Breaking News

Yosmeri Yusuf : Geli Aja Lihat Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah


Padang(Sumbar), Figurnews.com

Laporan harta kekayaan calon kepala daerah di Sumbar sesuai LHKPN KPK RI, bikin geli pengamat politik Sumbar asal Talu Yosmeri Yusuf  Pasalnya, dari laporan kekayaan itu, ada calon kepala daerah yang punya harta berlimpah rumah, tapi ada juga yang minus bahkan berhutang.

“Geli dan ketawa saja awak membaca LHKPN ini, kok ada calon yang berutang kok ada yang kaya melimpah begitu, harusnya jujur saja karena kepemimpinan itu dibangun dari kejujuran awal,” ujar Yosmeri kepada media di Padang, Senin 28/9.

Menurut bang Yos biasa Yosmeri disapa kalangan pers di Sumbar, urgensi publis LHKPN itu dalam rangka uji publik terhadap kekayaan calon kepala daerah pada setiap Pilkada.

“Tujuan jelas mempersempit prilaku korupsi, tapi jangan salah kalau ada calon kekayaannya minus atau melimpah tidak bisa diselidiki KPK dan Kejaksaan atau Polisi, itu bisa menjadi data awal bagi pihak berwajib untuk mengungkapnya,” ujar Yosmeri.

Dan kalau ada kesengajaan bilang kekayaannya minim terus masyarakat pemilih akan peduli gitu, ya belum tentu. Justru kata Yosmeri, pemilih akan bertanya kok kekayaan minim bisa maju calon atau kok kekayaaan sudah banyak mau jadi bupati, walikota atau gubernur.

“Saya berharap Pilkada bersih itu diawali dari kejujuran calon melaporkan harta kekayaannya, KPU bisa saja menyampaikan laporan harta kekayaan diragukan itu ke pihak berwajib, terserah pihak bewenang mau melanjutkan ke proses pro justisianya,” ujar Yosmeri.

Selain itu LHKPN itu harus serius dan terbaru dilaporkan jangan sekedar pelengkap syarat untuk jadi calon kepala daerah saja.

“Kalau LHKPN itu di isi asal-asalkan maka ini telah mencederai integritas calon pemimpin, dan dia harus LHKPN terbaru jangn yang berlalu dilampirkan,” ujar Yosmeri.

Bagi publik ingin tahu harta calon kepala daerah bisa ke situs KPK RI atau minta ke KPU yang menggelar Pilkada.

“Semuanya terbuka dan bisa mencermati apakah pelaporoan harta kekayaan itu riil atau ada akal-akalannya,”ujar Yosmeri. 

Menurut bang yos biasa Yosmeri disapa kalangan pers di Sumbar urgensi publis LHKPN itu dalam rangka uji publik terhadap kekayaan calon kepal daerah pada setiap Pilkada.

“Tujuan jelas mempersempit prilaku korupsi, tapi jangan salah kalau ada calon kekayaannya minus atau melimpah tidak bisa diselidiki KPK dan Kejaksaan atau Polisi, itu bisa menjadi data awal bagi pihak berwajib untuk mengungkapnya,”ujar Yosmeri.

“Saya berharap Pilkada bersih itu diawali dari kejujuran calon melaporkan harta kekayaannya, KPU bisa saja menyampaikan laporan harta kekayaan diragukan itu ke pihak berwajib, terserah pihak bewenang mau melanjutkan ke proses pro justsianya,”ujar Yosmeri.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre