiri dari 13 orang dalam kelompok.

Menurut Ketua Kelompok Mukerei Sita Baga Desa Bosua, Sandar Samangilailai (38) bahwa kendala pemasaran produk minyak kelapa saat ini adalah keterbatasan pasar. Pasalnya, produk minyak kelapa belum memiliki label dan izin BPOM.

"Minyak VCO ini kami jual menggunakan botol minuman aqua, itupun kalau ada pesanan," ungkapnya saat ditemui figurnews.com di rumah produksi Kelompok Mukerei Sita Baga. Dusun Gobik, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sabtu, (24/10/2020).

Kedepan apabila sudah memiliki izin BPOM pihaknya akan membuat label menggunakan nama kelompok Mukerei Sita Baga. 

"Jadi pengurus kelompok ini bisa dikatakan generasi kedua sejak aktif kembali pada tahun 2017, selama 2 tahun tidak aktif, kelompok ini dibentuk pengurus lama pada tahun 2014, ketika itu didukung dengan bantuan mesin pengolahan minyak dari pemerintah daerah yang kini sudah rusak," tambahnya.

Selanjutnya, pada tahun 2020, kelompok ini mendapatkan bantuan dari Yayasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupa, mesin pengolahan minyak goreng dan VCO 1 unit serta Bentor tipe L200 1 unit. 

"Kami sudah memproduksi 3 kali minyak VCO ke Masyarakat, setelah diberi bantuan bulan lalu," terangnya.

Ia menjelaskan, kelompok dapat memproduksi minyak goreng dan VCO 1 kali dalam seminggu. Pada hari Sabtu dan Minggu sore kelompok bekerja di rumah produksi Mukerei Sita Baga tersebut.

Sementara itu Bendahara Kelompok Mukerei Sita Baga Bosua, Joko Manunggal (33) menyampaikan adapun bahan baku kelapa bulat untuk pengolahan berasal dari pengurus kelompok. 

Setiap pengurus kelompok membawa kelapa bulat 10 buah per minggu. Maka dari 13 orang kelompok terkumpul kelapa sebanyak 130 buah.

Untuk proses sendiri dikatakan Joko, tempurungnya dikupas, isi dibelah, diperas menjadi santan, disuling hingga kering dan disaring menjadi minyak goreng dan VCO. Untuk proses dan pengolahan VCO lebih lama dari minyak goreng.

Dari 130 buah kelapa bulat dapat menghasilkan sebanyak 9 liter. Artinya, 15 buah dapat memperoleh 1 liter VCO. 

Saat ini jumlah produksi VCO tergantung terhadap pesanan dari masyarakat. "Kami belum memiliki pemasaran VCO yang pasti, hanya saja ada pembelian dari beberapa orang atau kelompok. Maka dengan kondisi ini kami berharap adanya dukungan dari instansi terkait dalam mempercepat izin BPOM," ujarnya.

Mekanisme kelompok disebutkannya, mereka memiliki simpanan wajib dan swadaya ditiap pengurus. Misalkan 1 anggota memiliki simpanan wajib 10 kelapa. Sisanya, kelompok dapat membeli kelapa kepada masyarakat lain. Sehingga terjadi perputaran ekonomi dilingkungan masyarakat sekitar.

"Sebanyak 13 orang pengurus kelompok dapat mengumpulkan kelapa bulat dalam 1 minggu sebanyak 130 buah dalam sekali produksi, jadi apabila pasar membutuhkan lebih banyak, jadi volume kelapa kami bisa tambahkan," terangnya.

Maka melalui laba penjualan dari 100 persen, dapat dirincikan 20 persen untuk pemeliharan alat operasional, 40 persen untuk kelompok dan 40 persen untuk pembelian bahan baku kepada masyarakat.

Ia berharap kedepan VCO ini dapat menjadi Icon Desa Bosua sebagai penghasil minyak terbaik. Selanjutnya penghasilan minyak VCO ini dapat menjadi pendapatan bagi keluarga kelompok Mukerei Sita Baga dan masyarakat sekitar. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre