Breaking News

Harga Cabe Melonjak, Pedagang Sioban: Jumlah Pembeli Berkurang


Foto: Pedagang di Pasar Sioban

MENTAWAI. FN- Dalam dua minggu ini, Naiknya harga cabe membuat jumlah pembeli berkurang. Akibatnya, pendapatan pedagang mengalami penurunan. 

Menurut salah satu Pedagang di pasar Sioban, Mawar (31) naiknya harga cabe disebabkan musim hujan dalam bulan ini. 

"Saya ambil cabe langsung saat kapal masuk," ujarnya kepada Wartawan di pasar Sioban, Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sabtu, (10/10/2020).

Mawar asal Desa Bosua itu telah dua tahun berjualan di pasar tersebut. 

Harga Cabe sebelumnya Rp28 ribu itu naik menjadi Rp55 ribu membuat jumlah pembeli berkurang. Bahkan pernah dalam satu hari tidak didatangi pembeli.

Apalagi di masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 ini, membuat pedagang kewalahan. 

Dilain tempat, Ervina (33) Pemilik Warung Sembako di Sioban mengatakan hal yang sama bahwa memang jumlah pembeli di warungnya mengalami penurunan. 

"Saya pesan langsung dari Padang lalu di jual disini," kata Ervina yang sering di sapa Butet itu.

Ditambahkannya, akibat naiknya harga cabe jumlah pembelian Cabe berkurang, "Kebanyakan pembeli mengurangi banyak pembelian, biasa beli sekilo sekarang setengah kilo," terang

Dirincikannya harga Cabe sebelumnya Rp 28 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram, Bawang Rp 25ribu menjadi Rp35 ribu. Sedangkan harga kentang, gula dan beras masih harga normal.

"Sejak pandemi Covid-19 ini harga jahe tetap Rp40 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp25 ribu per kilogram," sebutnya. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre