Breaking News

Hasil Perkebunan Sipora Selatan Mulai Diserbu Distributor

Foto : Mobil Distributor saat membeli Produk Pangan di salah satu Agen di Sagitsi. Rabu, (05/02/2020).

MENTAWAI. FIGURNEWS.COM- Kabupaten kepulauan Mentawai sebagai penghasil perkebunan yang melimpah mulai diserbu Distributor. Salah satunya diwilayah kecamatan Sipora selatan. Pasalnya, jenis hasil perkebunan setempat memiliki daya tarik bagi Distributor. Adapun jenis hasil perkebunan itu antara lain, Kelapa, Pinang dan Palo. 

“Saya beli Kelapa bulat dengan harga Rp. 1.200 per kilo, dan menjual dengan harga Rp. 1.500. Selain itu saya juga membeli pinang dan palo di pusat kota Tuapejat," ungkap Distributor, Ali Usman (45) kepada Wartawan di dusun Sagitsi Tengah, Desa Nem-nem Leleu, kecamatan Sipora selatan. Rabu, (05/02/2019). 

Menurutnya pembelian hasil perkebunan Masyarakat itu dilakukan hingga ke Desa Bosua. Ketika Menuju desa Bosua dari Tuapejat, Ia dapat melalui 8 desa yakni desa SP 1, Goisooinan kecamatan Sipora utara, Matobe, Saureunu, Sioban, Nem-nem leleu, Masokut Beriulou dan desa Bosua. Desa tersebut merupakan 8 desa dari 13 desa di 2 kecamatan di pulau Sipora. 

Jadi pekerjaan ini adalah pekerjaan sama-sama membawa untung bagi Saya dan Masyarakat. Saat saya datang kesini membeli saya dapat untung dan dapat memberikan nilai beli terhadap hasil perkebunan masyarakat setempat, terangnya. 

Ia mengakui bahwa rintangan menuju hingga desa Bosua merupakan tantangan yang harus ia laksankan. Bagaimana tidak, jalan dan medan yang belum memadai. Tercatat saat ini jalan yang layak dilalui Mobil masih hingga desa Sioban, lebihnya masih status jalan desa.

Sementara itu salah satu Agen, Ramli Situmorang (33) di Sagitsi Timur itu mengatakan cukup terbantu dengan adanya Distributor yang dapat memasuki wilayah tempat dia berjualan. Biasanya, ia menjual dari Sagitsi menuju Sioban menggunakan Sepeda Motor. Tentu hasil bawaan tidak maksimal yang mengakibatkan lambatnya perputaran keuangan. 

“Dengan kedatangan mobil kesini sangat membantu saya berjualan. Tentu saja apabila dengan harga yang sesui. Dan hasil perkebunan Masyarakatpun bernilai jual Dulunya hasil perkebunan Masyarakat jalan ditempat sekarang sudah dapat berjalan,” katanya. 

Dengan masuknya mobil hingga Bosua Dikatakannya bukan hanya kelapa dan pinang saja yang dapat laku, tetapi semua jenis tanaman perkebunan. Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten agar jalan secepatnya diperlebar sehingga berdampak baik bagi Masyarakat. Dimana rata-rata penghasilan Masyarakt ditempat itu sebagai Petani.

Menurut pantauan figurnews.com ada sekitar 3 sampai 5 Mobil Distributor yang memasuki wilayah tersebut per minggu. Namun sayangnya, Jalan desa yang masih kapasitas sepeda Motor mengakibatkan Mobil terkendala saat berselisih satu dengan yang lainnya. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre