Breaking News

Ditres Krimsus Polda Sumbar Berhasil Ungkap Kasus Penjualan Bahan Berbahaya Merkuri merk Mercury/HG SPECIAL FOR GOLD 99,999 % Sebanyak 157 Botol

Padang(Sumbar),FN - Kepolisian Daerah Sumatera Barat berhasil mengungkap kasus penjualan air raksa ilegal yang digunakan untuk Ilegal Mining. Dalam pengungkap tersebut, Ditres Krimsus Kasubdit IV Tipidter mengamankan 2 orang tersangka ditempat berbeda yang di rilis pada hari Kamis 16 Januari 2020, jam 11.00 Wib di Lantai IV Mapolda Sumbar.  

Dalam penyampaian relis  tersebut Ditres Krimsus Kasubdit IV Tipidter AKBP Iwan Aryandhi, S.I.K.,M.H didamping Kabid Humas Polda Kombes Satake Bayu dilantai IV Mapolda dengan 2 tersangka masing-masing berinsial ZR(49) dan RM (45) beserta BB(Barang Bukti) totalnya 157 botol Air Raksa dan diperkirakan beratnya 152 kg. 

Awal kejadian pengungkapan kasus tersebut, Ditres Krimsus Polda Sumbar mendapat informasi dari masyarakat tentang ada dugaan ZR (49) warga Jorong Tanjung Salilok Kenagarian Sikabau Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dhamasraya Provinsi Sumatera Barat melakukan kegiatan memperjualbelikan Bahan Berbahaya (B2) diduga Air Raksa atau Merkuri.

Berdasarkan informasi tersebut, Kapolda Sumbar memerintah Team Kasubdit IV Tipidter untuk segera melakukan penangkapan terhadap tersangka ZR pada hari Rabu 8 Januari 2020. Hal hasilnya, Team Kasubdit IV Tipidter berhasil melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka ZR pada hari Kamis 9 Januari 2020 sekitar pukul 04,30 Wib dengan barang bukti berupa Bahan Berbahaya (B2) diduga Air Raksa atau Merkuri dengan merk Mercury/HG SPECIAL FOR GOLD 99,999 % dan masing-masing botol 1(satu) kilogram.            

Dalam penangkapan tersebut, ZR ditangkap ditempat kediamannya di Jorong Tanjung Salilok Kenagarian Sikabau Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dhamasraya. Dari tangan tersangka, Team Krimsus Polda Sumbar berhasil menyita barang bukti berupa 75 botol Bahan Berbahaya (B2) MercuryHG SPECIAL FOR GOLD 99,999 % dan masing-masing botol 1(satu) kilogram dan 1 (satu) unit Handphon merk IPHONE 4 warna putih model A1387 EMC 240 FCC, ID:BCG-E2430AIC:579C-E2430A. 

Dalam Modus Operandi tersangka ZR, memperdagangkan bahan berbahaya tanpa memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Bahan Berbahaya(SIUP-B2).   

Ditres Krimsus Polda Sumbar juga berhasil kasus yang sama di amankan tersangka RM(45) di Jalan Raya Adinegoro Simpang Kalumpang Kec. Koto Tangah kota Padang, Rabu 15 Januari 2020 sekitar jam 17.15 Wib. Hal ini terungkap dari laporan masyarakat tentang kasus penjualan Bahan Berbahaya(B2) berupa Air Raksa atau Mercury/HG SPECIAL FOR GOLD 99,999 %. Tersangka RM berhasil di amankan oleh Team Kasubdit IV Tipidter di bawah pimpinan Wadir AKBP PETRUS CANISUS E.S.S.I.K dan Kasubdit IV Tipidter AKBP IWAN ARYANDHI, S.I.K, M.H. 

Pelaksanaan penangkapan Tim Kasubdit IV melakukan penghentian terhadap sebuah mobil Daihatsu merk Feroza No Pol BA 1218 AW warna hijau dan memperlihatkan surat perintah kepada sopir mobil tersebut. Dengan surat perintah tersebut, tim melakukan penggeledahan. Hal hasilnya sangat mengejutkan, yang mana ketika dibuka pintu belakang mobil tersebut ditemukan sebanyak 82 (delapan puluh dua) Bahan Berbahaya (B2) berupa Air Raksa atau Mercury yang terbungkus kardus yang dilapisi lakban kuning. Barang bukti tersebut dilakukan penyitaan dan disaksikan oleh masyarakat yang berada sekitar kejadian perkara.

Selanjutnya tersangka serta barang bukti berupa 82 (delapan puluh dua)botol berisikan Bahan Berbahaya diduga jenis air raksa /merkuri dengan merk MercuryHG SPECIAL FOR GOLD 99,999 % dan masing-masing botol 1(satu) kilogram. 

Dalam Modus Operandi tersangka ZR, memperdagangkan bahan berbahaya tanpa memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Bahan Berbahaya(SIUP-B2). 

Untuk proses selanjutnya tersangka RM dan ZR dilakukan pendalaman serta melakukan penyeledikan selanjutnya di Mapolda Sumbar.

"Umumnya mereka menjual kepada para penambang emas di daerah Dhamasraya dengan harga Rp1.500.000,- per botol yang beratnya 1 kilogram. Untuk menelusuri hal itu, kami pun melakukan alurnya dan ini memang dibutuhkan oleh penambangnya,"papar Iwan Aryandhi.

Lanjutnya,"para pembelinya sudah ada, bukan diwialyah Sumatera Barat saja, namun juga diluar Sumatera Barat."

"Jadi memang kita mencoba sumbernya ya? Sumbernya penjual, seperti ilegal mining sumbernya orang jual mercury. Seperti alat berat, yang hantam penjual BBM nya. Jadi dari awal kita tangkap, sehingga upaya melakukan kegiatan ilegal, ilegal mining itu bisa terhenti dengan hal-hal seperti itu dan sumbernya bisa stop."ujar Kombes Satake Bayu S Kabid Humas Polda Sumbar.

Kombes Satake Bayu S juga menuturkan," kita tangkapi yang melakukan penjualan-penjualan dari awalnya seperti BBM, kemudian Mercury itu yang kita lakukan penindakan-penindakan dan penangkapan."

Namun ketika awak media mempertanyakan adakah keterlibatan dari oknum berseragam memback up mereka dalam penjualan barang berbahaya tersebut.

"Sementara belum ada, Sementar belum ada keteribatan mereka,"terang Kombes Satake Bayu S

Dalam kasus ini, belum ada bukti terlibatan dari oknum. Jika ada kita akan memprosesnya serta melaporkan pada atasannya,"terang AKBP Iwan Aryandhi, S.I.K. M.H. 

Kedua tersangka akan di sangka dengan Pasal 104 dan atau pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau pasal 62 ayat(1)junto pasal 8 ayat(1) huruf a, huruf idan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 75/M-DAG/PER-10/2014 sebagai perubahan kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 44/M-DAG/PER/9/2009 tentang pengadaan, distribusi dan pengawasan bahan berbahaya.

Dengan berhasilnya Polda Sumbar mengungkap kasus tersebut, membuktikan bahwa Polda Sumbar tidak main-main terhadap pelaku penjualan barang berbahaya seperti Mercury yang digunakan untuk Ilegal Mining. 

No comments

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre