Breaking News

Hindari Penerima Ganda, Rumah Penerima PKH dan BPNT Kinali Dipasangi Label

Pasaman Barat, Figurnews.com

Pemerintah Pasaman Barat mulai memasangi label penerima PKH pada rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program keluarga harapan (PKH), dan juga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Hal itu dilakukan agar bantuan lainnya tepat sasaran dan tak ada penerima ganda.

Diketahui saat pandemi covid-19 ini, banyak bantuan yang dikucurkan pemerintahpusat, Pemprov, Pemkab, dan anggaran desa.

Oleh karena itu, dengan adanya label di rumah KPM PKH dan BPNT diharapkan tidak ada lagi kejadian pencatatan ganda penerima bantuan.

Dimulai dari Jorong Kodja Kinali, Bupati Pasaman Barat H. Yulianto melabeli langsung  rumah milik ibuk Gusti warga Kodja Kinali dengan cat semprot tertera "Keluarga Penerima Bantuan Sosial PKH/BPNT Kecamatan Kinali". Berikutnya  rumah Mbah Nyai sebagai penerima BPNT murni juga dilabeli Penerima PKH BPNT.

Acara tersebut dihadiri Kapolsek Kinali, Camat, Babinsa, anggota PKH serta tokoh ulama dan masyarakat di jorong Kodja, Nagari persiapan Kodja, Kecamatan Kinali, Kamis (18/6/2020)

Bupati H.Yulianto mengatakan dengan diresmikan Lounching lablisasi rumah KPM ini akan membawa perubahan yang lebih baik dan tujuan bantuan pun tepat sasarannya. Disamping itu, Bupati juga menyampaikan agar masyarakat benar-benar memamfaatkan program-program pemerintah dengan baik demi tercapai tujuan program PKH sebagai pemutus mata rantai kemiskinan.

Penerima PKH kecamatan per Juni 2020 sebanyak 2858 Keluarga dan hari ini telah resmi di lounching labelisasi rumah KPM PKH di jorong Kodja nagari persiapan kodja nagari Kinali Kecamatan Kinali dengan jumlah penerima PKH kejorongan kodja sebanyak 129 KPM," jelas Yulianto saat memberikan arahan

Bupati Pasbar H.Yulianto mendukung dan memberikan apresiasi terhadap kerja sama pendamping PKH dengan tokoh masyarakat khusus nya Kodja terkait dengan kegiatan labelisasi rumah KPM yang berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan, terima kasih atas kerjasama pihak forkopimca Kinali, Pedamping PKH serta tokoh masyarakat dalam menuntas kemiskinan di kejorongan kodja kecamatan Kinali.

Menurutnya komponen PKH berdasarkan peraturan pemerintah yang mendapatkan seperti ubu hamil, balita, SD, SMP, SMA, lanjut usia dan disabilitas.

Rincian jumlah nominal yang akan mendapatkan bantuan bagi ibu hamil Rp3 juta pertahun dengan Rp750.000 pertahap.

Untuk balita Rp3 juta pertahun dan Rp  750.000 pertahap, untuk anak SD Rp 900.000 pertahun dan Rp225.000 pertahap dan SMP Rp1.500.000 pertahun dan Rp 375.000 untuk tahap satu.

Untuk SMA Rp2 juta pertahun dan Rp500.000 pertahap, lanjut usia Rp2.400.000 pertahun dan Rp600.000 pertahap serta Disabilitas seanyak Rp2.400.000 pertahuj dan diterima Rp600.000 pertahap.

"Berapa yang akan diterima sudah jelas sehingga tidak ada simpang siur nantinya," sebutnya.

Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Yonisal,SH menyampaikan kedepannya dilaksanakan pelabelan seluruh rumah  penerima manfaat di setiap Jorong se Pasaman Barat.

"Jadi intinya ini sebuah kontrol sosial. Jadi biasanya kalau yang dipasang itu malu, berarti bantuan itu datang ke warga yang memiliki rumah besar. Jadi intinya ini bantuan harus tepat sasaran," tegasnya.

"Jadi kita belajar bersama untuk tujuan mendapatkan data yang bisa tepat sasaran kemudian efektif, efisien, dan tidak double," tambahnya.

Ia mengatakan, meski dipasangi label atau stiker, sejauh ini belum banyak warga yang menolak. Jika pun ada yang menolak, maka itu menandakan warga tersebut merasa mampu.

"Kita akan terus Evaluasi serta perbaharui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Kementerian Sosial untuk di ajukan masuk program bantuan sosial (Bansos)". pungkasnya.

Selain Mengusulkan Keluarga Miskin yang belum menerima manfaat PKH, Pihaknya  juga akan mencabut penerima PKH jika perekonomian Keluarga Miskin (PKH) tersebut  sudah mapan". Tegas Yonnisal.

Sekilas Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indone­sia telah melaksanakan PKH. ProgramPerlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka.Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerjasama dengan bank.

(Dodi Ifanda)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre