Breaking News

Rp. 42,6 Juta BLT DD Nagari Persiapan Lembah Binuang Aua Kuniang Disalurkan

Pasaman Barat, Figurnews.com

Hari ini sebanyak 142 kepala keluarga warga Jorong Bukit Nilam dan Jorong Lubuk Landur nagari  persiapan Lembah Binuang Aua Kuniang kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumatera Barat mendapat Bantuan Langsung Tunai dari anggaran Dana Desa (BLT DD).Masing- masing kepala keluarga mendapat bantuan pemeribtah sebesar Rp. 600.000 ribu/ per bulan.

Pejabat sementara Wali Nagari persiapan Lembah Binuang Adriansyah,Amd
Menjelaskan "Sebanyak 71 kepala keluarga dari  masing-masing dua jorong tersebut mendapat bantuan Langsung Tunai (BLT DD) di serahkan di kantor Wali Nagari persiapan di Lembah Binuang" katanya.

PJ Wali Nagari Dasmon,SAP, Menyampaikan" Sebanyak 6 jorong   mendapat kuota  71 kepala keluarga masing-masing jorong. Jadi sebanyak 426 kepala keluarga seKenagarian Aua Kuniang segera disalurkan BLT DD

"Anggaran Dana Desa dimanfaatkan untuk BLT masyarakat dampak Covid-19 di Nagari Aua Kuniang sebesar 255.600.000 setiap bulan,Total Rp. 766.800.000 selama tiga bulan berturut-turut April, Mei, Juni 2020" katanya

Sesuai peraturan Permendes nomor 6 tahun 2020. Dianggarkan sebesar 35 persen dari 2,1 M Dana Desa Nagari Aua Kuniang.

"Masyarakat yang datang hari ini dihimbau memakai masker untuk cegah penyebaran Virus Corona, jaga Jarak. Kediaman  penerima program bantuan Desa akan langsung di pasang Stiker peserta penerima manfaat BLT DD Tahun 2020, Bila melepas stiker dianggap mengundurkan diri dari kepesertaan keluarga Penerima Manfaat BLT Dana Desa"

Adesman kepala Jorong Bukit Nilam menyampaikan" bantuan dana desa ini di manfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat kita, karena bantuan langsung tunai disalurkan melalui Bank BPD ke masing-masing rekening ini dana dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Anggaran Desa". Kata Adek.



Pelaksanaan penyerahan Bantuan tersebut adalah amanah dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4 /PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

Sebelumnya Senin (18/5/2020), Bupati Pasaman Barat bersama Forkopimda, sudah memulai Launching Penyaluran Bantuan Langsung Tunai yang berasal dari APB Nagari se-Kabupaten Pasaman Barat.


Bupati menjelaskan bahwa Total Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa untuk Kabupaten Pasaman Barat adalah senilai Rp. 18.171.000.000 (Delapan Belas Milyar Seratus Tujuh Puluh Satu Juta Rupiah) yang akan diserahkan kepada 10.095 KK yang tersebar di 19 Nagari di Pasaman Barat.

"Nilai tersebut berkemungkinan akan ada penambahan karena Pemerintah Daerah juga meminta nagari tidak hanya menggunakan dana desa akan tetapi juga menggunakan Alokasi Dana Nagari (ADN) dengan anggaran 10 % dari Total ADN yang diterima oleh masing-masing nagari," Jelas Yulianto

Hingga Senin (18/5) dana desa yang telah tersalur ke rekening kas desa sebesar Rp 20,86 triliun untuk 53.156 desa, dari total 59.361 desa di seluruh wilayah Tanah Air.

Adapun 6.205 desa lainnya masih dalam proses di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Dari 53.156 desa yang telah ditransfer BLT-nya, baru 46.174 desa yang telah menyelenggarakan musyawarah desa khusus dan menetapkan calon keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa.

Pemerintah menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa untuk menangkal dampak ekonomi dari covid-19.

BLT dana desa ini akan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi syarat sebesar Rp.600.000 selama tiga bulan atau total Rp1,8 juta.

Adapun  syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat bisa menerima BLT dana desa ini.

Pertama, namanya terdata oleh pemerintahan desa setempat. Masyarakat yang terdata adalah yang terdampak ekonomi akibat covid 19.

Keluarga yang berhak mendapatkan BLT Dana Desa yaitu yang terdampak ekonomi akibat Covid 19 kemudian kehilangan mata pencaharian, atau buruh harian seperti kuli bangunan yang terkena dampak Covid 19.

Kedua, penerima BLT Dana Desa merupakan masyarakat yang belum mendapatkan bantuan program pemerintah lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Pra Kerja.

Misalnya jelas-jelas kehilangan mata pencaharian. Misalnya sopir tidak bisa bekerja karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan tidak punya tabungan. Tukang batu, kuli bangunan misalnya, yang tidak bisa bekerja dalam kondisi seperti ini, itu semua mereka berhak mendapatkan BLT Dana Desa.

(Dodi Ifanda)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre