Breaking News

Berikut Kasus Ditangani Sat Reskrim Polres Pasaman Barat

Pasaman Barat, Figurnews.com

Satreskrim bertugas melaksanakan penyelidikan, penyidikan, dan pengawasan penyidikan  tindak  pidana,  termasuk  fungsi  identifikasi  dan  laboratorium forensik lapangan serta pembinaan, koordinasi dan pengawasan PPNS.

Satuan Reskrim  Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat sedang menangani beberapa kasus, diantaranya terkait pelaporan ketua DPRD Pasaman Barat oleh Pihak PDIP tentang dugaan penyebaran berita atau Photo hoax Puan Maharani.

Pihak Polres Pasbar akan segera memanggil pihak terlapor dan pelapor terkait masalah pengaduan PDIP tentang dugaan penyebaran berita atau gambar Puan Maharani yang dilakukan oleh Ketua DPRD Pasaman Barat.

"Dalam waktu dekat ini, kita akan memanggil pihak pelapor dan terlapor untuk dimintai keterangan," sebut Kapolres AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kasat Reskrim AKP Omri Sahureka didampingi Kepala Sub Bagian Humas AKP Defrizal, Rabu (10/6/2020)

Ia mengatakan, laporan pengaduan pihak PDIP tersebut masih tahap penyelidikan. Namun kata Omri, setelah pihaknya memanggil pihak terkait maka akan diadakan gelar perkara sambil mengumpulkan bukti dan dokumen terkait persoalan itu.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan ahli IT, karena dari pengaduan yang kami terima, penyebaran berita dan gambar itu dilakukan di grup WA," terangnya.

Satreskrim Polres Pasbar yang dipimpin Omri juga tengah menaikan ke tahap penyidikan terhadap kasus laporan dugaan penghinaan oleh Plt Direktur RSUD Jambak Pasaman Barat dr Yuswardi terhadap stafnya yang juga seorang dokter pada 12 April 2020 lalu.

"Benar kita telah melakukan penyidikan terhadap laporan seorang dokter kepada atasannya Direktur RSUD. Pelapor, saksi, saksi ahli dan terlapor sudah kita periksa, kasusnya  sedang dalam tahap penyidikan, namun belum kita tetapkan tersangka. Sabar dulu, nanti perkembangan  selanjutnya akan diberitahu,"

Menurut Omri Sahureka, pihaknya melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Direktur RSUP Jambak Pasbar terhadap bawahannya.

Adapun kasus  dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pembangunan sarana dan prasarana (sapras) gedung olahraga (GOR) pemerintah Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2016, menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Pihak Polres Pasbar telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan itu.

"Hingga sekarang masih dilakukan penyidikan namun penetapan tersangka belum dilakukan karena menunggu hasil audit BPK," tegasnya.

Ia menyebutkan kegiatan pembangunan stadion olah raga itu dilakukan pada 2016 lalu dengan pagu dana Rp7,2 miliar yang dikerjakan oleh PT RMJ.

Menurutnya pada kegiatan itu diduga ada indikasi Tipikor sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai spek teknis yang direncanakan.

Untuk Satreskrim Polres Pasbar saat ini menunggu hasil audit BPK RI dan jika kerugian telah diketahui maka akan dilakukan penetapn tersangka.

"Saya tegaskan kasus ini berlanjut dan sudah tahap penyidikan. Kami masih menunggu hasil audit BPK," ujar Omri

Pihaknya berharap hasil audit BPK cepat keluar sehingga langkah hukum selanjutnya bisa dilakukan.

(Dodi Ifanda)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre