Breaking News

Direktur SPBU Kompak PT. Rimata Saibi Jaya Angkat Suara Soal Transportir

Foto: Kapal Transportir PT. Pertamina Persero

MENTAWAI. FN- Direktur SPBU Kompak PT. Rimata Saibi Jaya, Kristinus Andre Satoko angkat suara soal kerugian yang dialaminya dari pihak Transportir Kapal Sumber jaya 01 Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium. Pasalnya jumlah penyusutan BBM jauh dari seharusnya saat tiba di pelabuhan Tuapejat, Desa Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. kemaren Jumat, 15 April 2020,

“BBM itu kita Delivery Order atau DO sebanyak 90 ton namun BBM yang kita terima hanya 86,24 ton. Tentu kita mengalami kerugian sebanyak 3,76 ton. Dan jumlah penyusutan ini sudah sangat tinggi sekali dari seharusnya hanya 200 liter,” ungkapnya kepada Wartawan dikediamannya. Desa Goisooinan Km-10, Kecamatan Sipora utara, kabupaten kepulauan Mentawai. Sabtu, (16/05/2020). 

Ia menjelaskan apabila penyusutan BBM menghampiri 4 ton menuju ke Mentawai dengan jarak tempuh semalam itu tidak memungkinkan. “Saat pengecekan di pelabuhan Muara Padang sebelum menuju ke Mentawai tidak ada penyusutan atau tetap berjumlah 90 ton,” tambahnya. 

Maka dengan kerugian ini pihaknya telah membuat berita acara kepada pihak kapal sebagai dasar untuk meminta pertanggung jawaban. Kekurangan BBM dari 200 hingga 500 liter masih bisa ditoleransi tetapi jika penyusutan mencapai 3,76 ton. Tentu telah jauh dari kewajaran.

“Sebelumnya kita sudah menghitung penyusutan akibat adanya ruang di kapal tempat penyimpanan BBM. Namun itu kita sudah hitung dan hasilnya jauh dari penyusutan seharusnya,” terangnya. 

Akibat penyusutan 3,7 ton itu, Andre mengalami kerugian sebesar Rp24 juta lebih. Diakuinya, penyusutan paling rendah dialaminya 550 liter dengan nilai uang Rp3 juta. Sementara penyusutan diatas 500 liter telah telah dialami selama 2 bulan terakhir dengan jumlah 3 trip.

Dirincikan Andre, penyusutan terjadi 3 trip itu antara lain, trip pertama 1.500 liter, trip kedua 550 liter dan trip ketiga 3.760 liter. Meski pihak PT. Pertamina telah mengurangi biaya penyusutan setiba di pelabuhan Tuapejat sebanyak 25 hingga 5 persen per liter tetap saja kerugian jauh dari kewajaran. 

“Sejak kita bangun SPBU di Siberut pada tahun 2016 lalu sudah sering terjadi. Total kerugian dari tahun 2016 hingga sekarang jika dihitung sudah mencapai Rp1 milyar lebih. Hal itu bisa kita hitung dengan rata-rata penyusutan 1.500 liter per bulan dikali Rp6.640 per liter. Kemudian kali 12 bulan per tahun lalu kalikan selama 3 tahun,” tutup andre.

Terpisah, menurut Kapten Kapal Sumber Jaya 01, Ad Suhendra penyusutan BBM setelah dilakukan pembongkaran baru diketahui selisihnya. Kalau posisi kapal mendatar bisa dipastikan sondingnya tidak melesat. Artinya, penyusutan tidak terlalu signifikan,” ungkapnya.

Diakui Andre selama membawa minyak ke Mentawai penyusutan terjadi bukan kali ini saja. Dan ini tidak ada unsur permainan. Apalagi tengki tambahan dikapal tidak ada. “Tangki tambahan tidak ada silahkan diperiksa. Kecuali ada dua batom memakai plat 1 dan 2. Plat kapal hanya datar dan cara pengisian dengan curah,” terannya. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre