Breaking News

Pasar Rakyat Berbasis Syariah Hadir di Kota Solok


Solok,Figurnews.com - Pasar tradisional atau pasar rakyat senantiasa mempunyai citra yang kurang bagus, seperti jorok,kotor penuh dengan ketidak jujuran pedagang, tidak tertib dan lainnya. Untuk mengubah citra buruk itu, kini Kota Solok memperkenalkan pasar rakyat berbasis syariah. Pasar syariah ini merupakan sebuah pasar yang  menerapkan nilai-nilai syariah dalamnya.

Kehadiran pasar rakyat berbasis syariah di Kota Solok ditandai dengan peresmian beropersinya Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf,  di Jl. Nasir Sutan Pamuncak, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok (Komplek Terminal Bareh Solok), Jumat (26/6), oleh Walikota Solok, Zul Elfian SH MSi..

Turut hadir dalam peresmian itu,, Dandim 0309/Solok Letkol Arm Reno Triambodo, Forkopimda Kota Solok, Ketua TP PKK Kota Solok Ny.Zulmiyetti Zul Elfian, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Asben Hendri, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok Bujang Putra selaku Ketua Panitia Peresmian, para Kepala OPD, Camat dan Kabag di lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Zul Elfian dalam sambutannya mengatakan, dengan diresmikannya Pasar Syariah ini, secara bertahap konsentrasi di Pasar Raya Kota Solok akan dipecah dan berangsur pindah ke Pasar Syariah ini.

“Pasar rakyat berbasis Syariah ini bersih dan nyaman dan sekelas pasar modern. Pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara syariah guna menggerakkan perekonomian secara syariah. Barang yang dijual harus Halal, jelas asal usul, bentuk dan mutunya. Ukuran timbangan bisa dipertanggung jawabkan. Harga tidak boleh mahal namun harga berkeadilan,”ujar Zul Elfian yang akrab dipanggil buya ini

Lebih jauh buya menjelaskan, dalam parktinya,, pasar tidak murni menerapkan profit oriented, melainkan mengandung unsur nilai edukasi terutama bagi para pelaku pedagang kecil yang telah menjadi anggota. Ada niai nilai islami yang diterapkan saat transaksi jual beli,misalnya, pasar tidak buka saat waktu-waktu sholat tiba dan para pedagang wajib melakukan sholat berjama’ah, dan harus mengedepankan kejujuran dalam berdagang dan sebagainya.

Pasar rakyat yang ada  di Indonesia saat ini katanya, mempunyai citra yang kurang bagus, seperti ketidak jujuran pedagang, kotor, tidak tertib dan lainnya. Dalam pasar syariah ada beberapa macam aturan yang bersifat normatif dan islami dan itu wajib dipatuhi oleh seluruh pedagang maupun para pengunjung pasar syariah, aturan tersebut antara lain. Barang dagangan harus halal. Halal yang dimaksud disini berupa halal dzat mata dagangan dalam artian barang yang diperjual-belikan harus halal serta halal maknawiyahnya yang berarti barang yang diperjual-belikan harus jelas dari mana asal-usulnya.

Kemudia alat timbang, alat ukur, alat hitung harus tepat dan jujur, tidak boleh direkayasa. Kecurangan dalam menakar dan menimbang mendapat perhatian khusus dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis, karena praktik seperti ini mengurangi nilai timbangan termasuk telah merampas hak orang lain.  Selain itu praktik seperti ini juga menimbulkan dampak yang sangat buruk dalam dunia perdagangan yaitu timbulnya ketidak percayaanpembeli terhadap para pedagang yang curang.

Seterusnyamenjaga kebersihan, baik penjual, barang dan pembeli. Sehingga suasana yang dibangun di pasar menjadi menyenangkan dan islami. Proses bertransaksi harus secara jujur. Karena kebohongan akan merugikan pembeli dan secara tidak langsung, dalam waktu yang lama akan berimbas pada pedagang sendiri, yakni pembeli kapok membeli di pasar.

Tidak boleh bersaing, harus menjunjung tinggi kebersamaan, dan memberikan 10% dari keuntungan untuk kepentingan sosial. Hal ini harus dipahami bahwa berdagang untuk mencari rizki yang halal, maka persaingan akan membuat pasar menjadi tidak sehat. Selain itu, pedagang diajari untuk pedagang harus diajari agar peduli dengan kondisi pedagang yang lain serta orang yang membutuhkan bantuan. Terakhir,harga sewa harus relatif lebih murah dengan hasil kesepakatan para pihak. Praktik jual beli di pasar syariah ini, bisa dengan meggunakan akad  kerjasama Ijarah Muntahiyyah bi tamlik yaitu sewa menyewa antara pemilik pasar dengan para pedagang. Akad ini sebenarnya merupakan perpaduan antara ijarah dengan jual beli , di mana para pedagang mempunyai opsi untuk membeli ruko pada akhir periode. Sedangkan dari sisi jual beli, terletak pada adanya penggunaan manfaat barang dimaksud terlebih dahulu melalui akad sewa (ijarah), sebelum transaksi jual beli dilakukan.

Sementara itu, Kadis Perdagangan Provinsi Sumbar Asben Hendri mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota Solok telah meresmikan pasar syariah ini. Ini sebenarnya merupakan suatu tugas kami Dinas Perdagangan Provinsi untuk menyediakan sarana dan prasarana pasar yang nyaman dan aman untuk masyarakat.

Apabila selama ini pasar hanya terfokus di Pasar Raya Kota Solok, namun saat ini bisa dibagi dengan Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf.

Diakuinya, memindahkan pedagang dan pembeli ke tempat baru memang bukanlah hal yang mudah. Namun dengan konsep dari Wali Kota Solok untuk mendorong ASN di lingkungan Pemko Solok belanja di Pasar Syariah ini sangat bagus sekali. Semoga perlahan-lahan masyarakat akan semakin ramai belanja di pasar syariah ini.(ayu)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre