Breaking News

Pemberian Kesempatan Penyelesaian Pekerjaan GOR Tipe B Diduga Ngawur.

Kota Payakumbuh(Sumbar),FN - Pekerjaan GOR Tipe B Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh senilai Rp. 12.070.871.646 yang digadang gadang bisa selesai pada akhir tahun 2019, kini Mangkrak.

Hal tersebut memang sudah diperkirakan oleh beberapa kalangan. Sebab, dalam Kontrak semula selama 160 hari kalender, pihak pelaksana hanya mampu mencapai bobot 40%

Pelaksana Kegiatan akhirnya tak bisa menyelesaikan pekerjaan walau telah mendapatkan pemberian kesempatan pekerjaan selama 50 Hari kalender. Terhitung sejak awal Januari hingga tanggal 20 Februari 2020 dengan bobot yang akan dicapai 60% lagi.

Memang, Dalam Pemberian Kesempatan Penyelesaian pekerjaan selama 50 hari yang sesuai dengan Perpres no 16 Tahun 2018 mengenai PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa)  adalah Hak dan Wewenang PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

Namun, Seharusnya PPK dalam Pemberian Kesempatan itu mengkaji secara logic agar pihak pelaksana dapat menyelesaikan pekerjaannya selama waktu dan kesempatan yang diberikan. Dengan pertimbangan agar hasil pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan dan bisa dimanfaatkan.

Kini Pihak Pelaksana bukannya mendapatkan keuntungan. Niagara - Visicon KSO sebagai Pelaksana dalam kegiatan itu harus membayar denda Rp. 12.000.000/ hari selama 50 hari.

Ada sedikit yang aneh dan janggal saat Figurnews dan media lain datang Kelokasi pekerjaan GOR itu (26/2). Disaat Pemberian Kesempatan telah habis, namun diduga beberapa pekerja masih melaksanakan pekerjaan Las dan mencat besi rangka.

Melihat kegiatan dilokasi, Media ini langsung konfirmasikan pada PPK (Delni Putra) melalui ponsel (26/2) saat ditanyakan Apakah masih berjalan kegiatan di GOR ini pak?

"Tidak. Itu disuruh untuk memasang Gelagarnya saja. Itukan sudah terpasang, cuma ada pengelasannya yang belum sempurna. Kalau tidak disempurnakan nanti bisa beresiko, kata PPK.

Kontraknya bagaimana pak? Tanya Figurnews lagi. " Kontraknya sudah diputus, jawab PPK

Bagaimana dengan kegiatan yang masih berjalan saat ini dan apakah pekerjaan ini masuk dalam kontrak kemaren? Tanya Media ini lagi.

"Ya.. itu penyempurnaan saja dan tidak ada penambahan biaya lagi. Kemaren itukan sudah terpasang semuanya, tapi kata orang bengkel pada saya. Pak saya minta izin untuk merapikan Pengelasan - pengelasan sekaligus mengecat yang masih kurang. Daripada nanti bermasalah setelah dipasang, ujar Delni menirukan kata orang Bengkel.

" Saya takut ucap Delni lagi yang masih menirukan kata orang Bengkel itu, Kalau nanti ada angin dan besi - besi itu Jatuh dan akan menimbulkan bahaya.

Berapa bobot atau Volume yang dicapai setelah berakhirnya kontrak ini pak? Tanya Figurnews lagi.

" Itu sedang kami hitung PAS. Kami hitung dulu Volumenya, nanti kami ajukan untuk di Audit, kata Delni menambahkan.

Kalau kita cermati dari hasil wawancara Figurnews dengan PPK melalui hubungan seluler, Kontrak sudah diputus, namun dilokasi GOR itu masih ada kegiatan pengelasan dan pengecatan yang masih kurang sempurna

Biasanya, setelah kontrak berakhir tidak ada lagi kegiatan di lokasi dan pihak yang berkepentingan akan langsung menghitung berapa Volume yang sudah terpasang.

Apakah pengelasan dan pengecatan itu tidak akan menambah bobot atau Volume Pekerjaan?

Padahal, pengerjaan pengelasan dan pengecatan itu dilakukan setelah Kontrak Pemberian Kesempatan Penyelesaian Pekerjaan sudah Berakhir. (FN 053)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre