Breaking News

Hak Janda dan Anak Yatim di Mentawai

Foto: Kantor Urusan Agama di Kemenag Mentawai

MENTAWAI. FN- Untuk mengurangi beban dan memberikan bantuan terhadap kebutuhan Janda dan Anak Yatim di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Mentawai memberi beberapa solusi.

Solusi itu yakni melalui Badan Zakat Nasional (Baznas) bagi Agama Islam, Poki Agama Katholik, dan setiap Lembaga Gereja Agama Kristen.

Bagi umat Agama Islam, menurut Staf Administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA), Ahmad Sunarni bahwa Janda tidak produktif (tidak bekerja) memang menjadi prioritas di Badan Akmil Zakat Nasional (Baznas) Mentawai untuk diberi bantuan. 

"Janda yang memiliki anak masih kecil diberi santunan dari Mesjid di masing-masing wilayah, kemudian pemberian bantuan itu diserahkan sekali dalam setahun," ujarnya kepada figurnews.com. Kamis, (08/09/2020).

Berbeda dengan Janda sudah lanjut usia, Baznas memberi bantuan apabila bersangkutan tidak memiliki anak dan tidak diperhatikan oleh anak mereka.

Pemberian bantuan itu lanjut Ahmad Sunarni berupa uang sesui jumlah dari sedekah anak Yatim yang terkumpul di Mesjid. Ditambah dengan bantuan berupa beras dan bahan pokok sehari-hari.

Dikatakannya, untuk data jumlah Janda dan Anak Yatim penduduk muslim di Mentawai, pihaknya belum mengetahui secara rinci. Namun data itu diperoleh dari setiap Mesjid.

Sementar itu menurut Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Umat Katholik Kemenag Mentawai, Mikael Mane bahwa hak janda dan anak Yatim di Mentawai berada disetiap pengurus pusat Gereja di Mentawai.

"Ada tim kusus yang mengunjungi kelompok ibuk-ibuk untuk merangkul janda dan anak-anak yang tidak mampu agar diberikan bantuan pendidikan, dan diasuh," sebut Mikael.

Nantinya lanjut Mikael mereka diberikan subsidi dari beberapa orang tua yang mampu untuk dijadikan anak angkat. Untuk Janda sendiri diberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lain dari ketersedian anggaran di Paroki.

Dijelaskannya, Kemenag Mentawai sendiri tidak memiliki program seperti itu. Program itu lebih kepada pembangunan Gereja dan pembinaan terhadap umat di masing-masing Agama.

Maka dikatakannya, Kantor Agama dengan pengurus Gereja bekerja sama untuk memberi pendampingan sesui tupoksi kantor Agama tersebut. 

Kedepan ia berharap adanya semacam wadah atau tempat seperti Baznas bagi umat Agama Kristen dan Katholik di Mentawai. 

Sementara itu menurut seorang Janda Nesar Lina (31) di dusun Pogari, desa Goisooinan, kecamatan Sipora, Dia mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Panti Asuhan Kasih Abadi Untuk Mentawai (Kaum) telah mengunjunginya dan mendata anaknya untuk diasuh.

"Terima kasih kepada pengurus Kaum telah mendata anak saya yang selanjutnya akan di asuh nanti setelah tamat SD," ujarnya.

Janda 3 orang anak itu ditinggal mati suami sudah 2 tahun. Saat ini ia memiliki anak sulung kelas 6 SD. Selanjutnya waktu kelas 1 Sekolah Menengah Pertama nanti akan diasuh oleh pengurus Kaum di Km-01, Tuapejat. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre