Breaking News

Pupuk Langka Di Pasbar Petani Berpotensi Gagal Panen


 Kantor PT. PETROKIMIA GRESIK

Kab. Pasaman Barat (Sumbar),FN - Gonjang ganjing tentang kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Sumbar, membuat para petani menjadi gerah. Hal ini terungkap dari pengakuan beberapa para petani dan para kelompok tani di berbagai kabupaten dan kota di Sumbar. Dan ini memang harus jadi perhatian khusus dari pemerintah Provinsi dan Pusat.

Untuk meneliti kebenaran tentang ada dugaan pupuk bersubsidi langka, tim media Figurnews.com melakukan Investigasi di beberapa kabupaten secara acak. Dalam kesempatan tersebut Figurnews.com menelusuri Kabupaten Pasaman Barat tentang kelangkaan pupuk bersubsidi.

Beberapa macam produk pupuk dari petrokimia gresik

Memang hal itu terbukti tentang kelang-kaan pupuk subsidi di Kabupaten Pasaman Barat, khususnya petani di Nagari Kajai Kecamatan Talamau membuat petani harus beli pupuk non bersubsidi  yang harganya mahal. Keluhan  petani tersebut disampai-kan  kepada Mirhan Anggota LSM TOPAN RI yang langsung melakukan penggalian informasi kepada salah seorang Pengecer / Penyalur pupuk bersubsidi. Perihal itu telah dilaporkan tentang kebutuhan  dan sudah dipersiapkan melalui dinas pertanian terkait, namun sampai saat ini masih belum terealisasi .

LSM Topan RI berkomentar pupuk merupakan kebutuhan pokok bagi petani terutama petani padi yang semestinya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"Pupuk Subsidi merupakan kebutuhan pokok bagi petani terutama petani padi yang semestinya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat khususnya petani, "kata LSM Topan RI pada awak media.

Sekaitan hal itu, Figurnews.com  juga mengkonfirmasi tentang kelangkaan yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat pada Sukarli Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat hari Selasa (14/01/2020). 

"Pupuk bersubsidi hanya 18% dari total kebutuhan pupuk yang diajukan oleh Petani berdasarkan RDKK, kalau langka dilapangan memang alokasi pupuk 2019 sdh habis terdistribusi sd Desember 2019. Sementara untuk 2020 kita baru dapat alokasi dari propinsi dan sedang diproses SK bupatinya. Saat ini hampir semua kecamatan mulai tanam padi, namun pupuk bersubsidi belum bisa di tebus oleh Kios ke distributor karena Kita sedang membagi alokasi per kecamatan," ungkap Sukarli pada Figurnews.com.

Sementara Wali Nagari Talu Sudro Hakimi menuturkan, "masalah pupuk subsidi langka memang betul langka di Talu. Dikios pupuk juga kuota untuk Talamau sudah habis sebelum Desember kemaren.

"Pupuk subsidi diperkirakan adanya di bulan Februari mendatang. Kalau tidak juga ada ya kasihan petani bisa berpotensi gagal panen. Sedang kebutuhan petani akan pupuk untuk Talu Sinuruik diperkirakan sekitar 500 ton,"terang Sudro.

"Ini udah berlangsung selama tiga bulan terakhir, bukan di Kecamatan Talamau saja, hampir diseluruh sebelas Kecamatan…
Pupuk non subsidi tersedia, pupuk subsidi terbatas, jadi kalaupun ada tidak akan mencukupi kebutuhan Petani. Jadi tidak saja di pasbar tapi seluruh Indonesia, apalagi informasi dr Kementan Subsidi pupuk bersubsidi alokasinya dikurangi (hasil kami koordinasi dengan Sekjend Prasraana dan Sarana Pertanian Kementan RI, Selasa 14 Jan 2019).

Untuk tahun ini terjadi pengurangi Alokasi anggaran subsidi pupuk tahun 2020 Rp 26 trillium dari sebelumnya Rp 36 Triliun.

(Dodi Ifanda)


No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre