Breaking News

Rumah Gadang Talu Mulai di Buka, Pengunjung Harus Ikuti Protokol Kesehatan

Talu, Pasbar, Figurnews.com

Objek wisata budaya Rumah Gadang TALU di perkampungan Koto Dalam Jorong Patomuan kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat dibuka kembali setelah beberapa waktu lalu ditutup untuk umum karena mengikuti himbauan pemerintah guna pencegahan Covid-19.

Jajaran Forkopimda Kabupaten Pasaman Barat,  Bupati Yulianto, Dandim 0305 Pasaman Letkol Inf Ahmad Aziz, Kapolres Pasbar AKBP Sugeng Hariyadi S.IK, MH berkunjung ke Rumah Gadang Tuanku Bosa XIV  Silaturrahmi tersebut juga sebagai tanda dibukanya rumah gadang sebagai objek wisata, pada Senin (8/6).

dr. Fadlan Maalip. SKM Tuanku Bosa Talu menyampaikan "Setelah tutup selama dua setengah bulan sesuai dengan rencana pemerintah dengan newnormal rumah gadang  Talu mulai dibuka untuk umum, karena Talu dan Pasbar zona hijau".

"Alhamdulillah, Diadakan syukuran Pasbar zona hijau dan Rumah Gadang resmi dibuka kembali.  Sekalian perkenalan dengan Kapolres dan Dandim Pasaman" kata Tuanku  Bosa pada sambutannya

"Namun yang penting arahan bupati mendukung agar turun kasawah dua kali setahun yang tahun serempak 100 %  dan berkebun 1 Ha setiap keluarga, insyaAllah hasil tani sukses mengangkat ekonomi Rang Talu". harap Tuanku Bosa.

Bupati Pasbar Yulianto menyampaikan bahwa saat ini semua lini memasuki tatanan kehidupan baru setelah beberapa waktu melewati hal yang sulit. Tuanku Bosa XIV Fadlan Maalip tokoh adat yang banyak mengukir prestasi di kabupaten Pasbar dan juga berkiprah di propinsi Jambi.

"Tuanku Bosa XIV Fadlan Maalip adalah tokoh yang memiliki peran besar dalam pembangunan di Kabupaten Pasaman Barat dan masyarakat Talu khususnya. Pengaruh Tuanku Bosa ini kepada masyarakat sangat besar, bisa merubah petani Talu yang biasanya bersawah satu kali setahun, sekarang sudah bisa dua kali setahun,"papar Yulianto.

Tatanan kehidupan baru dengan standar Covid 19 di wilayah Kabupaten Pasaman Barat untuk menghidupkan kembali kegiatan- kegiatan selama ini terhenti oleh Covid 19. Sekarang saatnya Pasbar kembali bergeliat di segala lini dengan standar Covid 19.

Kapolres Pasbar AKBP Sugeng Hariyadi S.IK, MH menyampaikan koordinasi sangat diperlukan. Namun, lebih dari itu, bimbingan dari niniak mamak Pasaman Barat bisa mensukseskan kerja Polri.

"Kami menitipkan diri kami secara pribadi dan keluarga di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, selain itu kami juga butuh bimbingan dan arahan dari niniak mamak tokoh masyarakat semuanya,"kata Kapolres Pasbar AKBP Sugeng Hariyadi.

Dandim Pasaman 0805 Pasaman Letkol Inf Ahmad Aziz mengucapkan terimakasih atas undangan kepada Forkopimda Pasbar dari Tuanku Bosa XIV Fadlan Maalip. Sebab, sekarang ini diperlukan koordinasi semua pihak dalam mensukseskan kehidupan ke depannya.

"Tetap kita waspada dalam menjalani tatanan kehidupan baru, apapun yang kita lakukan harus standar Covid 19. Agar kita semua terhindar dari Covid 19 ini,"pesan Letkol Inf Ahmad Aziz.


Tuanku Bosa menyampaikan bahwasanya Rumah Gadang Talu terbuka untuk umum namun tetap berpedoman protokol kesehatan cegah Covid 19 diantaranya wisatawan atau pengunjung Rumah Gadang Talu menggunakan masker, pengunjung diwajibkan cuci tangan atau menyemprotkan hand sanitizer. Namun tetap menjaga sopan santun bagi pengunjung perempuan berpakaian ketat tidak boleh masuk, laki laki celana pendek juga tidak boleh masuk.

"Pengunjung diminta untuk melakukan budaya etika batuk atau bersin dengan menutup menggunakan kertas tisu saat batuk dan langsung membuangnya ke tempat sampah".,"katanya

Ia juga minta untuk menjaga kebersihan tangan dengan sesering mungkin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizier.

"Wisatawan diminta tetap memperhatikan jaga jarak atau physical distancing minimal 1 meter dengan orang lain". tutur Pucuak Adat Talu yang juga pemilik Stikba dan Rumah Sakit Baiturrahman Jambi tersebut.

Selesai acara para tamu meninjau perpustakaan, museum mini dan biliak dalam tempat menyimpan Warisan dan peti aluang bunian.  Forkompimda dan tamu lainnya meng apresiasi koleksi buku dan museum.

Tampak dimuseum mini terdapat koleksi uang lembaran satu juta lira jadi perhatian dan Saluak Tuanku Bosa berlapis emas 135 gram begitu pula beberapa senjata kuno.

Sekilas Rumah Gadang Talu
Rumah Gadang serta Objek Wisata Alam dan Budaya yang terletak di Koto Dalam Kenagarian Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat  resmi dibuka pada 21 Juni 2012 lalu yang dihadiri sejumlah raja-raja dan Sultan se-Nusantara serta utusan dari Malaysia.

Rumah Gadang dibangun saat ini dibangun Tuanku Bosa XIV, H. Fadlan Maalip seorang dokter, ahli kesehatan masyarakat, pensiunan pegawai negeri mendapat gelar bangsawan Kanjeng Raden Haryo Husododiningrat dari Pkubuwono XII Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Rumah Gadang berukuran 27 kali 10 meter itu merupakan simbol kebesaran adat, dan dapat digunakan sebagai tempat pertemuan adat, tempat pertemuan untuk membahas kemanjuan nagari tempat belajar adat, budaya dan ilmu pengetahuan.

Pembangunan Rumah Gadang yang menghabiskan dana senilai Rp1,78 miliar tersebut dijadikan "prototipe" kampung Minangkabau yang dilengkapi dengan lapangan futsal, sarana outbond, perpusatkaan, kebun tanaman obat. Selain rumah gadang terdapat Tobek Godang Objek wisata alami waduk yang berada di atas perbukitan sarana rekreasi seperti memancing serta dipinggiran lintasan motor cross.

(Dodi Ifanda)

1 comment:

  1. alhamdulillah, semoga adat di Talu semakin lestari dan peranan niniak mamak makin meningkat.

    ReplyDelete

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre