Breaking News

ANTISIPASI COVID-19, SISWA DI PASAMAN BARAT BELAJAR DI RUMAH

Simpang Empat(Sumbar),FN - Pemda Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mulai Jumat (20/3) meliburkan sekolah sebagai antisipasi Corona Virus Disease (COVID-19).

"Merujuk surat edaran pemerintah pusat dan Propinsi terkait antisipasi COVID-19 maka kita mengambil kebijakan anak sekolah diliburkan," kata Bupati Pasaman Barat H.Yulianto di Simpang Empat, Kamis.

Menurutnya libur sekolah diberlakukan bagi semua tingkatan sekolah yang ada. Namum anak-anak tetap belajar di rumah.

"Kita meliburkan anak-anak sampai 14 hari ke depan," katanya.

Agar anak-anak tetap belajar maka tugas belajar akan diberikan untuk belajar di rumah masing-masing.

 
"Tetap belajar di rumah dan jangan manfaatkan libur ini untuk pergi berlibur keluar daerah sebagai antisipasi COVID-19," sebutnya.

Ia mengajak semua pihak agar selalu berdoa agar Pasaman Barat terhindar dari COVID-19.

"Mari bersama-sama melawan COVID-19 ini. Hingga saat ini belum ada warga Pasaman Barat yang terserang kasua COVID-19," tegasnya.

Pihaknya juga telah membentuk Satuan Tugas COVID-19 dan melakukan himbauan kepada warga agar sementara waktu menghindari keramaian, jaga pola makan dan banyak minum vitamin.

"Di tempat pelayanan umum juga telah disemprot dengan diainfektan dan semua tenaga kesehatan juga telah kita siapkan untuk mengantisipasi COVID-19 ini," katanya.
.
Hingga sore Rabu 18 Maret 2020 jam 18:00
Belum ada kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Pasaman Barat . Baik orang dalam pemantauan maupun pasien dalam pengawasan.

Juru bicara Satgas COV 19 Dinkes Pasbar Dr. Gina Alecia menuturkan "Jika ditemukan ada gejala kasus Covid-19 di Pasbar , satgas akan langsung melakukan rujukan ke Rumah Sakit M Djamil Padang untuk dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan seperti swap tenggorakan.

Kemudian hasil laboratorium untuk swap ini, akan dikirim ke Jakarta. Sementara untuk pasien tetap dilakukan perawatan di Rumah Sakit di Padang. Untuk saat ini, Rumah Sakit tempat rujukan hanya dua, yakni RS M.Jamil di Padang dan RS Ahmad Muchtar di Bukittinggi.

Pasien dalam pengawasan yang terlihat ada gejala, sementara pasien dalam pengawasan di Pasbar belum ada ditemukan.

Jika ada warga yang datang dari luar negeri agar melakukan pemeriksaan ke pusat kesehatan terdekat atau melaporkan ke pihaknya.

Ciri-ciri orang terjangkit penyakit Covid-19 itu, mengalami demam di atas 38 derajat celcius, batuk filek dan sesak nafas atau mengalami gangguan pernafasan, selain itu didukung oleg riwayat perjalanan dan riwayat kontak.

Misal, orang yang terjangkit tidak melakukan perjalanan namun ada kontak, atau dengan hewan yang bawa penyakit Covid-19, sehingga orang ini akan tertular.

Hewan bisa menularkan, karena dulu hewan sebagai karir dan dalam tubuh hewan itu ada virus dari Covid-19. Itu yang akan menularkan, seperti ular, kelelawar dan kodok atau katak.

SARAN : jika ada yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri atau daerah pandemi, agar melakukan monitoring sendiri dan menjaga diri. Artinya, melakukan isolasi sendiri dan membatasi aktivitas dengan orang lain sementara waktu.

Orang tersebut harus memakai masker dan melakukan jarak sekitar satu meter dengan orang yang akan diajak berinteraksi, ini dilakukan selama 14 hari.

"Kami tegaskan belum ada warga Pasaman Barat yang positif COVID-19 ataupun pada warga dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP)," tegasnya.

Menurutnya meskipun belum ditemukan kasus COVID-19, pihaknya telah membentuk tim dan langkah-langkah persiapan sebagai antisipasi virus tersebut.

Selain telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan virus, pihaknya juga telah melakukan penyemprotan di tempat-tempat pelayanan umum yang ada.

Mengeluarkan imbuan Bupati Pasaman Barat terkait COVID-19.

Di antara imbauan itu adalah tidak melakukan kegiatan pertemuan di atas 20 orang, absen sidik jari atau finger print bagi ASN ditiadakan, pakai masker dan menjaga kebersihan dan melakukan pola hidup sehat.

"Tentu upaya itu kita lakukan dalam rangka antisipasi COVID-19. Diharapkan masyarakat jangan panik dan resah," ujarnya.

Ia berharap masyarakat saat ini dapat memonitoring diri sendiri. Jika baru pulang dari luar negeri atau luar kota badan terasa demam, sesak nafas, batuk dan suhu badan lebih 38 derajat segera lapor ke posko kesehatan terdekat seperti Puskesmas.

"Artinya mari bersama-sama menjaga kebersihan, sering cuci tangan dan lakukan pola hidup sehat," katanya.
Masker dipakai sebaiknya oleh orang yang sakit Batuk Pilek

Hotline Service Satgas Tekhnis Covid-19 kabupaten Pasaman Barat
Dr. Novri Aswandi (Ketua Satgas Dinkes) ☎️081396045210
Dr. Gina Alecia (Juru Bicara Satgas Dinkes)
☎️ 085263011244


(Dodi Ifanda)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre