Breaking News

Diduga Mencari Cari Kesalahan, Beberapa Rekanan Melaporkan Pokja Ke Polda Sumbar


Kab.Limapuluh Kota,Figurnews.com

Paket Tender  Pengembangan Perpipaan SPAM Nagari Koto Tuo Kecamatan Harau dan Pengembangan Perpipaan SPAM Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh bergulir ke ranah Hukum?

Pihak Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Kab Limapuluh Kota Diduga mencari cari kesalahan peserta lain untuk memenangkan salah satu peserta lelang.

CV Aristers misalnya, pihaknya telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta saat mengikuti lelang. Namun, CV Aristers peserta nomor 16 ini dinyatakan Tidak Lulus dengan keterangan Bukti Kepemilikan Alat Tidak Ada.


Hal ini diungkapkan (A) pemilik CV Aristers pada Figurnews, saat dihubungi melalui handphone Rabu (14/10) malam.

Padahal ucap  (A) menjelaskan, dalam masa sanggah saya telah melakukan sanggahan dengan tulisan sebagai berikut,

"Assalamualaikum wwbt Pokja Yang terhormat. Kami sangat berkeberatan atas Evaluasi Pokja yang menggugurkan Tawaran Kami CV Aristers dengan alasan tidak ada bukti kepemilikan peralatan (terkesan mengada ada). Kami sangat berharap pada Pokja untuk meninjau ulang keputusan ini karena sangat merugikan perusahaan kami. Demikian saja dan terimakasih.

Tak sampai disitu, Saya juga menemui pihak Pokja, jawabannya ucap ( A) yang menirukan kata Pokja saat itu, fulwelding untuk penyambung pipa nomor ( 3 ) tidak ada.

Padahal saya sudah memasukkan dalam persyaratan lelang itu mulai dari nomor 2 hingga nomor 6. Jadi untuk nomor 3 kan sudah ada didalamnya, ungkap Pemilik CV Aristers pada Figurnews.

Intinya kata (A) dengan nada agak kesal, Jawaban Sangahan tidak ada Korelasi dengan Objek Sanggahan.

Setelah mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan dari pihak Pokja, (A) selaku pemilik CV Aristers dan CV Cakrawala Abadi Pratama dan lainnya mengirimkan surat kebeberapa pihak hukum yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota dan ditembusan ke Polda Sumbar. 

Kalau kita lihat dari kronologis kejadian diatas dan seandainya itu memang benar seperti yang diceritakan pihak CV Aristers pada Media ini, pihak Pokja Diduga telah merugikan keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah. Dengan rincian :

Dalam Lelang Pengembangan Perpipaan SPAM Nagari Koto Tuo Kecamatan Harau Pagu Dana Rp.1.616.237.345,80 

CV Aristers dengan penawaran Rp. 1.400.690.580,30

Sedangkan pemenang tender CV Atan Berdikari menawar dengan harga Rp. 1.540.322.288,55

Ada selisih harga Rp. 139.631.788, (Seratus Tiga Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Tiga Puluh Satu Ribu Tujuh Ratus Delapan puluh Delapan Rupiah. Ini dalam satu Lelang dan bagaimana dengan Lelang lelang sebelumnya?

Tidak tertutup kemungkinan persoalan ini bisa dijadikan pintu masuk bagi Tipikor Polda Sumbar untuk menelusuri berbagai persoalan di lelang lelang sebelumnya.

Soalnya, Beberapa Rekanan lain dari Kabupaten / Kota ini juga pernah menyampaikan keluhan serupa pada Figurnews.

Dilain pihak , Kabag ULP/LPSE Davli saat ditanyakan mengenai pemanggilan melalui WhatsApp tidak mau menjawab. Sedangkan saat ditelpon salah seorang Wartawan didepan Media ini, Davli mengakui adanya pemanggilan Pokja (Kelompok Kerja) tersebut.

Rodes Junaidi SH, Selaku ketua Gapensi Kabupaten Limapuluh Kota ketika dimintai tanggapan mengenai hal tersebut (15/10) mengatakan, kalau ada dugaan kongkalikong, saya  meminta aparat hukum untuk mengusut dengan tuntas. (FN 053)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre