Breaking News

Hingga Kini Kondisi Jalan Sagitsi Belum Tersentuh Anggaran Pusat

Foto: Jalan Sagitsi Timur (Lopon)

MENTAWAI. FN- Kondisi Jalan Penghubung di Pulau Sipora tepatnya di Dusun Sagitsi Timur, Desa Nem-nem Leleu, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai belum ada solusi dan butuh perhatian dari Pemerintah Pusat atau APBN.

Jalan tersebut merupakan jalur jalan nasional sepanjang 89,49 Km. Namun dari 89,49 km hanya dapat dilalui kendaraan roda 4 dari Tuapejat, Kecamatan Sipora utara hingga Sioban, Kecamatan Sipora selatan atau sepanjang 45 Km. 

Jalan rusak itu berada sekira 10 Km setelah Sioban. Artinya, saat ini jalan belum dapat disentuh dengan Anggaran pusat. 

Dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Satuan Kerja Pengerjaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumatra barat, Nova Herianto melalui pesan Whatshapnya kepada figurnews.com bahwa, dengan keterbatasan anggaran, Tahun ini belum ada anggaran untuk menangani lokasi tersebut. Sabtu, 25 Juli 2020.

Dijelaskannya, ruas jalan tahun 2020 ini dari Sioban ke Katiet belum ada dana penanganan. Hanya saja setiap tahun beransur-ansur hingga saat ini 34 Km terhitung setelah berstatus jalan nasional.

Terpisah, Kepala Desa Nemnemleleu, Balsanus mengatakan bahwa ketersedian anggaran di Desa tahun ini tidak sanggup mengatasi hal itu. Pasalnya, Jalan rusak bekas jalan Pembangunan Prasarana Desa (P2D) Mandiri itu berada di atas tanah rawa. Tentu butuh material tanah banyak dan Mobil serta Alat berat untuk menimbun.

"Jalan itu sudah pernah kita gorokan bersama warga setempat dan pemilik mobil yang melewati jalan itu. Namun karena secara manual tentu tidak maksimal," ujarnya.

Jalan rusak bekas jalan Pembangunan P2D Mandiri pada tahun 2012 itu, seharusnya tidak dapat di lalui mobil. Namun sejak tahun 2019 mobil masuk, akibatnya jalan rusak parah. 

Pihaknya juga telah menyurati pemilik mobil yang memiliki kepentingan di jalan tersebut. Sehingga mereka dapat membawa 5 karung tanah per trip. Jadi dengan seringnya mobil lewat tentu tanah timbunan menjadi banyak. 

Kepala Desa itu berharap peranan semua pihak untuk memberikan solusi untuk mengatasi masalah itu. Khususnya pemilik kendaraan roda empat. 

"Sebenarnya kita bisa saja membangun jalan disitu. Tetapi kalau itu jalan nasional ataupun kabupaten tentu apa yang kita kerjakan sia-sia. Namun pemdes nemlelelu saat ini telah memulai membangun jalan pengalihan menuju sagitsi. Tentu itu jalan tidak boleh dilalui mobil," tutup Balsanus. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre