Breaking News

Aksi Solidaritas Untuk Korban Predator Anak di Mentawai

Foto: Aksi Solidaritas untuk Korban Predator Anak

MENTAWAI. FN- Meninggalnya Korban Pencabulan beberapa waktu lalu setelah menjalani perawatan atas percobaan bunuh diri dilakukan Korban karena depresi mengundang aksi Solidaritas dari Koalisi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak tergabung dari 22 Organisasi Lembaga dan Masyarakat. 

Aksi Solidaritas itu memenuhi sebagaian simpang Tugu Sikerei di Km-09, Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora utara, Mentawai. Dalam aksi tersebut Koalisi anti kekerasan perempuan dan anak menyatakan sikap ‘Hentikan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Mentawai’. 

Pada pernyataan sikakap itu Koalisi Anti Kekerasan Perempuan dan Anak menghimbau seluruh Masyarakat untuk membuka hati dan pikiran bahwa selama ini Para Predator mengintai dan menjadi ancaman bagi anak di bawah umur. 

Aksi Solidaritas itu menyampaikan tujuah poin yakni, rasa prihatin atas meninggalnya korban kekerasan sesual terhadap anak KL atas percobaan bunuh diri setelah di rawat di RSUD Mentawai. Melalui peristiwa itu, Koalisi tersebut mengutuk keras agar tidak terjadi lagi. Selanjutnya, meminta Polres Mentawai dan Kejaksaan Negeri Mentawai mengusut tuntas kasus KL sesui aturan yang berlaku. Meminta penelusuran lebih jauh panti asuhan menangi korban selam di Kota Padang, Sumbar. Termasuk kasus serupa yang tengah di tangani di Mentawai. 

Kemudian terkait kasus tersebut Koalisi anti kekerasan perempuan dan anak meminta memberikan perhatian terhadap orban dan keluarga korban. Maka melalui itu koalisi meminta adanya rumah singgah dan tenaga phisikolog memadai bagi korban hingga pulih dari traumatik. Selama proses hukum, Koalisi meminta Pemerintah dan DPRD Mentawai menyediakan angaran Transportasi, Akomodasi dan Pendampingan selama proses hukum berjalan. Permintaan kepada Dinas Sosial untuk membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di semua tingkatan disisi pendanaan operasional dan peningkatan kegiatan kapasitas. 

“Kami mendukung terwujudnya kabupaten kepulauan Mentawai sebagai kabupaten ramah anak, untuk itu kami meminta agar persyaratan regulasi segera di gagas dan di terbitkan sesui Undang-undang produk hukum daerah,” sambutnya Koordinator Lapangan Aksi Solidaritas, Nikanor Saguruk. Kamis, (02/07/2020). 

Kemudian aksi Solidaritas itu meminta semua unsur terlibat aktif dalam advokasi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Serta terbuka dalam memberikan laporan kekerasan seksual dilingkungan sekitar. Ditempat yang sama, Wakapolres Kepulauan Mentawai, Kompol Maman Rosadi mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tinggi di Mentawai. Maka dari pada itu mari bersama untuk menjaga dan memberikan pengertian agar para korban dapat melaporkan. 

Melalui Tim, Polres Mentawai telah menyelesaikan semua perkara selama 1 bulan. Dan Tersangka setelah 15 Juli 2020 mendatang akan di serahkan kepada Kejaksaan Negeri Padang. 

“Kita berharap pak Hakim memutuskan perkara itu dengan hukuman maksimal. Menurut pasal hukuman bisa mencapai 15 tahun penjara,” ujarnya. Polres Mentawai tidak main-main dengan perkara yang melibatkan korban terhadap perempauan dan anak, tutupnya. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre