Breaking News

BPBN Hibahkan 113 Unit Rumah, Namun Masyarakat Penerima Bantuan Gempa 2009 Hanya Numpang Tidur di Rumah Tersebut. Ini ceritanya...


Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Putih       Lokasi perumahan untuk masyarakat Tanjung Sani                                                                                        

Kab. Agam (Sumbar),FN - Pasca gempa tahun 2009 yang lalu masih meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Memang kondisi sa'at itu Sumbar sungguh menyedih, berbagai bangunan dan infrastruktur luluh lantak akibat gempa, belum lagi korban yang meninggal tertimpa bangunan.            
  Sekda Agam Martius Wanto Dt. Maruhun  113 Unit rumah Bantuan dari BPBN di Kab. Agam
     
Sekaitan hal itu, berbagai bantuan kemanusian mengalir baik dari pusat maupun daerah lainnya termasuk dari beberapa negara yang peduli atas bencana yang menimpa Sumbar sa'at itu. Salah satunya kabupaten Agam menerima bantuan dari BPBN pusat untuk membantu pemulihan bagi korban bencana gempa.

Dalam hal ini, BPBN mengucurkan dana bantuan sebanyak 55 miliyar untuk perbaiki infrastruktur dan termasuk untuk masyarakat Kabupaten Agam yang terdampak akibat gempa tersebut. Bahkan dari informasi dari narasumber yang bisa dipercaya, bahwa pemkab Agam membangunan rumah sebanyak 113 unit untuk 4 jorong kenagarian Tanjung Sani untuk 800 warga.

Untuk mencek kebenaran hal itu, tim Figurnews melakukan Investigasi kelokasi tempat pembangunan rumah tersebut. Dari hasil investigasi dari tim Figurnews.com, tidak seberapa ditempati, bahwa ada dugaan rumah tersebut "di jual" atau ditempati oleh masyarakat yang tidak berhak atau bukan warga di empat jorong yang hancur akibat gempa.

Dalam hal ini, Figurnews konfirmasi sekaitan bantuan gempa 2009 yang lalu sekitar 55 miliyar, yang mana sebagian besar dana tersebut digunakan perbaikan infrastruktur termasuk pembangunan rumah 113 unit 4 jorong nagari tanjung sani di kab. Agam untuk 800 warga.  Dari hasil investigasi dari tim Figurnews.com, tidak seberapa ditempati, bahwa ada dugaan rumah tersebut "di jual" atau ditempati oleh masyarakat yang tidak berhak atau bukan warga di empat jorong yang hancur akibat gempa melalui WA Indra Catri Bupati Agam.

Sekaitan hal itu, Bupati menjelaskan melalui WA 0812 1802 XXX  Sekda Agam Martias Wanto, Kamis (12/3/20) sekitar jam 19.00 wib. Dalam penjelasan tersebut, bahwa akibat bencana Gempa Bumi thn 2019 di Kabupaten Agam  terdapat beberapa kerusakan rumah dan lahan serta infrastruktur yang cukup parah. Pemerintah Pusat melalui BNPB mengucurkan dana sebasar 55 M yang dipergunakan untuk Rehab Rekon beberapa infra struktur yang rusak  terutama di Kecamatan Tanjung Raya dan juga untuk Relokasi pemukiman Penduduk ke tempt  yang lebih  aman dengan menyediakan lahan Dan membangun Rumah untuk Warga yang rumahnya rusak berat terdampak bencana di Jorong Dama Gadang Nagari Tanjung Sani.  Dari sekitar  800 warga yang terdampak tersebut ,
-Sebanyak 113 warga menyatakan kesediaannya pindah ke lokasi yang disediakan.
-Sebanyak 51 warga  kita bangunkan rumah di atas tanah mereka.
-Sebanyak 32 unit kita bayarkan penggantian biaya ruanh yang sdh mereka bangun.
-Sebanyak 602 unit kita berikan bantuan rehab rekon masing masing sebesar Rp 15 juta/unit , sesuai dengan persetujuan BNPB.

Ke 113 unit rumah tersebut sudah diserahkan kepada warga tersebut dengan dokumentasi yang lengkap untuk menjadi hak miliknya . Saat ini memang  ada beberapa warg pemilik rumah tersebut yang tidak menempatinya,   Karena m ereka berusaha sehari hari di Danau dan di kampungnya yang lama . Namun selang 3 hari atau seminggu sekali mereka tetap menempati rumah tersebut . Menyangkut adanya diantara mereka  yang menjual rumah tersebut, kita akan dalami lagi. Sebab rumah tersebut sudah kita hibahkan kepada mereka dan menjadi hak miliknya. 

Figurnews juga mempertanyakan, jika rumah tersebut telah dihibahkan, mengapa tanah yg disediakan menjadi milik Pemda Agam. Bukankah tanah tersebut dibebaskan menggunakan dana dari BPBN Pusat. Dari 55 M dana yang dikucurkan untuk bantuan gempa 2009, berapa yang tersalurkan dan berapa sisanya. Dapatkah Pemda Agam memberikan perincian biaya yang telah dikeluarkan...?.

Hal itu dijawabnya, bahwa Pengadaan Tanah memakai dana APBD Agam , tentu menjadi aset Agam. Bukan Dana APBN. Dana APBN digunakan sesuai dengan yang saya sampaikan di atas yang kita adakan selama dua tahun berturut turut Tahun Anggaran 2015 dan 2016.

Sekaitan hal itu, Figurnews juga menanyakan. Jika tanah perumahan itu menjadi aset Kab.Agam, tentunya masyarakat penerima bantuan gempa 2009 hanya numpang tidur di rumah tersebut. Bagaimana dengan legalitas (Sertifikat) rumah dari bantuan gempa itu...?.

Pemkab Agam pun memberi jawaban, bahwa mengenai hal itu sedang dalam proses pemecahan sertifikat.

Dari runutan diatas, bahwa bantuan sebanyak 55 miliyar memang telah disalur, namun yang jadi pertanyaan. Kenapa rumah sebanyak 113 unit yang diperuntuk masyarakat Tanjung Sani yang ditimpa musibah bencana Gempa tahun 2009 yang lalu. Dan kenapa tanah yang berdiri diatasnya 113 unit rumah yang diperuntukan buat mereka statusnya masih milik Pemkab Agam...?

Dalam hal ini, Figurnews juga akan memperdalam tentang pengadaan 113 unit rumah yang di danai 55 miliyar oleh BNPB yang dinilai tidak transparan dan juga mengenai status tanah yang dikatakan oleh bupati Agam, bahwa dana pembelian dari APBD Agam dan bukan dari APBN yang sa'at ini sertfikat masih dalam proses pemecahan.   (red-fgr)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre