Breaking News

Asrama Putri Sioban Dirusak Tangan Jail, Hingga Kini Belum Ada Solusi

Foto: Kondisi Asrama SMP di Sioban.

MENTAWAI. FN- Kondisi dua Asrama Putri di di dusun Padarai, desa Sioban, kecamatan Sipora selatan, kabupaten kepulauan Mentawai sangat mengkwatirkan bagi Siswi SMP dan SMA yang menepati. Sebelumnya Asrama itu merupakan bantuan dari 7 Desa yang berada di wilayah kecamatan Sipora selatan. 

“Pembangunan asrama itu dilakukan oleh 7 desa. Namun persoalannya ada pihak desa lain keberatan menganggarkan karena tidak semua anak desa yang menepati asrama itu,” ungkapnya Camat Sipora Selatan, Kardin kepada Wartawan. Rabu, (11/03/2020). 

Maka oleh sebab itu diterang Kardin bahwa kontribusi anggaran perbaikan itu dilakukan bagi desa yang warganya menepati asrama itu. Saat ini belum ada partisipasi dari 7 desa terkait perbaikan dan perawatan. 

“Anggaran dari kami saat ini tidak ada untuk perbaikan dan perawan asrama itu. Termasuk bantuan sosial kami juga tidak ada. Satu-satunya jalan keluar adalah kita meminta partisipasi dari kepala desa di luar anggaran APBDes. Apalagi itu adalah milik mereka wajar saja kalau mereka harus menjaga itu,” imbuhnya. 

Menurutnya melalui itu maka perbaikan asrama dapat dilakukan seperti perbaikan pintu, kamar mandi, lampu dan ranjang tempat tidur Siswi. 

“Pada tanggal 16 maret ini kami ada pertemuan rakor di tuapejat. Nah, saya akan upayakan untuk mengumpulkan kepala desa untuk menanggulangi ini melalui anggaran tak terduga dan anggaran bencana,” paparnya. 

Terpisah, Menurut Kepala SMAN 1 Sipora, Binner Siallagan bahwa kondisi asrama itu sudah tidak layak lagi. Salah satunya asrama SMP atap dan pintu sudah diambil orang. Sementara itu dengan kondisi Asrama SMP tidak dihuni lagi maka asrama SMA itu juga ditempati Siswi SMP. 

“Kondisi asrama sudah tidak layak karena pintu dan lampu sudah tidak ada lagi. Kita sangat prihatin kondisi ini karena kita yang meminta asrama itu kepada 7 desa 5 tahun lalu,” ungkapnya. 

Dikatakannya asrama itu dapat menampung sebanyak 36 orang siswi. Ia prihatin dengan kondisi asrama yang tidak memiliki pintu gerbang masuk. Tentu dengan mudahnya orang dapat keluar masuk. 

Untuk anggaran honor pengawas saat itu tidak dianggarkan oleh desa. Bahkan penyaluran anggaran dilakukan ketika membangun saja hingga saat ini belum ada anggaran diberikan untuk perawatan dan perbaikan. “Harapan kita waktu itu pihak desa dapat menganggarkan setiap tahun untuk perawatan dan perbaikan,” terangnya. 

Ia berharap kepada desa agar memperhatikan dan membina anak di asrama itu dengan memperbaiki mekanisme asrama diantaranya sarana dan prasarana. Kemudian bagi yang mengambil pintu dan sebagainya agar segera di proses karena ini adalah aset negara yang perlu dipertanggung jawabkan. 

“Dengan diperbaiki itu anak kami lebih terbina maksimal disana. Sebelumnya di Musrenbang desa saya sudah memohon itu agar dibenahi. Karena prihatin saya pernah membelikan lampu untuk asrama itu. Namun beberapa hari kemudian lampu sudah rusak ditembak dengan senapang angin,” tegasnya. 

Saya kalau memang itu tanggung jawab 7 desa maka itu tidak akn sulit memberikan gaji bag pengawas asrama. Jadi ini akan berdampak terhadap anak itu sendiri,” tutupnya. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre