Breaking News

Warisan Budaya Tak Benda Tato dan Sikerei Menuju Pengakuan Unesco

Foto : Foto Sikerei Mentawai. Sumber : Google.

MENTAWAI. FIGURNEWS.COM—Dua Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Tato dan Sikerei Mentawai saat ini diakui secara Nasional setelah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai, A Oreste Sakeroe penetapan WBTB Tato itu pada tahun 2016 lalu dan WBTB Sikerei pada tahun 2019. 

Ia menambahkan pihaknya tengah mengupayakan ke dua WBTB tersebut  menjadi WBTB Dunia ke Unesco (United Nations Educational, Scientific and Cultural).

 “Proses untuk itu panjang, tetapi saat ini dinas kebudayaan provinsi sumatra barat sangat mendukung kita,” ungkapnya kepada Wartawan diruangannya. Senin, (13/01/2020). 

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud, Lauren Sarereu mengatakan, usulan WBTB ke Unesco dilakukan Pemerintah melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jendral Kebudayaan sebelum diusulkan ke daftar ICH Unesco, sebuah warisan budaya terlebih dahulu melalui tahapan pencatatan dan penetapan. 

“Apabila unesco mengakui warisan budaya tak benda mentawai menjadi warisan budaya tak benda dunia, mereka akan melihat langsung tentang keberadaan tato dan sikerei itu. Biasanya, waktunya tidak terlalu lama. Seperti penetapan warisan budaya tak benda batubara di kabupaten sawahlunto lalu,” terangnya.

Setelah ditetapkan ada Konsekuensi oleh Pemerintah setempat terkait anggaran dalam konteks pemeliharaan dan pengembangan. Kelebihannya adalah Warisan Budaya daerah itu bakal dikenal dan menjadi ikon serta adanya keterlibatan dunia. 

Termasuk peranan dalam melestarikan Budaya itu, misalkan Candi Borobudur yang melibatkan dunia dalam kontribusi pemeliharaan dan pengembangan. 

Selain itu pihaknya pada tahun 2020 ini telah diberikan surat oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra barat dengan mengusulkan 8 WBTB disertai berbagai dokumen. 

Dokumen tersebut seperti, Video dan Dokumen pendukung Ilmiah menjadi syarat untuk diakui sebagai WBTB. Dijelaskan, pengusulan WBTB ini dibuka setiap tahun terhadap masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Sumatra barat. 

Selanjutnya, disebutkan 8 usulan itu diantaranya, Makanan Mentawai (Subbet) dan alat musik (Tuddukat). Persyaratan WBTB itu dilakukan melalaui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra barat. 

Diterangkannya, Warisan budaya yang telah masuk ke dalam data pencatatan akan digunakan sebagai data usulan penetapan. Proses penetapannya meliputi usulan Dinas Kebudayaan Provinsi kepada Kementrian Pendidikan RI. Kemudian usulan itu di bahas tim ahli WBTB dan disidangkan untuk kemudian ditetapkan menjadi WBTB Indonesia. 

“Jadi masing-masing kabupaten kota itu melengkapi dokumen tersebut. Namun apabila ada yang kurang itu bisa ditangguhkan, apabila yang sudah lengkap itu yang diprioritaskan. Jadi ada catatan tahapan proses penetapannya setiap bulan,” terangnya. 

Seterusnya pada bulan oktober baru ada sidang umum penetapan di Jakarta yang diikuti oleh seluruh Provinsi diIndonesia. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar semua Artefak diseluruh Indonesia terakomodir dan tercatat secara Nasional. Agar tidak ada saling mengklem hasil Budaya dimasing-masing Daerah. (ev)

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre