Breaking News

Aparat Desa dan Ketua Pemuda di Sipora Utara Amankan Pelajar Saat Kumpul Kebo

Foto: Sekelompok Pemuda diamankan Aparat Desa dan Pemuda di Kecamatan Sipora utara, Mentawai

MENTAWAI. FN- Warga diresahkan oleh sekelompok Pelajar yang sering berkumpul di sebuah rumah di Wilayah Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Melalui berbagai macam dugaan dari Masyarakat, maka aparat desa dan ketua pemuda setempat mendatangi rumah tersebut. 

Menurut Kepala Dusun di wilayah itu, Jonar Tamba bahwa saat menggedor pintu rumah, dibuka langsung oleh anak pemilik rumah (perempuan) dimana saat itu orang tua anak tidak di rumah. Sabtu, 19 September 2020 pukul 24.00 wib.

"Pas pintu dibuka oleh anak si pemilik rumah, saya melihat satu orang anak perempuan berada di ruangan, sementara pintu kamar anak pemilik rumah ini terbuka, karena curiga, saya tanya masih ada lagi temannya, anak ini langsung menggedor kamar satu lagi, lalu kita temukan dua pasang di dalam kamar," ungkapnya kepada figurnews.com. Minggu, (20/09/2020).

Sebelumnya, Tamba belum tahu pasangan anak pemilik rumah ini. Namun setelah membuka kamar kedua dan menemukan dua pasang di dalam kamar, dia menanyakan masih ada yang lain, Awalnya mereka mengatakan tidak ada. Tetapi setelah ditanya lagi untuk kesekian kalinya tiba-tiba terdengar percikan air di dalam kamar mandi. Mendengar ada suara di dalam kamar mandi, pihaknya langsung membuka pintu, saat itu kebetulan tidak dikunci. Ternyata ada laki-laki didalam kamar mandi, dengan modus lagi mencuci pakaian.

"Kita temukan dia menggunakan handuk, Lalu kita tanyain untuk mengakui apa yang diperbuat," ujarnya.

Maka atas pengerebakan itu, terdapat 7 orang di dalam rumah itu. Dengan rincian, 6 orang pelajar dan 1 orang ex pelajar. Artinya, tiga pasang kekasih, satu tanpa pasangan. Ketiga pasang itu terdiri dari pelajar tingkat SMP, tingkat SMA dan ex pelajar.

Tamba menyesali hal itu terjadi terhadap generasi penerus bangsa di Mentawai. Apalagi setelah mendengar pernyataan dari masing-masing pelajar tersebut. 

"Kita introgasi mereka hingga pukul 03.30 wib pagi, jawabannya berbelit-belit, namun kita sudah punya cara untuk menemukan kesimpulan, hasilnya dimana sangat mengecewakan," terangnya.

Melalui itu, dia bersama Ketua Pemuda langsung menjemput salah satu orang tua dari anak tersebut. Dan pihaknya, langsung menyuruh anak-anak itu meminta maaf terhadap orang tua mereka. Kemudian pihaknya menyuruh mereka membuat surat pernyataan dengan materai.

"Modus mereka kepada orang tua belajar kelompok menyelesaikan tugas sekolah, tentu orang tua memberi izin," paparnya.

Ia berpesan terhadap orang tua, agar lebih berhati-hati, teliti dan tetap memantau alasan anak-anak. Apalagi dengan kondisi dan situasi Pandemi Covid-19 ini.

Atas kejadian itu, Tamba berkeinginan untuk berkoordinasi dengan seluruh aparatur desa untuk membentuk Perlindungan Masyarakat (Linmas) di masa Pandemi Covid-19 ini, terlebih saat ini sekolah melakukan Pelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Terpisah, menurut Ketua Pemuda di kecamatan Sipora utara, Adrian bahwa kejadian ini merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga generasi penerus bangsa supaya lebih baik kedepan.

"Tujuan kita ini bukan memojokan mereka, tetapi ini adalah pelajaran bagi pelajar lain, bahwa ini prilaku yang sudah tidak wajar," ujarnya.

Hal ini dikatakannya, untuk membuat jera terhadap anak lain. Apalagi kondisi dan situasi Covid-19 ini menjadi sebuah kesempatan bagi mereka untuk melakukan hal-hal negatif. Tentu ini perlu dijaga.

Masa PJJ di sekolah menurutnya, menjadi ajang semua pihak untuk saling menjaga anak sebagai generasi penerus bangsa. 

"Pembelajaran secara online ini sangat mudah bagi anak-anak melakukan komunikasi di media sosial, dan alasan belajar online menjadi kesempatan termudah bagi mereka mengelabui orang tua," terangnya.

Adrian mengatakan sangat besar harapannya terhadap orang tua agar selalu melakukan pemantauan kepada anak-anak di Mentawai, khusunya di Sipora utara.

"Kita amankan ini atas laporan masyarakat, dimana sudah sangat meresahkan, apalagi masyarakat itupun sudah pernah mengingatkan karena ini sudah berlangsung selama satu minggu," terangnya.

Adrian menyampaikan bahwa pihaknya tidak melarang anak-anak bergaul, namun sewajarnya dan sesui waktu. "Kita tegaskan, kita tidak memandang siapa dia, baik itu keluarga saya kalau dia salah tetap kita beri sanksi sosial," tutupnya. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre