Breaking News

Hasil Pengolahan Minyak Goreng Ibu-ibu PKH Desa Berilou Belum Produktif

Foto: Sekolompok Ibu-ibu PKH di Desa Beriulou mengolah Kelapa menjadi minyak Goreng

MENTAWAI. FN- Sekelompok Ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengolah kelapa menjadi minyak goreng. 

Namun hasil dari pengolahan saat ini belum produktif. Akibatnya, pemasaran belum sesui harapan sekelompok Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok tani Siobak Mamaju itu. 

Kelompok 'Siobak Mamaju' berbahasa Mentawai berarti mau maju itu telah terbentuk selama 2 tahun belakang dengan anggota 14 orang. 

Menurut Ketua Kelompok Siobak Mamaju, Neni Samaloisa bahwa selain mengolah minyak kelapa, kelompok ibu-ibu itu juga menanam berbagai macam pertanian. Salah satunya pisang. 

"Biasanya kita dalam satu minggu dapat menjual pisang yang di jemput langsung kesini oleh pembeli," ungkapnya kepada Wartawan di kediamannya, dusun Papang Leleu, Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Minggu, (20/09/2020).

Dari hasil pertanian pisang itu dikatakan Neni ia dan kelompoknya dapat menghasilkan uang senilai Rp200 ribu per minggu. 

Sementara itu untuk penjualan minyak goreng dalam satu minggu senilai Rp300 ribu dengan rincian 1 Kg seharga Rp15 ribu dan hasilnya 20 Kg per minggu.

"Kita bersama ibu-ibu mengerjakan ini selama dua hari yakni sabtu dan minggu siang," ujarnya. 

Untuk pengolahan sendiri dikatakannya, dimulai dari pengukusan, penggorengan dan pengeringan. Namun semua dilakukan secara manual. "Kami masih bekerja secara manual, kalau ada mesin kukuran mungkin hasilnya lebih banyak," terangnya.

Ia berharap pemasaran produk lokal ini kedepan lebih maksimal. Dan menambah ekonomi kelompok ibu-ibu setempat.

Sementara Itu Pendamping PKH Desa Beriulou dan Mara Dinas Sosial Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A), Jumelsen mengatakan bahwa terdapat sebanyak 54 Ibu PKH di Desa Beriulou. 

Menurutnya, Ibu-ibu PKH dituntut untuk aktif dalam berkelompok. Khususnya dalam meningkatkan taraf ekonomi. Maka melalui itu selalu mendorang ibu-ibu agar aktif dalam kebersamaan salah satunya, kelompok tersebut.

"Terkadang juga kita bantu untuk menjualkan hasil pisang dan minyak goreng ibu-ibu ini keluar," katanya.

Jumelsen juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait tentang rencana ibu-ibu itu. 

Program Keluarga Harapan dikatakannya, buka sekedar peningkatan ekonomi saja, namun disini mereka sudah diberi keringanan di bidang pendikan dan kesehatan, sesui ketentuan yang diatur oleh oleh Dinas Sosial. 

Namun Jumelsen mengatakan, Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi mesti berjalan seimbang untuk keberlangsungan hidup. 

"Maka disini ibu-ibu mesti aktif, tetapi kalau tidak aktif, bisa saja nama kedepannya beralih dan tidak ada lagi sebagai KPM PKH," tutupnya. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre