Breaking News

Masa Pandemi Covid-19, Harapan Tertinggal di Pelabuhan Sao

Foto: Pelabuhan Sao, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

MENTAWAI. FN- Sejak Mentawai dilanda Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada bulan Maret 2020 lalu, Kapal penyeberangan antar pulau milik pemerintah daerah Mentawai tidak beroperasi. Akibatnya, ekonomi masyarakat lumpuh total.

Tidak beroperasinya Kapal ke Pelabuhan Sao, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, membuat pendapatan masyarakat turun drastis. Pasalnya, kapal sebagai penyalur dan penghubung hasil pertanian, perikanan dan kelautan di non aktifkan pihak Dinas Perhubungan Mentawai.

"Rata-rata masyarakat disini bergantung kepada transportasi laut, baik membeli sembako maupun menjual hasil pertanian dan perikanan," ungkap Warga Setempat, Guga Power Munthe kepada Wartawan di kediamannya. Senin, (14/09/2020).

Menurutnya, Pandemi Covid-19 merupakan bencana besar berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Tentu ini perlunya solusi dan kebijakan sesui dengan kondisi wilayah setempat.

"Dengan tidak beroperasinya kapal ke sini, kami sebagai masyarakat sangat banyak mengalami kerugian, khususnya disisi ekonomi, meskipun ada kebijakan dari pemerintah tapi lihatlah dulu kondisi masyarakat disini," terangnya putra daerah setempat. 

Ekonomi masyarakat bergantung terhadap transportasi laut atau kapal dalam mengirim hasil pertanian, perikanan dan kelautan itu sangat kewalahan dengan kondisi saat ini.

Selanjutnya, bagi anak masyarakat tengah menempuh pendidikan di sekolah maupun di bangku kuliah. "Harapan kita kapal bisa masuk lagi karena ini tiang dari ekonomi masyarakat," tambahnya.

Guga Power Munthe dulunya pada tahun 2010 adalah anak pemilik tanah yang telah menyerahkan tanahnya kepada pemerintah untuk di bangun pelabuhan mengakui bahwa pada bulan Mei 2020 lalu bertepatan dengan peristiwa badai melanda Desa Tuapejat yang mengakibatkan banyak rumah rusak itu juga berdampak terhadap pelabuhan di sao. 

"Pelabuhan apun ini sempat hanyut jauh dari pelabuhan, dan kita dan masyarakat berinisiatif untuk mencari dan mengembalikan ketempat semula, meskipun saat pengembalian itu menggunakan uang pribadi tetapi tidak masalah inikan untuk kepentingan bersama," jelasnya.

Dok: Pelabuhan Apung Sao jauh terbawa ombak ke pertepian pantai.

Sao merupakan dusun yang berada di Desa Bosua. Sementara Desa Bosua adalah salah satu Desa dari 7 desa yang terdapat di Kecamatan Sipora Selatan yaini, Desa Beriulou, Nemnemleleu, Mara, Sioban, Saureunu dan Matobe. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre