Breaking News

Bunga Inginkan Keadilan, Yang Didapat Hanya Bentakan?


                                Gambar : Ilustrasi

Payakumbuh (Sumbar),FN - Sekaitan kasus dugaan Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur Bunga (Red. nama samaran) yang Diduga dilakukan oleh tiga orang dan salah satunya oknum ASN Kota Payakumbuh beberapa lalu. Kini mulai memasuki pemeriksaan terhadap terlapor.

Yang mana dalam pemeriksaan tersebut, ada dugaan pihak penyidik Polres Kota Payakumbuh tidak proporsional dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Begini penuturan Bunga saat dikonfirmasikan Tim Figurnews beberapa sa'at setelah pemanggilan Bunga oleh pihak penyidik hanya melalui handphone.

Bunga mengatakan,"Saya datang ke Polres Payakumbuh karna ditelvon oleh penyidik BRIPDA PUTRI S. YASMAN pada hari Rabu pukul 09.43 Wib (29/04/2020)."

"Sementara, saya di panggil tanpa surat panggilan dan tanpa memberitahu tujuan saya datang untuk apa. Dulu sa'at menemui Kapolres, saya datang sendiri mereka marah, tapi sekarang malah saya datang sendiri.tanpa orang tua/wali."tutur Bunga.
Bunga juga menjelaskan, bahwa disitu Bunga juga bertemu dengan terlapor di kantin belakang Polres Payakumbuh dan juga melihat SD terlapor memberi keterangan.

"Sesampai nya saya disana, ada dua orang terlapor di kantin dan saya mengelak lewat dibelakang mobil yang parkir didepan kantin tersebut. Sa'at saya masuk, saya melihat terlapor SD sedang memberi keterangan. Bahasa yang digunakan oleh penyidik ke SD sangat sopan dan nada yang rendah,"papar Bunga lagi.

Lanjut Bunga,"Setelah SD selesai memberi keterangan dan keluar ruangan, saya dipanggil oleh penyidik yang memeriksa terlapor yang bernama AIPTU HENDRA GUNAWAN. Lalu dimulai percakapan antara saya dan Aiptu Hendra."

Bunga, keterangan kamu ini bohong semua, saya baru memeriksa 1 orang terlapor dan saya sudah dapat menyimpulkan, bahwa laporan ini hanya rekayasa atau ada yang menyuruh anda untuk melapor kata Hendra dengan nada agak tinggi dalam bahasa minang. Saya menjawab tidak ada yang memaksa ataupun menyuruh saya untuk melapor pak,"jelas Bunga, terang Bunga tentang apa yang dialaminya pada penyidik.

"Dilanjutkan Hendra,lalu bagaimana bisa kamu lupa tanggal kejadian, kejadian tanggal 15 Maret di laporan kami tanggal 9 Maret dan kenapa kamu tidak meminta dirubah saat itu, masih dengan nada agak tinggi."

"Saya sudah menyampaikan kepada buk Putri, bahwa saya lupa tanggal nya.

Penyidik Putri malah berkilah dan mengatakan saya tidak menyampaikan ke dia hanya ke Kapolres, jangan asal menuduh orang kamu. Sumpah demi Allah ngak ada kamu ngomong ke saya, agak kesal dalam bahasa minang,"ucap Bunga menuturkannya.

"Lalu Hendra melanjutkan, kenapa kamu bisa lupa, emang apa aja isi otak kamu itu, nongki-nongki aja isi otak kamu itu lenong-lenong aja...rempong aja isi otak kamu itu ribet ngak jelas,(aa se isi utak wak tu,nongki-nongki se lenong-lenong se rempong sa isi utak wak tu ribet ndak jaleh).saya terus menatap mata Hendra dan diam sambil menahan air mata karna kesal dan kecewa juga dengan penyidik,"imbuh Bunga menceritakan apa yang dialaminya pada Tim Figurnews
"Anda jangan membelit-belit kamu akan semakin kami belitkan anda, mau ke mencerita-cerita kami akan kami cerita-cerita juga anda..silahkan anda berdrama dan membuat cerita, sebelum ada pers disini kami disini sudah jadi pers dan membuat cerita orang-orang disini,"tutur Hendra dengan pongah dan penuh tekanan yang dirasakannya terhadap dirinya.
"Sekarang anda masih kerja di pers itu, iya pak jawab saya berapa gaji anda ? tergantung berita pak,"tekuk Bunga pada Tim Figurnews

"Bagaimana hubungan pimpinan anda dengan terlapor, lalu saya jawab kalau soal itu saya kurang tau pak tapi setau saya mereka baik" saja. Anda akan jadi korban saja antara permusuhan orang ini, anda pahamkan maksud saya."

"Sekarang gini aja laporan anda sudah selesai.mau anda nanti dituntut balik sama terlapor bukan urusan kami lagi,jadi kalau ada yang menyuruh anda melapor sampaikan ke kami dan kami tutup kasus ini. Yaudah pulang lah lagi,"kata Hendra penyidik Polres Payakumbuh pada Bunga.

Sekaitan persoalan penyidikan dalam pemeriksaan dan permitaan keterangan tentang kasus dugaan perkosaan terhadap Bunga. Yang pihak penyidik seharusnya melakukan tekanan terhadap korban dan seolah-olah ada dugaan penyidik dengan terlapor kerjasama.

Semacam tekanan dan acaman yang dialami Bunga, Tim Figurnews coba mengkonfirmasi dan meminta keterangan pada AKBP Doni Setiawan Kapolres Payakumbuh sekaitan tentang prosedur dalam pemanggilan Bunga termasuk meminta keterangan via Hp termasuk melalui WhatsApp no. 0813263XXXX, Rabu, 29 April 2020 sekitar jam 12.30 Wib.

Namun belum ada jawaban dari Kapolres Payakumbuh hingga berita ini ditayangkan.

# Tim Figurnews.com









No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre