Breaking News

Realisasi BTT Covid-19 Terhadap 14 OPD Mentawai

 

Foto: Konfrensi Pers

MENTAWAI. FN- Realisasi Belanja Tak Terduga (BTT) penanganan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terhadap 14 Organisasi Perangkat Daerah.

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai, Novriadi bahwa penggunaan BTT di 14 OPD itu sesui kewenangan dan fungsi masi-masing dalam merealisasikan penanganan dan pencegahan Covid-19.

"Tahap awal penanganan dalam siaga darurat covid-19, memang sekretariat gugus tugas yang memfasilitasi, namun perkembangannya di akhir april 2020 di kembalikan kewenangan tersebut kepada OPD supaya lebih fokus penanganannya," ungkapnya kepada Wartawan saat konfrensi pers di Aula Sekretaris Mentawai. Jumat, (11/09/2020).

Ia menambahkan secara keseluruhan realisasi penggunaan anggaran Covid-19 tidak langsung dari BPBD. Namun langsung dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Mentawai.

Sesui anggaran senilai Rp6 miliar itu dikatakan Novriadi telah terealisasi sekitar 60 persen. Anggaran itu juga termasuk memfasilitasi lintas sektor di lapangan dan kebutuhan instansi vertikal dalam penanganan Covid-19.

"Menunjang pelaksanaan tugas-tugas dinas kesehatan dan RSUD seperti memfasilitasi untuk tracking, sosialisasi kelapangan, pengiriman sample swab kepadang, tahap awal saat PSBB, sekretariat gugus tugas BPBD mentawai menghandel pengiriman spesimen dengan mencarter boat," tambahnya.

Berikutnya pengadaan mesin boat ini di peruntukan untuk membantu operasional baik itu puskesmas di Sikakap, Dinas Sosial, Perindagkop dalam penanganan dampak ekonomi. Total semua pengadaan mesin boat itu sebanyak 9 unit dengan anggaran lebih kurang Rp500 juta.

“Kita disekretariat gugus tugas BPBD Mentawai sifatnya hanya memfasilitas mesin boat saja, sedangkan body boat dari OPD yang bersangkutan dan pemanfaatan mesin boat bukan hanya BPBD saja, tapi tergabung tim gugus tugas yang membutuhkan ” terang Novriadi.

Dalam pengelolaan anggaran Covid-19, kata Novriadi setiap minggunya di laporkan realisasinya kepada kejaksaan dan kepolisian, karena ada SOPnya tentang realisasi anggaran, disamping internal di BKD dan Inspektorat, imbuhnya.

Dia menjelaskan, soal pengelolaan bantuan dari luar baik dari BNPB, BPBD Provinsi, Pengusaha, Ormas dan yang lainnya. bantuan itu lebih banyak peralatan medis seperti APD, Handsanitaizer, masker medis dan bantuan itu semuanya tercatat.

Dalam penanganan covid-19 soal bantuan sudah ada petunjuk dari KPK tentang penanganan pengelolaan bantuan, semua bantuan di catat penerimaannya, penyalurannya dan berita acaranya.

“Kita juga melaporkan realisasi penyaluran bantuan ini kepada Inspektorat, Kejaksaan dan Kepolisian” kata dia.

Dikatakan, bantuan APD yang sifatnya premium sudah disalurkan ke Rumah Sakit, Puskesmas yang berpotensi menangani pasien positif covid-19 dan hampir semua puskesmas sudah disalurkan.

Selanjutnya bantuan masker dari donatur sebanyak 6000 pcs dari 6000 itu 4000 pcs adalah masker medis sudah disalurkan ke Rumah sakit, Dinas Kesehatan dan Puskesmas, sedangkan 2000 lagi masker kain disalurkan kepada masyarakat serta instansi yang ada, terangnya.

"Masker yang diadakan pemerintah sebanyak 30 ribu pcs, kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk mentawai lebih kurang 90 ribu, wajar saja ditemukan di lapangan masker banyak masyarakat tidak mendapatkan," tutupnya.

Mekanisme penyaluran dilakukan sesuai dengan SOP dan data dari Dukcapil yang disalurkan berdasarkan jumlah penduduk masing-masing Desa melalui satgas kecamatan. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre