Breaking News

Demo Tolak Omnibus Law, Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Pasaman Barat Basah Kuyup


Pasaman Barat,Figurnews.com

Hujan dari pagi Kamis (8/10) di Pasaman Barat tidak menyurutkan semangat Aliansi mahasiswa Pasaman Barat  unjuk rasa (UNRAS) penolakan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (Omnisbus Law) yang baru disahkan Parlemen DPR RI, unras  tetap dilakukan di halaman kantor DPRD Pasaman Barat (Pasbar), hingga Kamis Sore.

Meski ditengah guyuran hujan deras tidak menyurutkan aksi yang dilakukan oleh gabungan mahasiswa tersebut menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang baru disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

"Kami sebagai mahasiswa juru bicara rakyat menolak UU Cipta Kerja, karena merugikan kaum buruh, walaupun basah kuyup diguyur air hujan, tidak menyurutkan semangat kami," sebut Habibi salah seorang orator.

Menurut mereka para wakil rakyat tidak pro rakyat dan telah memperkosa hak-hak rakyat. Lanjut Habibi,  negara ini sedang dirampok oleh kaum elit politik untuk itu mereka turun serentak.

"Negara ini sedang dirampok dan negara ini sakit. Kita disini juga berjuang dan sama dengan kawan-kawan mahasiswa di pusat dan daerah lain bergerak demi membela rakyat," pungkasnya 

Ia juga sangat menyesalkan setiap mahasiswa berunjuk rasa mereka selalu dihadapkan dengan aparat penegak hukum. Namun disetiap pemilu para wakil rakyat itu dengan wajah malaikat mengetok pintu-pintu rumah warga.

"Ketika kami berunjuk rasa, kami selalu dihadapkan dengan aparat penegak hukum. Namun ketika hendak pemilu para wakil rakyat kami ini dengan wajah manis mengetok rumah kami minta dipilih, sekarang kemana mereka, kemana ?," sesalnya.

"Kami hadir disini sebagai pembela masyarakat dan kami disini karena melihat negara ini sedang tidak baik. Kalian itu harus pro rakyat pak dewan terhormat, kalian itu dipilih oleh rakyat bukan dilotre, jangan buat susah rakyat," sambungnya.

Ia juga menilai dalam Omnibus Law atau UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang baru disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia ada perampasan hak buruh.

"Kalian telah memperkosa hak rakyat, untuk itu kami ada disini untuk membela kaum buruh dan rakyat. Namun juga kami sangat menyesalkan anggota DPRD Pasaman Barat yang jumlahnya 40 orang hanya dihadiri 2 orang, itupun hanya bertemu tatap muka tanpa solusi yang pasti" jelasnya.

Sampai sore Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dalam keadaan diguyur hujan deras ditemani Ketua DPRD Pasaman Barat dan aparat penegak hukum lainnya.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre