Breaking News

Dituding Melakukan Pemerasan, Ini Curhat Tim Medis RSUD PASAMAN BARAT

Simpang Empat (Sumbar)Figurnews.com - Masih ingat pemberitaan miring Rumah Sakit Umum Daerah Pasaman Barat diduga telah melakukan pemerasan berkedok biaya perawatan terhadap salah seorang pasien Reni (korban KDRT) warga Sinuruik Kecamatan Talamau yang dimuat media online  (mitrarakyat.com) pada tanggal 5 Mei 2020.

Tim Medis Kesehatan Rumah Sakit Daerah Pasbar keberatan serta menyanggah tudingan yang tidak pantas ditujukan kepada pelayanan kesehatan daerah tersebut.

Sa'at Figurnews.com menelusuri kepada salah seorang Dokter tim medis  bedah yang namanya dirahasiakan, menuturkan bahwa didapatkan kronologis sebagai berikut :

"Pada tanggal 25 April 2020, Pasien Reni yang merupakan warga Sinuruik, Kenagarian Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasbar masuk ke RSUD Pasaman Barat dengan luka tusuk yang parah diperut yang diduga  mengalami tindakan kekerasan dan penusukan oleh Suaminya. Pada hari itu juga ,tim medis RSUD Pasaman Barat berusaha memberikan pertolongan dengan melakukan Operasi Bedah Perut Darurat untuk menyelamatkan nyawa Reni" ungkap Tim Medis yang menanggani Operasi.

"Setelah dioperasi, Reni dirawat diruang ICU dengan alat bantu pernapasan selama lebih kurang 3 hari karena kondisi Reni yang masih kritis. Setelah alat bantu pernapasan dilepas, Reni dipindahkan perawatannya ke ruangan biasa Samapi kepulangan nya pada 5Mei 2020 lalu". Katanya.

Karena kasus Reni termasuk kasus korban tindakan kekerasan, maka berdasarkan Perpres Nomor 82 tahun 2018, pihak BPJS Kesehatan Pasaman Barat menyatakan BPJS Kesehatan milik Reni tidak dapat berlaku. Sehingga pihak RSUD Pasaman Barat menyatakan BPJS Kesehatan milik Reni tidak dapat berlaku. Sehingga pihak RSUD Pasaman Barat meminta keluarganya untuk mengurus masalah penjamin Kesehatan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Tapi sayangnya tidak dilakukan oleh keluarga Reni.

Pada tanggal 5 Mei 2020, beberapa oknum yang mengatasnamakan tim Kolaborasi Pasaman Barat dan MRPB Peduli Pasaman Barat yang datang ke RSUD Pasaman Barat untuk membantu mengurus kepulangan Reni  malah memberitakan bahwa "RSUD PASAMAN BARAT MELAKUKAN PEMERASAN BERKEDOK PERAWATAN".

" Pemberitaan tersebut tanpa konfirmasi sebelumnya dengan pihak manajemen RSUD Pasaman Barat dengan alasan tidak berhasil menghubungi PLT Direktur RSUD Pasaman Barat, tetapi tidak berusaha melakukan konfirmasi sebelumnya dengan jajaran manajemen RSUD Pasaman Barat lainnya. Alangkah baiknya bila beberapa oknum yang mengatasnamakan LSM ini justru membantu keluarga Reni untuk mengurus penjaminan Kesehatan Reni ke LPSK atau koordinasi dengan Badan  Amal Zakat Daerah Pasaman Barat. Biaya pengobatan Reni di RSUD Pasmaan Barat sebesar Rp.17.200.000 pun sudah sesuai dengan PERDA Kab. Pasaman Barat yang notabene terendah bila dibandingkan  Rumah Sakit Lain yang ada di Kabupaten Pasaman Barat.

Perlu diketahui oleh masyarakat Kabupaten Pasaman Barat, bahwa sebelum kasus Reni ini sudah ada beberapa kejadian serupa sebelumnya. Oknum-Oknum yang mengatasnamakan LSM datang ke RSUD Pasmaan Barat untuk mengurus kepulangan pasien-pasien yang dinyatakan tidak mampu tapi dengan cara yang tidak menyenangkan hingga membuat berita-berita yang tampak menyudutkan RSUD Pasaman Barat tanpa konfirmasi dengan pihak terkait. Sehingga didapatkan  kesan apa yang dilakukan oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM ini adalah suatu bentuk pencitraan.

"Para Tenaga medis /paramedis RSUD Pasaman Barat merasa kecewa dengan berita-berita yang dikeluarkan di media online tersebut. Tim medis/para medis RSUD Pasaman Barat sudah berusaha memberikan pertolongan yang terbaik tetapi nama baik institusi tempat kami mengabdi tetap diserang, seolah tidak ada artinya usaha tenaga medis /para medis untuk menyelamatkan nyawa Reni". Pungkasnya.

"Tetapi, walau diterjang dengan berita-berita yang tidak menyenangkan, RSUD Pasman Barat akan tetap berkomitmen memberikan pertolongan yang terbaik bagi masyarakat Pasaman Barat yang membutuhkan tanpa melihat status sosial. RSUD Pasaman Barat juga berpesan kepada masyarakat Pasaman Barat untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi aturan PSBB ditengah Pandemi Covid-19 ini," tutup sambil berlalu.

(Dodi Ifanda)

1 comment:

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre