Breaking News

Dampak Jebolnya Tanggul Limbah Pabrik PT. BTN Bayar Uang Kompesasi 350 juta

Pasaman Barat, Figurnews.com

Beberapa permasalahan perusahaan kelapa sawit di Ranah Tuah Basamo Kabupaten Pasaman Barat propinsi Sumatera Barat makin mengkwatirkan, mulai dari sengketa lahan perkebunan sawit, Polemik PHK Karyawan, Harga Anjlok hingga  permasalah limbah pabrik pengelolaam CPO dan tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan (CSR) hingga permalasahaan hingga ganti rugi atau kompensasi kerusakan AMDAL sekitar perusahaan sawit.

Pasca jebolnya tanggul limbah pabrik PT. BTN (Bintara Tani Nusantara) dihari Jumat, 17 April 2020 disore hari, limbah pabrik yang jebol tersebut mengalir deras kearah sungai pigogah sampai kelaut Jumat (18/4)  lalu,  setidaknya berdampak kepada 600 nelayan Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas, Nelayan tradisional tersebut  nyaris kehilangan mata pencaharian akibat hasil tangkapan ikan mereka makin hari makin berkurang, akibat limbah beracun pabrik sawit yang mencemari habitat laut pantai barat pulau Sumatera itu.


 
“Akibat jebolnya tanggul, limbah pabrik yang beracun itu hingga  mengalir ke Sungai Batang Pigogah dan menuju  ke laut Air Bangis, sehingga mengakibatkan  600 nelayan pinggir pantai (nelayan pukek) kehilangan mata pencaharian,” kata salah seorang nelayan, Abdi biasa dipanggil Ombing, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, pihaknya menuntut tanggung jawab pihak perusahaan. Sebab, akibat kelalain perusahaan 600 keluarga di Air Bangis terancam hilang mata pencaharian yang biasa nelayan,  apalagi sekarang tengah maraknya wabah Virus Covid 19, Pastinya hidup mereka akan bertambah sulit.

Mereka berharap adanya pertanggung jawaban berupa kompensasi setidaknya untuk 1 bulan kedepan, jelang pulih mata pencaharian mereka kembali. Selain 600 nelayan tersebut, imbas penampungan limbah yang jebol itu juga berdampak pada  ikan dan habitat makhluk hidup dilaut tersebut.

Sekitar 2000 meter sungai itu merupakan ikan larangan, semua ikannya mati. Selainnya, merupakan lokasi mata pencaharian sebagian nelayan, warga Air Bangis mencari ikan kata Syamlidar Ketua KTNA Pasbar yang Juga Warga Nelayan Air Bangis.

“Kita sangat berharap dengan kompensasi . Sebab, sekarang sudah tidak ada mata pencaharian kita lagi. Ikan di  laut yang kami harapkan sudah tidak ada Lagi ” ujarnya

" Akibatnya warna air laut merah dan berangsur menjadi hitam pekat . Baunya  sangat menyengat, nelayan menjerit dan sekarang kalau melaut tak dapat ikan,” katanya.

Dalan Hasil Rapat di Gedung DPRD Pasbar beberapa waktu lau, Pihak Perusahaan hanya mampu memberi Kompensasi Sebesar Rp 50 juta Ujar Ketua KTNA Pasbar, Sementara Jumlah Kompensasi yang mereka tawarkan kami tolak. Ujar Syamlidar.

Saat awak media menindak lanjuti akan terjadinya jebolnya tanggul limbah pabrik PT. Bintara Tani Nusantara (PT. BTN) tersebut pihak petinggi management perkebunan dibagian pabrik atau Mill manager Harly tidak mau diajak ketemu namun awak media berhasil menjumpai KTU MILL PT. BTN ( PT. Bintara Tani Nusantara) EKA PUTRA dengan baik menyambut kedatangan awak media walaupun manager mill Harly tidak bisa tatap muka dengan awak media.

Saat awak media mempertanyakan mengenai kompensasi warga terhadap jebolnya tanggul limbah pabrik PT. BTN (PT. Bintara Tani Nusantara) disepanjang sungai pigogah sampai kelaut, KTU MILL PT. Bintara Tani Nusantara EKA PUTRA mengatakan kalau kompensasi warga dilubuk buaya itu sudah menerima kompensasi dengan dana lebih kurang 165 juta, aliran sungai kita bersih, sawah dan sumur bor kita buat lebih kurang 6 buah sumur bor.

Ia juga mengatakan kalau tanggul limbah saat ini sedang kita kerjakan dengan sebaik-baiknya agar tidak jebol lagi kedepannya.

Manager Mill Harly PT. BTN mengatakan kepada awak media kalau saat ini managament perusahaan akan berusaha menindak lanjuti akan kompensasi nelayan air bangis.

Saat awak melakukan bincang  mengenai jebolnya tanggul limbah pabrik dengan Kapolres Pasaman Barat AKBP Ferry Herlambang, S.I.K. MM mengatakan kepada awak media kalau mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian  antara nelayan air bangis dengan pihak management PT. BTN  ini tidak menemukan titik terang karena pihak management PT. BTN hanya sanggup memberikan kompensasi kepada nelayan air bangis ini sebanyak Rp. 100.0000.000,- ( seratus juta rupiah) sedangkan pihak nelayan meminta kompensasi itu sebanyak Rp. 2.700.000.000,- (dua milyar tujuh ratus juta rupiah).

Dari segi tuntutan pihak nelayan Air Bangis tersebut tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan bahkan nilai yang dilontarkan pihak management PT. BTN sangat jauh sekali perbedaan nilai kompensasinya karena pihak nelayan sangat berdampak sekali akibat jebolnya tanggul limbah pabrik sawit sehingga tidak bisa melakukan aktivitas para nelayan dalam menangkap ikan dilaut dengan secara tradisional ujar AKBP Ferry Herlambang, S.I.K. MM diruang kerjanya.

Arwin Lubis sebagai ketua LSM TOPAN RI mengatakan tentang jebolnya tanggul limbah pabrik sawit tersebut merupakan dari kelalaian pihak management PT. BTN itu sendiri karena mereka dari pihak perusahaan perkebunan tidak begitu kuat safety dalam pengelolaan lingkungan limbah pabrik.

Kejadian ini tidak bisa dikatakan musibah melainkan suatu kelalaian yang sangat fatal sehingga mengakibatkan jebolnya tanggul limbah pabrik sawit tersebut, namun dampaknya ini sangat begitu fatal sampai limbah itu mengalir kelaut ujar ketua LSM TOPAN RI Arwin Lubis.

Masa sebuah perusahaan besar tidak sanggup memenuhi tuntutan nelayan air bangis, padahal mereka dari pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit ini seharusnya berani bertanggung jawab akibat jebolnya tanggul limbah pabrik sawit dan mereka juga harus bisa memenuhi tuntutan nelayan ujarnya Arwin Lubis sebagai ketua LSM TOPAN RI.

Ia menambahkan juga kalau kita lihat secara kasat mata dulu, berapa keuntungan yang diperoleh pihak management PT. BTN dalam menjalankan bisnisnya ini, seharusnya pihak management PT BTN harus sanggup memberikan kompensasi kepada nelayan air bangis.

Kris Debi Irawan sebagai LSM LP KPK mengatakan kepada awak media kalau ada tuntutan dari pihak nelayan air bangis akibat dampak dari jebolnya tanggul limbah pabrik sawit tersebut maka pihak management harus bertanggung jawab akan tuntutan nelayan apalagi tuntutan nelayan itu kan sangat sedikit kalau kita perhitungkan secara kasat mata, tuntutan nelayan itu perhari itu hanya Rp. 150.000,- perhari itu merupakan gaji kerja orang perhari jadi karena para nelayan itu selalu turun mencari ikan setiap harinya maka mereka menuntutnya itu wajar saja itu.

Ia menambahkan juga kalau tuntutan itu kan hanya sedikit tetapi karena nelayan air bangis tersebut sebanyak 600 orang maka pihak management PT BTN menilai terlalu besar tuntutan nelayan itu ujar Kris Debi Irawan.

Setelah sebulan permasalahan dampak Jebolnya penampungan limbah PT. BTN, hari  ini Jumat Sore 22 Mei 2020 bertempat di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat dilaksanakan Mediasi antara Solidaritas Nelayan Air Bangis dengan PT BTN Air Runding terkait Ganti Rugi terkait Jebolnya Limbah Pabrik PT BTN Air Runding.

Akhirnya permasalahan limbah yang berdampak pada laut pantai barat tersebut  diselesaikan dengan baik. Beberapa kali temuan dan berbagai pihak serta antara Pihak PT BTN Air Runding dengan Perwakilan Nelayan Air Bangis telah selesai dengan penyerahan uang kompensasi sebesar 350 Juta atas kesepakatan kedua belah pihak.

Penyerahan Dana Kompensasi dari PT BTN kepada Assosiasi Nelayan Tradisional Air Bangis sebagai Bentuk Gantu Rugi Dari Jebolnya Tanggul PT BTN Air Runding
selama acara penyerahan uang kompensasi dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto, SH.,MM, Kajari Pasaman Barat Tailani Moehsad, SH, Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol H. Muddasir, SH.,MH Kasat Intelkam Polres Pasaman Barat AKP Teguh Priyatno, SH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasbar Adrinaldi, S.Ip.,M.Si, Camat Sungai Beremas Afkar, S.Ip
Semabtar Pihak PT BTN dihadiri Naslur Syam SEM PT BTN,  Daplizar Lubis Manager PT BTN , Harli Putra Manager PKS PT BTN
Pihak Perwakilan Assosiasi Nelayan Air Bangis diantaranya Aidil Fitra, Syamlidar, Abdi Lubis, Fikri Haldi, Rifki Kurniawan, Hardian Ferel

Bupati Pasaman Barat mengarahkan Harus Saling Bersinergi antara masyarakat sekitar dengan Pihak Perushaan.

"Untuk kedepannya mari bersama kita jaga bubungan baik antara Nelayan Air Bangis dengan Pihak PT BTN Air Runding " pesan Yulianto.

Rangkaian Mediasi kedua Pihak bertujuan untuk memfasilitasi Pertemuan antara PT BTN dengan Perwakilan Solidaritas Nelayan Air Bangis bertujuan mencari Win-win Solution atau jalan keluar terbaik sehubungan dengan Permasalahan tersebut.

Pihak PT BTN Air Runding  Nasrul Syam ( SEM PT BTN) Pihak PT BTN menyangupi untuk Memberikan Bantuan kepada Nelayan Air Bangis yang terdampak Bocornya Limbah Pabrik PT BTN dengan Nominal Rp. 350.000.000; (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

Perwakilan Nelayan Air Bangis
Syamlidar ketua  KNTA Kontak Tani Nelayan Andalan Pasbar Air Bangis  menerima Nominal yang diajukan oleh Pihak Perusahaan karena Jumlah tersebut  sesuai dengan Dampak yang dialami oleh Nelayan Air Bangis

Agar pihak PT BTN mempertemukan Nelayan Air Bangis dengan Direksi PT BTN yang dapat memutus Kebijakan terkait Permasalahan ini.

Aidil Fitra meminta agar pihak PT BTN Air Runding memperbaiki tanggul penampungan limbah perusahaan tersebut. Adapun janji perusahaan akan memberikan kompensasi dan dana CSR kepada masyarakat sekitar perusahaan, serta menerima karyawan dari penduduk lokasi perusahaan itu beraktivitas.
 
Disajikan dari berbagai sumber
(Dodi Ifanda)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre