Breaking News

Medrizen Korban Penganinyaan Dirujuk ke RSUD Pasbar, 6 Orang Pelaku Ditangkap Polisi

Untuk diketahui menejer KSU Air Bangis juga rangkap sebagai Wali Nagari Air Bangis

  
Pasaman Barat, Figurnews.com

Kasus penganiayaan yang menimpa Medrizen panggilan Lien (47) yang dilakukan sejumlah orang di perkebunan kelapa sawit Plasma 374 Air Bangis Semesta Jorong Pigogah Nagari Air Bangis Kecamatan Kecamatan Sei Beremas Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Propinsi Sumatera Barat ( Sumbar), dirujuk ke RSUD Pasbar, Selasa Siang (30/6).

Lien sempat dirawat di Puskesmas Air Bangis setelah kejadian penganiayaan terhadapnya dan korban Efendi efendra (40) panggilan abang pada Minggu (28/6).

Kedua Korban merupakan  anggota plasma KSU 374 yang tergabung didalam GESEMAR.  kedua korban dirawat dan dilakukan Visum et Revertum (VER). Korban Efendi dibolehkan pulang.

Sementara korban Lien dibolehkan pulang, keesokan harinya. Namun pada Selasa pagi ia tidak sadarkan diri dan dibawa ke Puskesmas Air Bangis kemudian dirujuk ke RSUD Pasaman Barat di Jambak.

Santi istri korban menuturkan "Saat dirawat puskesmas pada hari minggu, ia muntah 3 kali. Minggu malam ia dibawa pulang dari puskesmas" ibanya Santi yang mempuyai empat orang anak tersebut.


"Sekitar jam 10 pagi tadi, Suami saya merasakan pusing dan pingsan lalu dibawa ke puskesmas lagi dengan becak, lalu ditujuk kesini RSUD dengan ambulan," terang Santi didampingi Ibu Korban Gusni di RSUD Pasaman Barat, Selasa.

Abdi ombing warga Air Bangis yang ikut mengantar Korban Lien ke RSUD menuturkan bahwasanya kejadian penganiaya tersebut berawal  dari surat pengumuman Pengurus KSU Air Bangis Semesta

Surat Pengumuman tersebut disebar diwarung dan masjid di nagari Air Bangis pada Kamis 25/06 . Pada surat pengumuman ditujukan kepada seluruh anggota yang berisi untuk bersama-sama menyaksikan panen pada hari Minggu ini dan berkumpul di simpang teluk Tapang jorong Bungo Tanjuang Air Bangis.

Pada pengumuman tertera kepada seluruh anggota koperasi KSU Air Bangis semesta agar dapat berkumpul dan bersama sama ke kebun plasma KSU air Bangis semesta untuk menyaksikan panen yang sudah di blokir oleh pihak Gasemar sehingga sudah tiga bulan kita tidak panen dan tidak menghasilkan yang di lakukan pada hari pada 28 Juni 2020 ditandangani ketua dan sekretaris KSU Air Bangis Semesta.

Abdi Ombieng salah satu tokoh dari Pihak GESEMAR  Menyampaikan kepada pihak media " Pada awal nya seluruh masa anggota plasma 374 berkumpul di simpang teluk tapang dan di hadiri tiga Polsek terdekat, saat berkumpul anggota pro terhadap pengurus dan anggota yang tergabung di pihak GESEMAR sempat terjadi adu mulut, akhirnya kita meminta kepada Kapolsek Sungai beremas untuk membubarkan seluruh masa, karna kita menilai kondisi tidak kondusif lagi, ujar Abdi Ombieng

Namun rencana panen hasil buah perkebunan sawit Plasma KSU 374 Air Bangis berujung kepada aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh pihak yang pro terhadap pengurus Plasma KSU 374 kepada 2 anggota plasma yang tergabung didalam GESEMAR, akibatnya 2 orang segera dilarikan ke Puskesmas Air Bangis, (28/06)

"Sebelum kejadian sempat adu mulut antara anggota dan pengurus di saat anggota KSU yang lain istirahat makan siang  di portal penjagaan, sebagian anggota telah berangkat duluan kedalam lahan  kemudian ada tujuh orang yang  masuk ke dalam rombongan masyarakat yang pro ke pengurus.

"Setelah sampai kedalam ada beberapa  anggota yang dahulu ke lokasi perkebunan,
kemudian datang si korban sebelum korban memarkirkan kendaraan si korban lansung di terjang oleh salah satu dari anggota pengurus ksu dan kemudian terjadi pengeroyokkan," Ujar Abdi.

Sampai saat ini pelaku penganianyaan telah di amankan sebanyak 6 orang , dan saksi 6 orang yang telah di mintai keterangan di Polres Pasaman Barat.

"Keinginan kami kasus ini di kupas tuntas ,karna ini sudah sangat melanggar hukum dan Hak asasi manusia , dan kami ingin perkara ini tidak di selesaikan di tingkat polres saja kalau bisa di kupas tuntas di tingkat polda agar menjadi contoh yang baik  di pasaman barat ini , bahwa hukum dan keadilan itu sangat di junjung tinggi di ranah tuah basamo ini" harapnya.

"Enam Orang diduga pelaku penganiayaan sudah ditangkap. Perkara ini berawal dari polsek sungai beremas diproses di Polres Pasbar. Ke 6 orang tsb sudah di mintai keterangan " ujar kabaghumas Polres Pasaman Barat. AKP. Defrizal.

Dengan insial  E, Im, Z, El, MR,DD semua berdomisili di kecamatan sungai beremas air bangis, diantar tersangka menjabat sebagai kepala jorong.

Bupati Pasaman Barat menghimbau agar segala persoalan tentunya  diselesaikan dengan musyarawah. saya mengajak  himbau tokoh -tokoh masyarakat nyinyiak mamak didalam menyelesaikan masalah dengan selalu musyawarah sehingga tidak terjadi kekerasan sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

"Terkhusus untuk masyarakat Air Bangis,  dengarkan tokoh tokoh kita nyinyiak mamak kita tetap menjaga kondusifnya situasi ditengah masyarakat ". pesan Bupati.
.
*Dodi Ifanda

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre