Breaking News

KPU Pasaman Barat Ingatkan Pengeluaran Dana Kampanye Tiap Paslon Dibatasi Maksimal Rp 11 M


Pasaman Barat, Figurnews.com

Komisioner KPU Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumbar mengatakan, pembatasan dana pengeluaran kampanye peserta pemilihan bupati dan wakil Bupati Pasaman Barat sekitar Rp 11 miliar.

Ketua Komisioner KPU Alharis mengatakan, pembatasan dana pengeluaran kampanye disepakati sekitar Rp 11 miliar. Anggaran dana tersebut disepakati pada saat rapat koordinasi dengan masing-masing pihak liaison officer (LO) paslon.

"Hari ini kita adakan rapat koordinasi pembatasan pengeluaran dana kampanye dihadiri pengurus partai politik serta masing-masing LO dari 5 pasangan calon bupati dan wakil bupati Pasaman Barat tahun 2020, pada akhirnya disepakati maksimal 11 miliar rupiah" kata Alharis, Selasa (29/9) di Aula KPU Pasbar.

Meskipun begitu nilai anggaran pemasukan maupun pengeluaran tiap paslon bisa berubah setiap waktu. Hanya saja ada pembatasan jumlah pengeluaran anggaran yang wajib ditaati oleh para paslon.

Otomatis peserta wajib tidak boleh melewati jumlah pengeluaran anggaran yang sudah ditentukan oleh KPU. Jika terbukti adanya pengeluaran yang berlebih akan ada teguran dari pihak penyelenggara.

"Nanti paslon akan melaporkan rinciannya. Kalau ternyata ditemukan lebih dari Rp 11 miliar, paslon bisa dibatalkan," ujar Alharis.

Sebelumnya KPU Pasbar telah menerima Laporan Awal Dana kampanye (LADK) dari tiga pasangan calon (paslon), Jumat (25/9)

LADK menjadi laporan awal pemasukan maupun pengeluaran masing-masing calon selama masa kampanye.

Disampaikan juga pemberlakukan aturan terkait sumbangan dana kampanye bagi seluruh pasangan calon usai ditetapkan sebagai konstestan Pilkada yang akan bertarung pada 9 Desember 2020.

Bentuk sumber dana kampanye berupa Uang, barang, dan jasa. Adapun sumber uang yaitu bersumber dari pasangan calon yang bersangkutan, partai politik dan atau gabungan partai politik yang mengusulkan, sumbangan perseorangan, sumbangan kelompok , sumbangan badan usaha, wajib ditempatkan pada rekening khusus dana kampanye terlebih dahulu sebelum digunakan  untuk kegiatan kampanye.

Bentuk barang, benda bergerak atau benda tidak bergerak yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan harga pasar yang wajar pada saat sumbangan itu di terima.

Jasa, yaitu pelayanan atau pekerjaan yang dilakukan pihak lain yang manfaatnya dinikmati oleh pasangan calon sebagai penerima jasa yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan harga pasar yang wajar pada saat sumbangan itu diterima.

Pada rakor tersebut juga dijelaskan pembatasan sumbangan dana kampanye, Alharis menegaskan "Batas nominal sumbangan minimal partai politik atau gabungan partai politik itu maksimal Rp750 juta, sedangkan untuk perseorangan maksimal Rp75 juta," katanya

"Dalam rapat koordinasi bersama tim pemenangan Paslon sudah disampaikan membuat rekening dana kampanye dan setiap operator Paslon telah mengikuti Bimtek dalam mengelola dana kampanye itu. Kami pun sudah membuat aplikasi Sistem Dana Kampanye atau Sidakem," ucap dia menjelaskan.

Sistem aplikasi ini, selanjutnya akan diisi operator kemudian menjadi bahan KPU untuk mengecek seberapa besar dana transfer yang masuk sampai batas akhir setelah masa kampanye. Pada akhir masa kampanye, rekening wajib ditutup jelang masa pemilihan peserta Pilkada.

"Nah dari situ kita lihat sumbangan dana kampanyenya dari mana saja. Disinilah fungsi pengawasannya, sebab seluruh peserta wajib membuat rekening khusus dana kampanye itu," ungkapnya

Pada kesempatan itu juga menjelaskan sudah ada aturan dana kampanye bagi para kandidat yang sudah ditetapkan menjadi calon peserta Pilkada.

Dalam UU Nomor 10/2016 pasal 74 serta Peraturan KPU Nomor 5/2017 telah diatur sumbangan dana kampanye hingga penyimpanan dana kampanye di dalam rekening bank. Ada tiga kategori yang bisa berpotensi mendiskualifikasi pasangan calon salah satunya terkait dana kampanye.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre