Breaking News

Dana Subsidi Sebesar Rp 3 miliar Belum Cair, PLTBm di Mentawai Tak Berfungsi

Foto: PLTBm Desa Saliguma, Kecamatan Siberut tengah

MENTAWAI. FN- Warga Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan menunggu kepastian kembali aktifnya Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).

Menurut Kepala Desa Matotonan, Ali Umran bahwa ada sebanyak 218 Kepala Keluarga di desanya menunggu kepastian terkait beroperasinya PLTBm kembali. 

"Kami warga matotonan menunggu kepastian kapan lampu dikampung kami hidup kembali. Sementara disini kita butuh penerangan," ujarnya. Jumat, (05/06/2020).

Terlebih bagi anak-anak yang tengah belajar dirumah di masa Pandemi Covid-19. Kemudian bagi petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu di desa tersebut.

Dikatakan di Desa Matotonan sendiri lampu hidup selama 6 jam atau dimulai pada pukul 18.00 wib hingga 24.00 wib. PLTBm di Desa Saliguma beroperasi sejak tahun 2018 lalu. 

Terpisah, menurut Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Mentawai, Kamsar Sitanggang bahwa, Skema beroperasi PLTBm di 3 Desa melalui dana subsidi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pada penetapan APBD tahun lalu senilai Rp3 miliar. 

“Sebenarnya menurut kajian independen Rp3,5 miliar. Tetapi hanya disetujui Rp3 miliar,” ungkapnya kepada Wartawan di Kantor Perusda Mentawai Desa Sidomakmur, Kecamatan Sipora utara. Selasa, (09/06/2020).

Maka atas dasar itu pihaknya mengelola PLTBm bekerja sama dengan PLN dalam rangka jual beli daya. Selanjutnya pada Januari hingga Mei 2020 ini pihaknya sudah meminta kepada Pemkab Mentawai agar segera dicairkan. 

“Tanpa subsidi tentu kita tidak bisa berjalan, untuk membeli bahan bakar minyak seperti solar dan bahan baku bambu. Ditambah dengan gaji karyawan," tambahnya. 

Sebelumnya dikatakan Kamsar Sitanggang bahwa pihaknya membiayai operasi PLTBm dari dana induk perusahaan terlebih dahulu untuk biaya operasional. 

Dijelaskannya, setelah ditunggu-tunggu hingga 31 Mei 2020 pihaknya belum menerima dana Subsidi tersebut.

Sementara itu ketersedian anggaran di Perusda pada waktu itu tidak mampu lagi. Akibatnya pengoperasian PLTBm pada 1 Juni 2020 hingga sekarang di hentikan sementara waktu.

Kemudian saat ini Perusda didesak  Masyarakat agar PLTBm diaktifkan kembali. Ditambah dengan sebanyak 72 orang Karyawan di wilayah itu dirumahkan. “Tetapi apabila sudah diproses dan dicairkan tentu kita akan aktifkan kembali,” terangnya. 

Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTBm) konsep Three In One Development berkapasitas 700 kiloWhat (kW) untuk 1.233 itu terbagi di tiga desa yakni 300 kW untuk 579 Pelanggan Warga Desa Madobag dan 150 kw untuk 266 Warga Desa Matotonan di Kecamatan Siberut Selatan. Dan 250 kW untuk 388 Warga Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre