Breaking News

Setelah Disidak, Dinkes Bersama Pimpinan DPRD Pasbar Bagikan APD 2,1 Miliar

Pasaman Barat,Figurnews.com

Buntut inspeksi mendadak ketua DPRD Pasmana Barat (Pasbar) Afrizal Hafni dan anggota DPRD Pasbar Adriwilza, Muhammad Guntara ke gudang alat kesehatan (Alkes) Dinas Kesehatan  Kabupaten Pasaman Barat, untuk mempertanyak Alat Pelindung Diri ( APD ) yang menumpuk senilai Rp 2,1 miliar lebih, pada Jumat (12/6) lalu.

Akhirnya Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) membagikan Alat Pelindung Diri (APD) COVID-19 senilai Rp2,1 miliar kepada 20 puskesmas yang ada, Selasa (23/6)

"Benar, hari ini seluruh APD kita bagikan karena sudah selesai proses administrasinya," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Jon Hardi, saat penyerahan APD ke kepala Puskesmas se Kabupaten Pasaman Barat di Aula Dinkes Pasbar.

Jhon Hardi mengatakan APD tersebut dibeli dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) pasca recofusing anggaran untuk penanganan COVID-19.

"Semua barang sudah selesai asministrasinya dan disalurkan ke Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan bidan Jorong, " ujarnya.

Ia membantah ada keganjilan proses pengadaan itu. Namun, saat anggota DPRD melakukan inspeksi mendadak proses pemeriksaan barang sedang berlangsung.

Ia menyebutkan beberapa item barang yang tidak teregister tersebut merupakan barang umum, seperti sepatu boat, pelindung mata dan pelindung wajah.

"Semoga barang ini bisa memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun dalam penanganan COVID-19," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Pahrizal Hafni didampingi Wakil Ketua Endra Yama Putra dan Daliyus K mengharapkan Dinas Kesehatan bisa transparan dalam pengelolaan dana BTT dan belanja sesuai aturan.

"Kita berharap APD ini bisa memenuhi kebutuhan puskesmas sampai September nanti," katanya

Ia meminta dana yang dikelola Dinas Kesehatan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Sebab, DPRD dan Pemkab sepakat meletakkan dana Rp 10 miliar ke Dinas Kesehatan dalam percepatan penanganan COVID 19. Sehingga, tidak alasan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau petugas medis.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Pasaman Barat sidak gudang farmasi Dinas Kesehatan karena diduga APD tersebut menumpuk, datang terlambat, dan ada kejanggalan dari segi administrasi dan spek barang.

Bahkan, sidak itu berujung kepada pemanggilan Dinas Kesehatan bersama Inspektorat dan tim pengadaan ke Kantor DPRD Pasaman Barat di untuk dimintai keterangan.

Dalam pertemuan itu terungkap APD senilai Rp2,1 miliar itu belum tanda tangan kontrak, tim panitia barang belum menerima dan ada APD yang tidak memiliki izin edar dan tidak teregister Kemenkes bukan alat kesehatan yang merupakan barang umum seperti sepatu bot dan kaca mata.

Penyerahan secara simbolis itu disaksikan oleh Pimpinan DPRD dan Sekretaris Daerah Yudesri.

Yudesri menyampaikan manfaatkan anggaran yang efisien dan pergunakan APD dengan cermat.

“Sebenarnya bukan penumpukan APD, itu bentuk kehati-hatian Dinas Kesehatan Pasbar dalam pengadaan kebutuhan APD, “ kata Yudesri.

Dodi Ifanda

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre