Breaking News

Menelisik Pemilihan BAMUS se Pasaman Barat.


Pasaman Barat, figurnews.com

Beberapa hari ini, masyarakat nagari disibukanan tentang adanya pemilihan Bamus di 19 Nagari se Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Isu Pemilihan ini mengalahkan isu pemilihan kepala daerah yang akan di helat pada desember mendatang.

Kenapa tidak, peluang mengabdikan diri untuk ikut andil secara nyata dalam membantu membangun kampung halaman terbuka lebar,beberapa putra putri terbaik di wilayah itu terlihat antusis mengikuti kontestasi pemilihan tersebut.

Atas dasar itulah, saya sebagai penulis ingin memcoba mencurahkan pemikiran tentang penomena pemilihan Bamus di kabupaten Pasaman Barat.

Bamus atau yang di kenal dengan Badan Permusyawarahtan Nagari atau kata lain dalam Permendagri Nomor 110 tahun 2016 yaitu Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga yang melaksankan fungsi pemerintah yang merupakan wakil dari penduduk nagari atau desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan di tetapkan secara demokrasi.

Berbicara tentang tugas dan fungsi dari Bamus tentu itu tidak jauh beda dengan tugas dan fungsi Anggota Dewan Perwakilan Daerah atau dengan kata lain DPRD yang tupoksinya adalah Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah kedua Anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD) dan yang ketiga Pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah lainya. Begitu juga Bamus diaerupakan lembaga dewanya pemerintah terendah atau yang disebut dengan desa atau nagari.

Berdasar pemendagri nomor 110 tahun 2016 serta pedoman peraturan lainya. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Menetapkan Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2020 tentang pedoman dan pelaksanaan pemilihan anggota Bamus.

Salah satu yang menarik yang ingin penulis bahas adalah tentang mekanisme pemilihan anggota Bamus yang berpariasi. Contohnya saja di tiga nagari yang ada di Kecamatan Talamau. pemilihan bamus kali ini sangat berbeda dengan pemilihan bamus di masa priode sebelumnya. Kali ini ketiga nagari itu sepakat pemilihan bamus tidak melalui unsur keterwakilan masyarakat lagi, melainkan dengan cara pemilihan langsung yang melibatkan seluruh masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih tetap di kewilayahanya masing-masing.

Berbeda dengan nagari lain yang ada di Pasaman Barat. Contohnya saja yang sudah melakukan pemilihan bamus Nagari Koto Baru, Nagari Kapa, Nagari Aur Kuning yang masih memakai cara lama dengan melibatkan perwakilan unsur sebagai pemilihnya.

Bagai mana mekanisme pemilihan bamus di talamau, menurut penelusuran penulis pemilihan tersebut memiliki tahapan-tahapan yang terstruktur dan sistimatif pertama pembentukan panitia pemilihan bamus, yang dipilih langsung oleh masyarakat yang di SKan oleh Wali Nagari setempat, kedua penetapan dan pendaftaran bakal calon bamus, selanjutnya verifikasi berkas calon dan penetapan calon tetap sampai ke penetapan pemilih tetap di suatu wilayah di susun rapi oleh pansel.

Di kecamatan talamau, mekanisme itu di sambut baik oleh masyarakat setempat, selain masyarakat secara keseluruhan bisa memilih wakil langsung, cara ini juga efektif untuk mencari anggota bamus terbaik di masing-masing wilayah. Mudah-mudahan kedepan tiga Nagari ini menjadi pilot project demokrasi sesungguhnya di tingkat pemerintahan terendah di Sumatera Barat terkhusus Kabupaten Pasaman Barat.(Dodi )

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre