Breaking News

6 Larangan saat Kampanye Pilkada 2020, Mulai Pentas Seni Hingga Perlombaan Olahraga



Pasaman Barat, Figurnews.com

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memperbarui aturan terkait tahapan kampanye Pilkada 2020 di tengah situasi pandemi Covid-19.

Komisoner Misdarliah,S.pd  Anggota KPU divisi Partisipasi masyarakat (parmas), menyampaikan "Pada aturan baru yang tertuang di dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020, lembaga penyelenggara pemilu itu mengatur sejumlah sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pada saat Pilkada 2020.


berdasarkan PKPU Nomor 13 Tahun 2020 pasal 88C, yang secara detail disebutkan bahwa, larangan membuat kegiatan kebudayaan berupa pentas, seni, panen raya dan konser musik,".

Kemudian, lanjut dia, larangan olahraga yang melibatknya banyak orang berupa gerak jalan santai dan sepeda santai, atau perlombaan. Terakhir, larangan digelar rapat umum, kegiatan sosialisasi seperti bazaar, donor darah dan peringatan hari ulang tahun partai politik.


Lebih lanjut Misdarliah menegasakan larangan menggelar kampanye terbuka dibahas dalam PKPU nomor 13 tahun 2020. Dalam peraturan itu, paslon dilarang menggelar pertemuan terbuka.

Menurutnya, pertemuan hanya boleh dilakukan terbatas maksimal 50 orang di tempat tertutup. Namun demikian, lanjutnya, pihaknya mendapat masukan dari para pakar, bahwa meskipun tertutup masih ada potensi penularan.

“Pada prinsipnya, larangan yang diturunkan KPU itu bertujuan mengantisipasi terjadinya penularan masal pada suasana kampanye, mengingat masa pandemi Covid-19 masih berlangsung,” ujarnya.



Misdarliah menegaskan apabila larangan ini dilanggar oleh tim maupun peserta Pilkada Pasaman Barat, maka akan dikenakan sesuai aturan pemilu yang berlaku.

Ketentuan pelarangan konser musik itu diatur dalam Pasal 88C Ayat (1). Disebutkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, tim kampanye, dan/atau pihak lain dilarang melaksanakan kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf g dalam bentuk berikut.

1. Rapat umum; 

2. Kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik; 

3. Kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai; 

5. Perlombaan kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah; dan/atau 

6. Peringatan hari ulang tahun Partai Politik.

Dalam Pasal 88C Ayat (2), PKPU tersebut juga mengatur apabila partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, tim kampanye, dan/atau pihak lain yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dikenai sanksi.

Sanksi pertama berupa peringatan tertulis oleh Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota pada saat terjadinya pelanggaran.

“Kedua, penghentian dan pembubaran kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran oleh Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota apabila tidak melaksanakan peringatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam huruf a dalam waktu 1 (satu) jam sejak diterbitkan peringatan tertulis,” bunyi sanksi yang dituliskan

”Ada juga peraturan soal ini, jadi mereka yang langgar maka itu gawenya Bawaslu untuk beri peringatan tertulis, agar mematuhi ketentuan protokoler kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Kalau masih tetap melanggar, maka Bawaslu akan hentikan dan bubarkan kegiatan kampanye itu,” tandasnya. 

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre