Breaking News

KOARI KUNCORO DILAPORKAN, IZINNYA DIDARAT, GALIAN C NYA DISUNGAI, DISEBUT-SEBUT ANGGOTA DPRD PASAMAN TERLIBAT?.

Tigo Nagari, Pasaman, FIGURNEWS.COM


Maraknya kegiatan galian C di Sungai Batang Timah dan Sungai Batang Landu, Nagari Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, 10 (Sepuluh) tahun terakhir, sangat meresahkan masyarakat. Kegiatan Galian C tersebut dilakukan oleh beberapa perusahaan. Satu diantara perusahaan itu diduga CV. DIO PUTRA KARYA (DPK) yang lebih dikenal dengan sebutan KOARI KUNCORO. Disebut-sebut Kuncoro adalah nama lain dari MARTIAS, yang merupakan anggota DPRD kabupaten Pasaman dari Partai Gerindra.

 

Dalam melakukan Eksploitasi Pasir dan Batu di aliran Sungai Batang Timah dan aliran Sungai Batang Landu, Koari Kuncoro menggunakan alat berat berupa Exskapator. Akibat dari dikeruknya aliran sungai tersebut, mengakibatkan sungai semakin dalam. Hal itu berujung pada runtuhnya bibir sungai, sehingga mengakibatkan tanah-tanah penduduk disekitar sungai ikut runtuh dan terbawa arus. Pihak terkait terkesan menutup mata, dan tidak diketahui apa sebabnya?.

Menyikapi maraknya galian C yang beroperasi dialiran Sungai Batang Timah dan aliran Sungai Batang Landu, warga masyarakat Nagari Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, mengadu ke pihak terkait. Sebagai tujuan dari Pengaduan, Gubernur Sumbar, Dinas PSDA Sumbar, Dinas Lingkungan Hidup Sumbar dan Dinas Pertambangan Sumbar. Adapun Pengaduan berkaitan dengan pencabutan atau Kaji Ulang izin CV. DIO PUTRA KARYA.

Salah satu Pengadu, Ema Susanti (31) sebelumnya telah dilaporkan oleh CV DIO PUTRA KARYA, ke Mapolda Sumbar dengan tuduhan telah melakukan Pencemaran nama baik yang disangkakan melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP. Pelanggaran yang dikenakannya, UU ITE. Tanggal 11 Mei 2020, ibu 2 (Dua) anak ini, di Undang ke Mapolda guna dimintai klarifikasi.

Dalam keterangannya di lokasi galian C, (17/5/20), Ema Susanti mengatakan, bahwa kebun orang tuanya sebelum CV. DIO PUTRA KARYA beroperasi di aliran Sungai batang Timah dan aliran Sungai Batang Landu, selama 10 (Sepuluh) tahun terakhir, jarak antara kebun dengan aliran sungai 100 sampai 200 meter. Namun setelah sekian lama penambangan pasir dan batu dilakukan, jarak kebun dan aliran sungai hanya tinggal beberapa meter saja. Tanah longsor, batang sawit tumbang dan sungai menjadi lebar.

Katanya, “Sebelum CV DIO PUTRA KARYA, melakukan penambangan di aliran saungai Batang Timah dan aliran sungai batang landu, jarak bibir sungai dengan kebun kelapa sawit saya (Ema S-Red), berjarak lebih kurang 100 sampai 200 meter. Namun setelah penam,bangan pasir dan batu dilakukan oleh CV. DIO PUTRA KARYA, jarak bibir sungai dengan kebun saya, berjarak tidak kurang dari 3 sampai 5 meter”.

Disisi lain, Polsek Tigo Nagari tidak dapat memberikan keterangan, menurut Kapolsek, AKP TIRTO, (18/5/2020) melalui hubungan Telpon Celuler, bahwa kewenangan memberikan Konfirmasi berada di Polda Sumbar. Ujarnya, “Kami tidak dapat memberi keterangan, karena untuk memberi informasi Konfirmasi berada di Polda Sumbar. Untuk izin Kowari, yang memberi izin Dinas pertambangan Propinsi. Disini Polsek sifat hanya mengawasi secara teknis, sehubungan dengan kerja masih berlanjut atau tidak. Untuk patok-patok kami tidak tahu karena tidak sampai keranah itu. Selain itu, Dinas pertambangan Propinsi tidak pernah memberitahu ke Polsek apabila turun kelapangan untuk melakukan Kros Cek”.

Sebaliknya, Walinagari Ladang Panjang dalam keterangan melalui hubungan Telpon Celuler (18/5/2020) menjelaskan, “Memang Pernah ada pengaduann dari masyarakat sehubungan dengan Penambangan Pasir dan Batu dialiran Sungai Batang Timah dan Sungai Batang Landu. Pengaduan bukan ditujukan pada walinagari, melainkan Pengaduan ditujukan Kepolda Sumbar”.

Sehubungan adanya Dinas ESDM Propinsi Sumatera Barat, turun kelapangan dalam menindak lanjuti Laporan Pengaduan, Walinagari mengatakan, “Adanya Dinas ESDM yang datang ke Tigo Nagari, tujuannya untuk didampingi ke lapangan, sekaitan dengan adanya laporan pengaduan penambangan Pasir dan Batu dialiran Sungai yang bekerja diluar titik koordinat. Untuk Titik Koordinat yang dimiliki Penambang, Pemerintahan Nagari tidak tahu dimana batas-batasnya. Untuk jelasnya masalah titik Koordinat, Dinas Pertambangan lebih tahu”.

“Penunjukan titik koordinat oleh Dinas Pertambangan, menggunakan sebuah alat. Namun untuk batas-batasnya tidak diberitahu dimana letak batas itu. Orang-orang Dinas Pertambangan hanya menunjukan batas-batas titik Koordinat dengan menggunakan telunjuk tangan. Karena ini masalah teknis, tentu yang tahu juga orang teknis”. Ujarnya menjelaskan.

“Memang benar, ketika Tim dari Dinas Pertambangan Propinsi kelapangan, tampak adanya sebuah alat berat yang  sedang bekerja di sungai. Dimana alat itu bekerja, menurut Tim masih dalam lingkup titik koordinat. Tanpa ditunjukan dengan batas-batas tertentu beberapa patok-patok. Berhubung kami tidak tahu dimana batas-batas titik Koordinat, hemat kami memang harus percaya pada tim yang mengatakan bahwa CV. DIO PUTRA KARYA bekerja masih berada dalam lingkup titik Koordnat”. Ujar pak Wali.

Walinagari juga menjelaskan, “Dalam melakukan Kros Cek Lapangn, Nagari Sifatnya mendampingi. Adapun perangkat Nagari yang turut mendampingi yaitu Ketua KAN Ladang anjang, Nasir.
Berkenaan dengan laporan CV. DIO PUTRA KARYA ke Mapolda Suamatera Barat,  yang melaporkan Ema Susanti, Walinagari tidak berkomentar. Karena menurutnya itu maslah Pribadi. Katanya, “Mengapa Ema Susanti dilaporkan Ke Polda, itu maslah Pribadi”.

zz Kami percaya saja dengan keterangan dinas, yang mengatakan tidak ada diluar titik koordinat. Dengan ketua Kan, melihat isi tidak resmi, ngomong-ngomong yang mengadu diluar titik koordinat. Pelapor sudah dihubungi CV, namun tidak datang. Tanggapan kenapa dilaporkan kepolda, itu maslah pribadi.  Tentang pengajuan izin, masa Wali nagari yag sekarag tidak tahu, namun jika walinagari yang lama, entahlah. Tindakan nagari terhadap penambangan liar, penambangan tidak ada Fee, dari perusahaan. Hasil tambang nagari diambil tapi tidak ada apapun imbasnya kekami.

Menyikapi maraknya galian C yang izinnya diragukan tersebut, masyarakat berupaya mencari jalan bagaimana caranya Kuari Kuncoro tersebut bisa dihentikan operasionalnya. Selain batas-batas izin sesuai dengan titik koordinat tidak ada, Koari tersebut  menurut Dinas Pertambangan Energi dan Mineral tidak didalam aliran sungai. Melainkan izinnya berada didaratan.

Ketua KAN Ladang Panjang, NASIR (18/5/2020), melalui hubungan telpon celuler, kepada Wartawan mengatakan, bahwa izin CV. DIO PUTRA KARYA dalam melakukan penambangan tidak dialiran sungai. “Saya kutip dari Tim ESDM Propinsi Sumatera Barat (17/4/2020), izin CV. DIO PUTRA KARYA, tidak dialiran sungai. Izin operasinya berada didaratan”. Ucap Nasir, menjelaskan.

Imbuhnya, “Jika CV. DIO PUTRA KARYA, dalam melakukan kegiatan, didalam aliran sungai Batang Timah dan Batang Landu, masyarakat mengadu jangan ke ESDM, melainkan, masyarakat yang merasa dirugikan, mengadunya ke PSDA Propinsi Sumatera Barat. Karena kegiatannya di aliran sungai”.

Sehubungan dengan izin CV. DIO PUTRA KARYA (KOARI KUNCORO) tidak disungai melainkan di daratan, dikutip dari keterangan salah seorang yang turut melakukan Kros Cek tentang keberadaan koari Kuncoro dalam melakukan Eksploitasi Pasir dan Batu dialiran Sungai Batang Timah dan aliran Sungai Batang Landu, NASIR (21/4/2020). Katanya, “ Saya menjabat sebagai ketua KAN Ladang Panjang, baru menjabat 1,5 tahun. Dari dulu juga sudah mengetahui, Koari kuncoro beroperasi di aliran Sungai Batang Timah dan aliran sungai Batang Landu”.

“ CV.DIO PUTRA KARYA, katanya mempunyai izin, namun izin tersebut tidah pernah diperlihatkan. Apakh izin itu didaratan atau didalam aliran Sungai, juga tidak pernah diketahui. Namun DINaS ESDM Propinsi Sumatera Barat (17/4/2020), mengatakan, izin CV. DIO PUTRA KARYA berada didaratan. Jika CV.DIO menggali pasir dan batu dalam aliran sungai, laporannya bukan ke kami (ESDM), melainkan laporan masyarakat sehubungan dengan penambangan dialiran Sungai, ke Dinas PSDA. Secara umum kegiatan CV DIO PUTRA KARYA sangat meresahkan masyarakat”. Ujarnya.

Sementara, pihak CV DIO PUTRA KARYA, yang merupakan ayah dari pemilik perusahaan yang juga anggota DPRD Kabupaten Pasaman, dari Partai GMARTIAS, (18/5/2020), karena ada rapat, dirinya tidak dapat memberi keterangan. (KBR/Tim).
  




1 comment:

  1. Saya asli putra tigo nagari, pasaman, sebagai korban. Lahan kebun milik kami yang dirugikan.lihatlah masyarakat sudah menjerit akibat dampak dari kuari. kebun kami sudah longsor,sawit kami udah banyak yang terban,tumbang, bibir sungai sudah erosi, keadaan pondasi jembatan umum udah rusak, tidak lama lagi kemungkinan akan banyak jembatan yg terancam rusak parah, jaminan sosial tidak ada dari pihak yg bersangkutan. Jan lamak dek awak surang me, cubolah lamak dek awak katuju dek urang.

    #salam_literasi
    #salam_mahasiswa_tigo_nagari
    #salam_jeritan_masyarakat_tigo nagari

    ReplyDelete

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre