Breaking News

PILKADA PASBAR, POROS TENGAH MENENTUKAN??

                               
                 Oleh : AL Sutan Pamenan

Genderang Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) sudah mulai ditabuh. 4-6 September 2020 nanti bakal calon pemimpin lima tahun kedepan mendaftar di KPU setempat sebelum ditetapkan sebagai calon tetap.

Konon kabarnya lima kandidat bakal mendaftar di KPU untuk berkompetisi merebut mandat rakyat untuk lima tahun kedepan.

Melihat komposisi kandidat saat ini bakal cukup ramai dibandingkan pada Pilkada 2015 lalu. Jika sebelumnya hanya tiga pasang, saat ini kemungkinan lima pasang berkompetisi untuk menjadi pemenang.

Kelima pasang Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati itu adalah Agus Susanto- Rommy Chandra dari jalur perseorangan.

Kemudian pasangan Hamsuardi-Risnawanto yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Yulianto-Syafrial diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Nasdem. Selanjutnya pasangan Erick Hariyona-Syawal Suro yang didukung dan diusung oleh Partai Golkar, PPP dan Perindo.

Serta kandidat Maryanto-Yulisman yang diusung oleh Partai Gerindra dan PBB.

Kalau boleh dilihat dari komposisi dan keterwakilan deerah, empat orang bakal calon bupati berasal dari daerah utara Pasaman Barat dan satu bakal calon bupati dari wikayah selatan Pasaman Barat.

Empat orang bakal calon bupati itu adalah Agus Susanto dan Hamsuardi dari daerah Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang. Erick Hariyona dan Maryanto sama-sama dari Kecamatan Sungai Aur.

Satu orang calon bupati Yulianto dari selatan Pasaman Barat tepatnya dari Bandarjo Kecamatan Pasaman.

Melihat komposisi itu, banyak "ota kadai" yang menganggap bakal calon dari selatan akan unggul atas pasangan lainnya.

Penilaian itu, sah-sah saja dan tidak ada yang melarang. Lantas apakah prediksi di atas kertas itu memang benar. Bisa iya, bisa tidak.

Mungkin itu salah satu variabel namun bukan variabel utama. Banyak faktor yang mempengaruhinya.

Berkaca dari Pilkada 2015 lalu, dengan tiga pasang calon. Dua calon bupati dulu berasal dari bagian utara Pasbar dan satu calon dari utara. Kenyataannya yang jadi pemenang adalah calon bupati dari bagian utara Pasbar.

Lantas apa kemudian faktor yang mempengaruhi untuk merebut kemenangan?. Dan sangat wajar kita juga melihat keterwakilan bakal calon wakil bupati masing-masing pasangan.

Di wilayah Kecamatan Kinali dengan berkaca pada data Pileg 2019 memiliki jumlah pemilih mencapai 39.452 saat ini memiliki dua bakal calon bupati yakni Syafrial dan Yulisman.

Kemudian Risnawanto dari Kecamatan Luhak Nan Duo dengan jumlah pemilih sekitar 26.821. Rommy Chandra dari Kecamatan Pasaman dengan jumlah pemilih pada Pemilu terakhir 41.362 serta Syawal Suro berasal dari Kecamatan Pasaman.

Dilihat dari komposisi itu maka tidak salah sejumlah pihak menilai masyarakat poros tengah akan menjadi penentu. Siapa yang bisa meraup suara tertinggi di poros tengah akan menjadi pemenang.

Mereka berangkapan untuk wilayah utara dan selatan Pasbar suara dipastikan terbagi. Tinggal jadi rebutan wilayah poros tengah. Mulai dari Talamau, Pasaman, Sasak Ranah Pasisia dan Kecamatan Luhak Nan Duo.

Apakah itu bisa menjadi variabel. Bisa ia, bisa tidak. Belum lagi bicara keterwakilan (maaf) etnis dan sebaran keluarga masing-masing bakal calon.

Jujur saja dalam setiap perhelatan Pilkada faktor etnis kandidat juga sangat kental dan mempengaruhi. Sebab masyarakat Pasbar terdiri dari tiga etnis yakni Minang, Mandailing dan Jawa.

Bahkan mesin partai juga harus mampu dijalankan karena jelas memiliki suara dan simpatisan.

Kini tinggal bagaimana masing-masing bakal calon menjalankan strategi yang tepat, jitu dan tim yang solit untuk meraih suara dari kantong-kantong yang ada.

Berikan dan tawarkanlah kepada rakyat program yang jelas, realistis dan memiliki konsep berpikir untuk membangun daerah.

Sebagai gambaran saja Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pileg 2019 lalu adalah sebanyak 248.257 jiwa.

Pemilih laki-laki berjumlah 122.764 jiwa dan perempuan 125.493  jiwa.

DPT Kecamatan Sungai Beremas sebanyak  15.189 jiwa dengan laki-laki 7.473 jiwa dan perempuan 7.716 jiwa.

Kecamatan Lembah Melintang dengan jumlah DPT sebanyak 28.658  jiwa, laki-laki 14.124 jiwa dan perempuan 14.534 jiwa.

Kecamatan Pasaman dengan DPT 41.362 jiwa, laki-laki 20.382 dan perempuan 20.980 jiwa.

Kecamatan Talamau dengan jumlah DPT 19.032, laki-laki 9.537 jiwa dan perempuan 9.495 jiwa.

Kemudian Kecamatan Kinali dengan jumlah DPR 39. 452,  laki-laki 19.568 jiwa dan perempuan 19.884 jiwa.

Kecamatan Gunung Tuleh dengan jumlah DPT 15.139 jiwa, laki-laki 7.518 jiwa dan perempuan 7.621 jiwa. Kecamatan Ranah Batahan dengan DPT 16.109 jiwa, laki-laki 7.911 dan perempuan 8.198 jiwa.

Selanjutnya di Kecamatan Koto Balingka  dengan jumlah DPat 17.781 jiwa, laki-laki 8.668 dan perempuan 9.113 jiwa.

Kecamatan Sungai Aua dengan jumlah DPT 19.696 jiwa, laki-laki 9. 736 jiwa dan perempuan 9. 960  jiwa.

Di Kecamatan Luhak Nan Duo dengan DPT 26.821 jiwa, laki-laki 13. 319 jiwa dan perempuan 13.502 jiwa dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisia dengan jumlah DPT 9. 018  jiwa, laki-laki 4.528 jiwa dan perempuan 4.490 jiwa.

Itu adalah DPT Pemilu terakhir. Tentu berkemungkinan akan ada tambahan jumlah pemilih baik pemilih pemula maupun pemilih yang baru berdomisili di Pasbar.

Yang saat ini petugas KPU masih melakukan pemukhtahiran data pemilih ditingkat PPS.

Apakah masyarakat poros tengah menentukan?? Wallahualam...

(Dodi Ifanda)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre