Breaking News

SMAN 1 Sipora Terapkan KBM Tatap Muka Satu Minggu, Tiba-tiba Mentawai Zona Kuning

Foto: Ruang Kelas SMAN 1 Sipora

MENTAWAI. FN- Situasi dan kondisi di masa pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) menjadi kendala selama ini bagi Siswa-siswi SMAN 1 Sipora. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebelumnya dibagi menjadi tiga sesi membuat pelajaran kurang maksimal.

Situasi Pandemi Covid-19 belum usai, ditambah dengan kondisi keterbatasan jaringan internet untuk belajar jarak jauh menjadi kendala. 

Menurut Kepala SMAN 1 Sipora, Binner Siallagan KBM tatap muka selama satu minggu penuh dimulai sejak Senin, 31 Agustus 2020 lalu. Meskipun sebelumnya pada 13 Juli 2020 awal masuk sekolah tahun ajaran baru 2020-2021 SMAN 1 Sipora melaksanakan KBM tatap muka 3 hari dan jarak jauh 3 hari. 

Ia menambahkan, KBM tatap muka selama satu minggu penuh itu dilaksanakan secara dua kelompok yakni kelompok A dan kelompok B. Artinya dengan jumlah 440 orang Siswa dari kelas 1 sampai 3 itu di bagi 2, atau sama dengan 220 kelompok A dan 220 kelompok B. Jumlah 220 itu nantinya di bagi dengan 15 lokal di SMAN 1 Sipora tersebut.

"Jadi kbm satu minggu untuk kelompok a dan satu minggu setelah itu untuk kelompok b," ungkapnya kepada figurnews.com di Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawau. Rabu, (02/09/2020).

Binner Siallagan mengatakan KBM tatap muka itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 mentri tentang panduan penyelengaraan Tahun Ajaran 2020-2021 pada masa pandemi Covid-19 serta kesepakatan antara pihak provinsi dengan kabupaten. 

"Misalkan kelompok a kbm tatap muka maka kelompok b jarak jauh dengan diberikan tugas oleh masing-masing guru," terangnya. 

Selanjutnya dikatakan Binner KBM tatap muka satu minggu itu dilakukan pengurangan jam ditiap-tiap mata pelajaran. Biasanya 1 mata pelajaran 45 menit sekarang dikurangi menjadi 35 menit. Maka siswa-siswi SMAN 1 Sipora yang biasanya di pulangkan pada pukul 14.00 wib sekarang pukul 12.00 wib.

"Kepada siswa-siswi kami tetaplah waspada, semangat dan tetap belajar sesui protokol kesehatan covid-19, sebelum masuk kita melaksanakan razia terlebih dahulu, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, kita sudah sediakan itu," ujarnya.

Terkait adanya keluarga siswa satu kapal dengan pasien positif Covid-19 asal Sijunjung, pihaknya telah memberikan intruksi agar kepada siswa untuk dirumah dulu hingga hasil swab keluar.

Dijelaskannya seluruh tenaga pengajar dan staf SMAN 1 Sipora telah melaksanakan dua kali swab dengan hasil negatif. "Kita telah melakukan dua kali swab sebelum dimulainya kbm tatap muka ini," katanya mengakhiri. 

Hari Ini, Warga Saumangaya Positif Covid-19

Terkonfirmasinya Positif Covid-19 Warga Desa Saumangaya, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai membuat Mentawai menjadi zona kuning.

"Untuk sementara sekolah tetap jalan hingga selesai tracking, apabila hasil tracing mengalami peningkatan sangat signifikan dengan transmisi lokal, maka kita akan evaluasi dengan waktu dekat terkait aturan kbm tatap muka di sekolah," kata Juru Bicara Kebijakan Penaganan Covid-19 Mentawai, Serieli BW.

Dikatakan Serieli BW hal yang paling ditakutkan adalah apabila sudah ada transmisi lokal. Maka dugaan sementara sudah banyak disini, namun karena belum dilakukan tracing dan tes swab saat ini belum terdeteksi. 

"Mudah-mudahan tidak ada penambahan dari tracing," terangya. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre