Breaking News

Kasus Penyebaran Berita Hoaks Puan Maharani Terus Bergulir, Barang Bukti Sudah Diterima Polres Pasaman Barat

Pasaman Barat, Figurnews.com 

Kasus penyebaran berita bohong (hoax) yang menyinggung Puan Maharani yang diduga terlanjur disebarkan oleh terlapor inisial PH, terus bergulir di Polres Pasaman Barat (Pasbar) Propinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Pelapor Randi  Wisata yang merupakan Ketua PAC. Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Kecamatan Lembah Melintang  menyerahkan barang bukti tambahan Polres Pasaman Barat, Senin (29/6/2020).

Randi menuturkan "Yaa.. benar tadi sudah diserahkan barang bukti berupa hasil screenshot, ke penyidik".

Ia mengatakan sampai saat ini, sudah empat orang dimintai keterangan saksi pada kasus penyebaran berita bohong (hoaks) yang diduga dilakukan oleh PH pekerjaan ketua DPRD Pasbar tersebut.

"Hingga saat ini saya belum ada bertemu dengan terlapor , dan untuk keberlanjutan kasus ini pihak PAC.PDIP Lembah Melintang telah melakukan etika baiknya terhadap terlapor ". Ujar Randi didampingi tim kuasa hukum 4 pengacara kondang Kasmanedi SH,CPL, Ramadhani, SH,CPL, Asma Sadli ilLubis,SH. M.H. Yuheldi Nasution,SH.

Sebelumnya PH  ketua DPRD Kabupaten Pasman Barat dilaporkan terkait dugaan menyebarkan gambar atau poto hoaks Puan Maharani.

Pelapor Ketua PAC PDIP Kecamatan Lembah Melintang, Randi Wisata mengatakan, poto itu disebarkan di group media sosial WhatsApp Cegah Covid-19 GUNTUL," katanya kepada wartawan di Polres Pasaman Barat usai membuat laporan 4 Juni 2020.

Randi menjelaskan, Ketua DPRD Pasbar diduga terlajur menyebarkan berita hoaks dengan memposting gambar/foto "PUAN MAHARANI" yang bertuliskan: "Puan: Jika Negara Ingin Maju Dan Berkembang Pendidikan Agama Harus Di Hapus!!".

Selain itu, dalam postingan gambar juga bertuliskan, "CUKUP VIRAL KAN INI DAN DIKOPI KASIKAN KE RAKYAT PLOSOK PLOSOK DESA INSYA ALLAH"

Begitu isi postingan PH pada Senin 1 Juni 2020 lalu, pukul 22.36 WIB di group whatsapp Tim Cegah Covid-19 GUNTUL," jelasnya.

"Dalam group itu berisi orang-orang yang ada di dalam pemerintahan, salah satu nya ada Camat Gunung Tuleh di dalam group tersebut," lanjutnya.

Ia menyebut, atas penyebaran itu pihak nya dari PDIP merasa dirugikan. Untuk itu, ia sudah membuat laporan ke Polres Pasaman Barat untuk meminta untuk ditindak lanjuti.

"Saya mendapat mandat mewakili DPC PDIP Pasaman Barat, untuk membuat laporan atas postingan Ketua DPRD Pasbar di group WhatsApp Tim Cegah Covid-19 GUNTUL," sebutnya.

Dedi Lesmana Ketua PAC PDIP Kabupaten Pasaman Barat beberapa waktu lalu menegaskan, ia secara pribadi pihak nya memaafkan, namun karena menyangkut dengan partai  dan ikon partai, maka harus ditindak lanjuti.

"Ibu Puan Maharani itu ikon PDIP dan partai ini bukan milik para kader yang ada di Pasaman Barat saja. Kita sudah dirugikan, apa lagi yang menyebarkan itu pejabat publik," tegasnya.

Dedi Lesmana yang juga DPRD Pasaman Barta menilai, penyebaran berita bohong tersebut sudah dinilai meresahkan dan membuat penghinaan terhadap salah satu pimpinan PDIP yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI dari Fraksi PDIP.

"Jangan sampai berita hoaks itu berkembang dan menjadi isu sara ditengah-tengah masyarakat. Satu lagi, kami menjaga harga diri partai PDIP dan kami merasa telah dirugikan," tutup Dedi Lesmana.

*DodI ifanda

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre