Breaking News

Miris! Rumah Reyot Janda 3 Anak di Sipora Utara

Foto: Kondisi Rumah Janda 3 Anak di dusun Nduru, Desa Goisooinan.

MENTAWAI. FN- Miris rumah kayu sudah reyot ini ditinggali seorang Janda di Dusun Nduru, Desa Goisooinan, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat memprihatinkan.

Pasalnya, atap dan dinding teras rumah tak layak lagi sehingga tak mampu melindungi atau menjamin keamanan mereka sekeluarga di dalam rumah. Kemudian ditambah dengan kondisi kamar mandi beralas tanah. 

Dia adalah Nesar Lina (31) Janda tiga orang anak itu telah dua tahun ditinggal mati suami. Dia dan anak-anak tinggal dirumah berukuran 5X6 di Pogari. Ditambah Nesar Lina bukan Penerima Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia mencari lokan dengan nilai jual Rp15 ribu per kilogram. Terkadang, dari hasil lokan ini ia dapat memperoleh uang Rp30 ribu hingga 50 ribu perhari. 

"Terkadang saya mencari lokan dua kali dalam seminggu, untuk beli sabun dan kebutuhan dapur," ungkap Janda tidak produktif itu kepada Wartawan di kediamannya. Jumat, (25/09/2020).

"Kami disini menanam padi dan keladi untuk kebutuhan sehari-hari, ditambah dengan kelapa yang dapat dijual untuk belanja tambahan," lanjutnya.

Anak pertamanya saat ini duduk dibangku kelas VI SD ini masih mampu dibiayai. Namun untuk beranjak ke SMP tentu memerlukan biaya cukup besar. Mengingat jarak rumah ke sekolah sangat jauh mencapai hingga 17 Km. 

Sementara itu Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Goisooinan Jaibi mengatakan, seharusnya, Janda tersebut dibantu dengan ketersedian program yang ada di pemerintahan.

Menurutnya, bantuan itu bisa melalui Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (DSP3A) maupun di Dinas Perumahan Kawasan dan Pemungkiman (DPKP). Pasalnya, ketersedian anggaran dana desa tidak ada diperuntukan bantuan sosial. 

Akan tetapi lanjutnya, pemerintah desa dapat merekomendasi yang bersangkutan layak atau tidaknya dibantu. "Namun apabila ada program dari dinas terkait, pihak desa dapat mengambil kebijakan untuk mengusulkan layak dibantu atau tidak," ujarnya.

Maka melalui itu, pihak dusun mesti mengetahui kondisi dan keadaan warganya. Selanjutnya pihak dusun melaporkan ke pihak desa yang disetujui oleh lembaga BPD Goisooinan. 

"Karena untuk membantu langsung menggunakan anggaran DD kita tidak punya kekuatan," terang Jaibi. 

Diakuinya, rumah Janda 3 anak itu mesti dibantu. Namun itu tergantung terhadap pihak dusun yang memiliki wewenang di wilayah mereka. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre