Breaking News

Pemkab Mentawai Dilematis Soal Terumbu Karang

Foto: Terumbu Karang yang ditumpuk Warga setempat. Rabu, (11/03/2020).

MENTAWAI. FN- Pemerintah kabupaten (Pemkab) kepulauan Mentawai dilematis soal penggunaan material lokal seperti terumbu karang oleh warga di area pertepian pantai. Pasalnya, sebagian Masyarakat membangun pondasi rumah menggunakan batu terumbu karang. 

Hal itu diungkap Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake kepada Wartawan bahwa penggunaan terumbu karang disebabkan di beberapa wilayah dikepulauan Mentawai sulit terjangkau akses darat. 

“Kalau itu uangnya masyarakat tentu mereka mencari bahan yang gampang untuk membangun. Tentu yang terpikir oleh mereka apa yang sudah ada yang dapat dijadikan bahan bangunan. Salah satunya batu terumbu karang,” ungkap Korta dirungannya. Selasa, (10/03/2020). 

Dikatakan persoalan itu terjadi karena Masyarakat tidak memiliki alternatif dalam penggunaan bahan bangunan. Apalagi menurutnya kelautan saat ini merupakan wewenang pemerintah provinsi Sumatra barat. 

“Dalam pengelolaan ruang tambang itu bukan kewenangan kita. Nah itu yang membuat kita dilema. Saya selalu sampaikan kepada kami di pemerintah kalau masih ada masyarakat mengambil material lokal, maka percuma saja kita membangun penghalang abrasi pantai," terangnya.

Diterangkanya Pemkab Mentawai belum memiliki kekuatan Peraturan daerah untuk menggunakan material lokal tersebut. Meskipun sudah diatur dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah tentang itu. 

Untuk menjawab persoalan itu dikatakannya, pihaknya mengupayakan pembangunan trans Mentawai sebagai akses penghubung antara 10 kecamatan di kabupaten kepulauan Mentawai 3 tahun kedepan selesai. 

Nah apabila ini sudah selesai lanjut Korta tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk mengambil material lokal. Karena pihaknya telah menyediakan akses tempat pembelian material yang dapat dijangkau Masyarakat. Hal ini dilakukan guna memberikan alternatif dan keamanan bagi pembangunan tempat tinggal Masyarakat. 

Meski demikan, Ia tetap menegaskan pembangunan yang menggunakan anggaran negara tidak di perbolehkan menggunakan material lokal. 

Ia berharap kepada Masyarakat untuk tidak menggunakan material batu terumbu karang. Ada dua hal yang bakal terjadi yakni pertama, tekanan ombak membuat pengikisan pantai semakin tinggi.  

Selanjutnya kedua, adanya pengambilan terumbu karang, nelayan sulit mendapatkan ikan. Apalagi keberadaan ikan di pengaruhi kesubururan dan banyaknya terumbu karang. Dampak itu bukan terhadap Masyarakat lain tapi Masyarakat di kepulauan Mentawai sendiri, tambahnya. 

“Sebaliknya kalau itu kita jaga, pengikisan di bibir pantai di kepulauan kita ini terjaga. Tentu kita lebih merasa senang dalam menikmati keindahan alam ini. Kemudian dengan berkembangnya ikan, kita dapat mengembangkan objek wisata lain seperti Diving,” tutupnya. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre