Breaking News

Kabupaten TTU Dapat 8 Tenaga Medis dari Nusantara Sehat Individual



KUPANG( NTT), FIGURNEWS.COM

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Kesehatan mendapat 8 tenaga medis dari Nusantara Sehat dari beberapa Provinsi. Para tenaga medis ini terdiri dari dokter umum, tenaga kesehatan masyarakat dan perawat. Mereka akan ditempatkan pada beberapa puskesmas yang ada di wilayah TTU.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) , Thomas Laka, S.KM menyampaikan hal ini saat dijumpai pada kegiatan  "Serah terima tenaga kesehatan Nusantara Sehat individual periode V tahun 2020" di Aston Hotel Kupang, Minggu( 4/10/2020).

Thomas  mengatakan, terkait dengan kegiatan serah terima tenaga Kesehatan Nusantara Sehat Individual periode 2020 ini,  adalah program dari pusat lewat Kementrian Kesehatan. 

Untuk Kabupaten TTU mendapat 8 tenaga medis dari Nusantara Sehat dari beberapa Provinsi. Para tenaga medis tersebut, lanjut Thomas, tenaga dokter umum  2 orang  dan ditempatkan di Puskesmas Nimasi dan Puskesmas Eban.

Selain itu, ada 1 tenaga kesehatan masyarakat dan akan ditugaskan di Puskesmas Eban kemudian 1 bidan bertugas di puskesmas Inbate. Sedangkan 1 Tenaga kesehatan masyarakat bertugas di Puskesmas Napan dan  1 Perawat bertugas di puskesmas Oeolo dan 1 Bidan lagi bertugas di Puskesmas Ponu.

Dikatakan Thomas, Kabupaten  TTU mendapatkan tenaga Nusantara Sehat ini berdasarkan perencanaan, usulan yang disampaikan pada saat melakukan desk dengan Kementrian Kesehatan.

Rencana mendapatkan tenaga kesehatan Nusantara Sehat sudah dari bulan Maret, tetapi karena pandemi covid 19 maka pada tanggal  4 Oktober 2020 baru terealisasi.

"Saya sebagai Kadis Kesehatan TTU merasa bersyukur diberi bantuan tenaga medis, karena memang di TTU di beberapa Puskesmas masih banyak kekurangan tenaga dokter," ungkapnya.

Dari pemerintah daerah jelasnya, sudah melakukan kebijakan dengan penganggaran dari pemerintah dengan PTT daerah. Namun demikian ada beberapa daerah yang masih kosong,  untuk itu direncanakan untuk dapatkan bantuan tenaga medis dari Kementrian Kesehatan.

"Ada Puskesmas Manumean arah ke Lurasik dan agak sedikit terpencil, dan itu yang akan pindahkan tenaga medis untuk mengisi disana," katanya.

 Dijelaskan Thomas, Program Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk pelayanan khusus didaerah terpencil dan perbatasan,  Lewat Kementrian Kesehatan. Dirinya merasa, tenaga Nusantara Sehat ini sangat membantu dan mengisi kekosongan yang ada di Kabupaten TTU, baik tenaga dokter, bidan dan perawat.

"Anggaran tenaga Nusantara Sehat ini dari Kementrian Kesehatan dan kewajiban dari Pemerintah Kabupaten TTU adalah menyiapkan sarana prasarana. Dan selama beberapa tahun ini kami dari pemerintah TTU menilai bahwa kehadiran dokter, bidan dan perawat ini sangat membantu dan menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik,"  katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, salah satu dokter muda yang ditempatkan di TTU, dr. Roswita Yohana Manek saat dijumpai menuturkan, bahwa dirinya  baru pertama kali mengikuti Tenaga Kesehatan  Nusantara Sehat ini.

Dikatakan Roswita, pada awalnya Ia bertugas sebagai dokter PTT  TTU di RSUD Kefamenanu selama 2 tahun dan kemudian dirinya bertugas di Puskesmas Nimasi selama setahun. Setelah  mengikuti  tenaga kesehatan Nusantara Sehat, kembali dirinya ditempatkan di Puskesmas Nimasi.

Ditanya Soal suka dukanya  menjadi seorang dokter di daerah terpencil, perempuan  berdarah  Belu dari Ayah dan ibu TTU ini menjawab, pada dasarnya di TTU  pemerintah maupun masyarakatnya sangat  baik, dengan rekan-rekan kerja juga baik dan saling membantu. 

"Yang agak sulit  adalah komunikasi dengan bahasa daerah. Karena memang ketika masyarakat datang untuk memeriksakan kesehatannya, selalu berbahasa daerah. Saya sebagai anak daerah tapi dalam berkomunikasi dengan bahasa daerah kurang begitu paham, karena memang saya dibesarkan di Kupang,"  jelasnya sambil tertawa.

Tugas yang dilakukan selama ini, kata Roswita, menjelaskan kepada masyarakat yang datang berobat, tentang edukasi, mulai dari anamnesi untuk mendapatkan diagnosis kemudian tatalaksananya.

"Itu butuh waktu agak lama, dan biasanya saya meminta bantuan dari kader atau perawat untuk bisa mengartikan bahasa dari pasien yang datang," ujar Roswita.

Soal kendala lainnya tutur perempuan berusia 28 tahun ini, bahwa beberapa Desa dan Kelurahan itu berbatasan dengan Negara Timor Leste dan lumayan jauh dan akses jalannya juga kurang bagus, tetapi semangat untuk mengabdi didaerah sendiri tidak menyurut semangatnya untuk berbuat untuk negeri tercinta.

Penyakit apa saja yang banyak diderita oleh masyarakat terpencil, dirinya mengatakan bahwa, hypertensi adalah penyakit mendominasi, dan rata-rata usia 40 tahun. Kemudian Ispa dan diare. ( ER)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre