Breaking News

Cagar Budaya di Mentawai Butuh Perhatian Semua Pihak

Foto: Pilbox Jepang di belakang PLTD Sikakap

MENTAWAI. FN- Cagar Budaya di kabupaten kepulauan Mentawai sebagai Warisan Budaya butuh perhatian semua pihak agar dapat dilestarikan.

Berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, situs cagar budaya berada di laut dan di darat.

Cagar Budaya disebut apabila memenuhi kriteria yakni, berusia 50 tahun lebih, mewakili masa gaya 50 tahun lebih, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan pendidikan dan kebudayaan dan mewakili nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Menurut Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Laurensius Saruruk bahwa untuk menjaga dan melestarikan Cagar Budaya di Kepulauan Mentawai perlu perhatian semua pihak.

Laurensius menyebutkan, dari tahun 2007 hingga 2013 terdapat 12 Cagar Budaya di Mentawai terdata di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatra Barat berpusat di Batusangkar. 

"Maka untuk menjaga kelestariannya, kita butuh pemeliharaan terhadap cagar budaya tersebut," ungkapnya kepada Wartawan di ruangannya. Kamis, (31/07/2020). 

Diakuinya, saat ini kegiatan untuk itu tidak ada anggaran. Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mentawai menjadi kendala untuk hal tersebut.

Meski demikian pihaknya bidang kebudayaan berupaya mempertahankan cagar budaya melalui data base yang nantinya dibentuk menjadi sebuah buku. Lalu disosialisasikan melalui Focus Group Discussion.

Adapun 12 Cagar Budaya itu ialah (1) Pilbox Jepang II/Nomor Inventaris Cagar Budaya: 02/BCB-TB/A/19/2007 di Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, (2) Uma Tradisional Suku Saurei/ Nomor Inventaris Cagar Budaya: 04/BCB-TB/A/19/2017 di Maileppet, Kecamatan Siberut selatan.

Selanjutnya, (3) Uma Aelus Sakukeret/Nomor Inventaris Cagar Budaya: 05/BCB-TB/A/19/2007 di Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, (4) Pilbox Pastoran/Nomor Inventaris Cagar Budaya: 06/BCB-TB/A/19/2013 di Sikakap, Kecamatan Sikakap, (5) Pilbox Perikanan/Nomor Inventaris Cagar Budaya: 07/BCB-TB/A/19/2013 di Sikakap barat, Kecamatan Sikakap.

Seterusnya, (6) Pilbox Belakang PLTD Sikakap/Nomor Inventaris Cagar Budaya: 09/BCB-TB/A/19/2013 di Sikakap Tengah, Kecamatan Sikakap, (7) Kubu Sikakap Tengah/Nomor Inventaris Cagar Budaya: 09/BCB-TB/A/2013 di Siakakap Tengah, Kecamatan Sikakap, (8) Pilbox Masabu I/Nomor Inventaris Cagar Budaya: 11/BCB-TB/A/19/2013 di Sikakap, Kecamatan Sikakap.

Kesepuluh (10) Nem-nem I (Bai-bai) Nomor Inventaris Cagar Budaya: 09/BCB-TB/A/19/2013 di Muaro Taikako, Kecamatan Sikakap, (11) Pilbox Masabu I Nomor Inventaris Cagar Budaya: 11/BCB-TB/A/19/2013 di Nem-nem leleu, Kecamatan Sikakap.

Kemudian (12) Pilbox Pasibuat/Nomor Inventaris Cagar Budaya: 16/BCB-TB/19/2013 di Muaro Taikako, Kecamatan Sikakap. (ev)


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre