Breaking News

Babinsa Koramil 07/Pauh Kambar Mengunjungi Bengkel Pembuatan Kereta Delman di Wilayah Binaan

Pauh Kambar(Sumbar)FN-Babinsa Koramil 07/Pauh Kambar,Kodim 0308/Pariaman  Srd Pry Iryanto Mengunjungi Bengkel pembuatan kereta delman,di wilayah korong Rimbo dulang dulang Pauh Kambar.

 Tampak di beberapa sudut bengkel sederhana ini, bagian-bagian kerangka delman  dan beragam kereta kuda yang sedang digarap. 

"Buka (bengkel) setiap hari,kecuali pada  minggu tutup. Tapi kalau ada tanggungan pekerjaan ya tetap dikerjakan malam juga," ujar pemilik Bengkel Arjuna, Widi Rahmanto, Minggu. (15/03/2020). 

Bengkel pembuatan kereta delman yang terletak di korong Rimbo dulang dulang, pauh kambar, tersebut baru berdiri dua tahun yang lalu. Namun kiprah Widi di dunia kereta kuda sudah berlangsung selama 12 tahun.

Kemahiran dan keahlian lelaki 34 tahun itu membuat dan memperbaiki segala jenis kereta kuda diperoleh dari ayahnya, Musiran. Sang ayah juga menggeluti profesi serupa. Bengkel kereta kuda milik Musiran telah berdiri sejak tahun 1962 di korong Rimbo dulang dulang, pauh kambar, yang dikelola sendiri hingga wafatnya.

Sejak duduk di kelas 3 SD, Widi sudah membantu ayahnya di bengkel tersebut. Sehingga dengan sendirinya dia mempelajari setiap detail bagian kereta kuda.

Meski begitu, ketika beranjak dewasa Widi mengaku tak tertarik menjadikan jasa memperbaiki dan membuat kereta kuda sebagai mata pencariannya. "Hingga bapak sakit pada 2005, diopname. Padahal sudah menyanggupi pesanan satu kereta," ujarnya. 

Pesanan itu akhirnya diambil alih oleh Widi. Kereta pesanan seseorang dari Solo ini menjadi kereta pertama yang dibuatnya. Mulai saat itulah, Widi menyadari ada rasa senang dan kepuasan secara pribadi ketika mengerjakan kereta kuda.

"Akhirnya saya cinta dengan pekerjaan ini. Tidak terpikir mengambil pekerjaan lain. Hingga bapak meninggal, lalu saya memutuskan mendirikan bengkel sendiri di Godean ini. Sedangkan bengkel peninggalan bapak diteruskan kakak," lanjut Pria beranak tiga itu.

Dalam sebulan, Widi mengaku rata-rata mampu membuat dua kereta dan memperbaiki 5 kereta kuda. Namun dia mengaku lebih mengutamakan layanan perbaikan kereta jenis delman milik warga umum daripada mengerjakan pesanan kereta .

"Karena kasihan kalau kerata delman kelamaan di sini. Ini untuk cari makan. Pemiliknya kan dapat uang dari delman," ujarnya.

"Delman buatan kami seharga sekitar Rp35 juta, kalau model kereta kencana (kereta kirab) harganya mencapai Rp 160 juta. Untuk kualitas nomor satu, delman dan kereta 100 persen menggunakan kayu jati. Tapi tergantung pesanan. Ada juga kereta kuda yang dipesan, sehingga tidak harus kualitas nomor satu," imbuhnya

Saat ini Widi hanya dibantu dua orang asisten di bengkelnya. Satu asisten memiliki keahlian di perkayuan dan pengelasan. Sedangkan satu orang lainnya adalah ahli tempa atau pandai besi.

"Sebenarnya ya kalau dipikir kurang orang, kurang. Tapi saya tidak ingin nambah orang. Daripada hasilnya malah tidak maksimal," tutur Widi.Fella

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre