Breaking News

Kios Pasar Baru Sioban Belum Efektif Dukung Pedagang

Foto: Kios Pasar Sioban

MENTAWAI. FN- Sejak di resmikannya kios pasar baru di Sioban hingga kini belum efektif. Akibatnya banyak pedagang menutup dan tidak mengisi kios tersebut. Hal itu dilatar blakangi belum adanya kapal tetap sebagai akses jual beli masyarakat setempat. Ditambah belum berakhirnya wabah Covid-19 hingga saat ini.

Menurut salah satu Pedagang di kios pasar baru Sioban, Citra (33) bahwa kapal menjadi tiang utama dalam proses jual beli. "Saat ini jual beli belum maksimal, hal itu akibat tidak adanya kapal langsung membawa barang kesini dari padang," ungkapnya di pasar Sioban, Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Minggu, (23/08/2020).

Dikatakannya, pasar sekarang jauh berbeda dengan pasar dulu. Dimana pasar dulu dibarengi dengan masuknya kapal Sumber Rezeki, tentu masyarakat banyak berdatangan.

"Dulu waktu ada kapal sumber masuk kesini, masyarakat dapat menjual hasil pertaniannya ke agen-agen yang datang dengan kapal sumber, tentu itu saling menguntungkan," terang Citra.

Namun saat ini katakannya, transaksi jual beli sejak tidak masuknya kapal sumber jauh menurun. Begitu juga dengan kios pasar baru yang ditempatinya saat ini.

Citra merupakan 1 dari 6 kios terisi saat ini. Sementara itu ada sebanyak 10 kios dalam keadaan kosong. "Mereka belum mengisi kios karena covid-19 ini," paparnya.

Ibu dua orang anak itu menjual minuman dan makan-makan ringan mengakui jual beli rata-rata saat ini hanya diatas Rp50 ribu per hari. 

Terpisah, Camat Sipora Selatan, Kardin mengatakan, setelah diresmikan, kios pasar baru di Sioban mulai dihuni Pedagang sejak 1 Mei 2020 lalu. 

"Jadi karena pandemi covid-19 ini, pedagang diberi kelonggara untuk tidak membayar retribusi selama 2 bulan atau bulan mei hingga juni," katanya.

Hal itu dilakukan sesui Peraturan Bupati Mentawai Nomor 16 Tahun 2016 tentang pengelolaan pasar oleh pihak kecamatan. Dengan beban retribusi Rp900 ribu per bulan. Hasil retribusi tersebut menjadi pendapatan asli daerah.

"Kita dengan pedagang sudah membuat kesepakatan, Apabila mereka meninggalkan kios dalam jangka waktu dua bulan, maka kios itu kita alihkan ke yang lain," terangnya.

Selain itu Camat Sipora Selatan juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyurati PT. Pelni untuk mengoperasikan Kapal KM Sabuk Nusantara untuk masuk ke Sioban seperti Kapal Sumber dulu.

"Kita bersama 7 kepala desa disini telah menyurati kapal sabuk nusantara untuk masuk ke sioban, namun karena covid-19 ditunda," terangnya.

Kardin menjelaskan masuknya kapal sabuk nusantara dikususkan untuk wilayah sioban saja. Dengan jadwal masuk hari sabtu pukul 06.00 wib dan kembali ke Padang pukul 18.00 wib.

Maka melalui itu dikatakannya, transaksi jual beli di pasar Sioban dapat pulih seperti dulu lagi.

16 Kios baru pasar Sioban merupakan revitalisasi pasar rakyat dengan sumber APBN DAK 2019 penugasan bidang pasar, kementrian perdagangan RI, nomor: 19/SPK-PPK/PSR-Sioban/VII-2019, sebesar Rp1.538.608.000,00-. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre