Breaking News

Surat Terbuka Kopral Kepada Sang Jendral Besar


JAKARTA - FIGURNEWS.COM

Pepatah mengatakan perjuangan dan pengorbanan tidak akan membohongi sebuah hasil begitu juga sebuah karir seorang jendral besar, berawal menjadi seorang danton dalam sebuah pleton berkecimpung dengan beberapa orang anak buah dari pangkat terendah prajurit dua sampai kopral sebagai wadanru dipimpin seorang danru dan seorang danton,didalam sebuah pertempuran maupun didalam sebuah kegiatan satuan seperti tonting atau tontangkas. 

Dari  sebuah kekompakan dan  jiwa  korsa bawahan dan atasan membuahkan  hasil  terbaik berhasil dalam tugas operasi, berhasil dalam  kegiatan perlombaan antar satuan tingkat batalion bahkan tinggkat kodam. 

Keberhasilan itu berkat anak buah yang kompak sehingga nama seorang danton terangkat menjadi  buah bibir satuan beliau mendapatkan penghargaan dari komadan satuan, menjadi salah satu  danton  terbaik apa yang  di dapat para  prajurit nya  tidak lain  dan tidak bukan hanya sebuah pujian. 

Apa keuntungan komandan satuan beliau  mendapatkan  promosi untuk sebuah  jabatan dengan  kata lain  suatu  keberhasilan seorang pimpinan adalah kerja keras para prajurit nya. 

Nasib  prajurit bawahan tidak seindah seorang danton dan komandan satuan,hak hak nya prajurit di kebiri  dengan  kata lain  prajurit tamtama tidak boleh melebihi prajurit bintra dan  sebaliknya  prajurit bintara  tidak boleh melebihi sang perwira,bukan hanya  di dalam  sebuah  karir tetapi  di segi kehidupan  yang  lain  baik  kesejahteraan maupun pendidikan umum yang di dapat oleh bawahan nya  menjadi kesenjangan di sinilah  timbul sebuah  pembunuhan karakter.senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang ingat  perjuangan jendral besar sudirman menjadi contoh dan tolak ukur  bahwa seorang prajurit tidak akan meninggalkan komandan nya  walaupun di  saat  sakit  bahkan  mayat nya pun  di junjung tinggi bahkan di kuburkan secara terhormat. 

Ini  adalah keluhan kesah  yang  berani  di tuangkan seorang kopral  yang  mewakili jutaan prajurit garda terdepan di negeri ini  bukan  hanya untuk prajurit TNI/POLRI tapi  ini  untuk memperlihatkan menang benar adanya HAM  ini  ibu pertiwi  ini. 

Cerita ini diambil dalam kisah nyata  seorang prajurit berpangkat kopral  yang mengalmi  kecacatan dalam sebuah tugas operasi terjatuh saat patroli dan mengalami  cidera yang sangat amat menghawatirkan di evakuasi kebeberapa rumah sakit bahkan di berangkat  ke jakarta menjalani  pengobatan dan masuk ke pusat rehabilitasi kementerian pertahanan negara memberikan pelayanan yang sangat baik  untuk para prajurit yang cacat  akibat kecelakaan dinas dan tugas. Seorang kopral tersebut mendapat skep  cacat  golongan 2C yang di keluarkan mabes TNI yang  di tandatangani seorang jendral besar berbintang empat.

Harapan kopral  tidak pupus  berbuat yang terbaik untuk satuan  dan  masyarakat,negara sudah memberikan keterampilan untuk di kembangkan di lingkungan sekelilingnya agar bermanfaat untuk satuan. sang kopral menangis  di kala hak hak nya  di rengut hanya demi kepentingan dan kepuasan seorang pimpinan, hak  untuk hidup, hak untuk berobat di patahkan hanya  karena sebuah keegoisan  pimpinan. 

Jendral besar pernah berkata komandan mu adalah  ayah mu, orang tuamu dia akan  menyayangi mu dan sebaliknya kamu  harus menyayangi atasanmu kerna itu orang tua mu. Perkataan ini  sudah  terkubur sangat dalam perkataan jendral hanya sebuah syair agar para prajurit nya  terbuai bahwa sesungguhnya itu tidak akan  pernah terjadi,untuk hak hidup dan berobat memperoleh upaya penyembuhan tidak diberikan tanpa ada alasan tertentu. 

Akhir kata saya  menyampaikan pesan  Jendral besar  sudirman 

Jangan pernah kau korbankan prajurit mu  untuk sebuah karir dan  sebaliknya korbankan jawa dan raga mu untuk prajurit mu. (Fetrus SH. ) (DP)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre